KUDUS - Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi berhasil mengamankan tiket ke babak final Srikandi Merdeka Cup. Hasil ini dipetik setelah mengalahkan Yordania dengan skor akhir 3-0.
Sementara itu, hasil pertandingan final nanti Garuda Pertiwi akan menghadapi Thailand. Lawan tersebut merupakan impian dari pelatih Timo Scheunemaan bertemu musuh yang lebih kuat daripada timnya.
Jalannya pertandingan Garuda Pertiwi langsung memberikan tekanan ke pertahana Yordania. Kombinasi serangan dari Shifan yang muncul dari sayap merepotkan barisan lawan.
Baru berjalan 7 menit, serangan Garuda Pertiwi membuahkan hasil. Serangan balik cepat merepotkan pertahan lawan dan mampu dimanfaatakan oleh Keysa.
Mengandalkan kecepatannya, Keysa berhasil membobol gawang Jordania. Garuda Pertiwi unggul 1-0.
Unggul sementara Garuda Pertiwi tidak lantas mengendurkan serangan ke pertahanan lawan.
Striker Garuda Pertiwi Fadilla membuka peluang emas, namun sepakannya terlalu lemah dan mampu diredam penjaga gawang lawan.
Peluang didapatkan Garuda Pertiwi saat servis sepak pojok. Kemelut di depan gawang Jordania berhasil dimanfaatkan oleh Garuda Pertiwi.
Jazlyn yang dikawal ketat mampu melepaskan sepakan dan membuahkan gol pada menit ke-35.
Fadilla kembali merepotkan pertahanan lawan. Akselerasinya mampu melewati penjaga gawang. Sepakan Fadilla dari kanan gawang Yordania melebar tipis ke kiri gawang.
Pemain nomor 18, Fadilla akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan dirinya. Umpan terobosan yang dikirimkan rekannya mampu dimanfaatkan Fadilla.
Sepakan kaki kanannya tak mampu diantisipasi penjaga gawang Yordania. Gol 3-0 untuk Garuda Pertiwi pada menit ke-45+5.
Keunggulan sementara Garuda Pertiwi ini berhasil menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Di babak kedua, Garuda Pertiwi masih ingin membuka keran golnya. Anak asuh Timo tetap konsisten bermain ngotot dan menekan.
Peluang didapatkan Keysa melalui umpan yang dilepaskan Jazlyn dari sepak pojok.
Keysa yang dijaga ketat mampu melepaskan tembakan, kiper Jordania berhasil menepis bola tersebut.
Sementara itu penyerang Fadilla hampir mencetak brace. Umpan matang yang diberikan rekannya Jazlyn mampu diterima oleh Fadilla, namun kiper Jordania berhasil meredam tendangan dari Fadilla.
Petaka mengampiri Jordania yang tertinggal 3-0. Pemain nomor punggung 6 Leen Anzour harus diusir oleh wasit dari lapangan karena terkena kartu kuning keduanya. Jordania hingga menit akhir bermain dengan 10 orang.
Unggul dalam jumlah pemain, Garuda Pertiwi tak mampu menambah keunggulannya. Garuda Pertiwi lebih bermain aman dan memperketat lini tengah dan garis pertahanan.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Garuda Pertiwi mampu mempertahankan keunggulan 3-0. Garuda Pertiwi melaju ke final Srikandi Merdeka Cup dan sudah ditunggu oleh Thailand.
Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi dukungan publik yang diberikan pada timnya.
Ia bersyukur tim asuhannya bisa menang dengan meyakinkan meski tampil tanpa satu pemain kuncinya, Nafeeza Ayasha Nori, yang cedera saat pemanasan.
Bagi Timo, menghadapi Thailand di final memang sudah ditargetkannya sejak awal turnamen.
Menurutnya, pertandingan tersebut tak hanya memperebutkan piala bergengsi, tapi juga sebagai tolok ukur perkembangan tim putri usia muda Indonesia untuk bisa bersaing di kancah internasional.
“Tim kuat yang ada di sekitar kita (wilayah Asia Tenggara) kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi kalau kami bisa main lawan Thailand, itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari," katanya.
Timo menambahkan, ia berupaya selalu ingin mencetak pemain. Karena mencetak pemain merupakan jangka panjang. Dia menganggap juara dan piala adalah bonus. (gal)
Editor : Ali Mustofa