RADAR KUDUS - Barcelona kembali menegaskan bahwa mereka masih membutuhkan seorang penyerang tengah untuk melengkapi skuad musim 2026/27. Setelah kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres, kebutuhan akan sosok nomor 9 menjadi salah satu pekerjaan utama direktur olahraga Deco menjelang penutupan bursa transfer.
Pernyataan tersebut kembali mengemuka setelah Barcelona meraih kemenangan 2-1 atas Al Ahli dalam Trofi Joan Gamper. Seusai pertandingan, Hansi Flick dan Deco sama-sama memberikan gambaran mengenai rencana klub untuk beberapa hari terakhir bursa transfer.
Flick: Barcelona Masih Membutuhkan Nomor 9
Hansi Flick secara terbuka mengakui bahwa Barcelona masih mencari penyerang tengah. Pelatih asal Jerman itu menilai komposisi lini depan saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim setelah kepergian Lewandowski.
"Kami sedang mencari seorang penyerang, seorang nomor 9," ujar Flick. Ia juga menyatakan kepercayaannya kepada Deco untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan berharap kesepakatan bisa tercapai sebelum bursa transfer ditutup.
Sikap Flick sebenarnya sudah terlihat sejak awal Agustus. Saat itu, ia mengakui bahwa Barcelona memang perlu melakukan sesuatu untuk memperkuat lini depan dan menyebut dirinya memiliki kepercayaan penuh kepada Deco.
Flick tampaknya menginginkan sosok penyerang tengah yang benar-benar natural. Meskipun Barcelona memiliki sejumlah pemain serbabisa seperti Lamine Yamal, Raphinha, Dani Olmo, Karim Adeyemi, Anthony Gordon, dan Fermín López, opsi bermain tanpa striker murni belum dianggap sebagai solusi ideal untuk jangka panjang.
Deco: Menggantikan Lewandowski Bukan Perkara Mudah
Deco memiliki pandangan yang sama mengenai kebutuhan memperkuat lini depan, tetapi ia mengingatkan bahwa menemukan pengganti Lewandowski bukanlah pekerjaan sederhana.
Menurutnya, Barcelona memang masih memiliki sejumlah pemain yang bisa membantu menutup kehilangan Ferran Torres. Namun, mencari pemain yang mampu mengambil peran dan kontribusi Lewandowski jauh lebih sulit.
Lewandowski meninggalkan Barcelona setelah menjadi salah satu penyerang terpenting klub dalam beberapa musim terakhir. Deco sebelumnya bahkan menyebut bahwa hampir mustahil menggantikan kontribusi pemain Polandia tersebut secara langsung.
Karena itu, Barcelona tidak hanya mencari pemain berdasarkan nama besar. Klub juga mempertimbangkan bagaimana seorang striker dapat memberikan kontribusi terhadap struktur permainan Flick sekaligus menjaga produktivitas gol tim.
Lautaro Martínez Mulai Menguat sebagai Target
Situasi tersebut membuat nama Lautaro Martínez kembali mencuat. Menurut laporan Cadena SER pada 19 Agustus, Barcelona kini mengalihkan perhatian kepada striker Inter Milan tersebut setelah kesulitan mendapatkan Julián Álvarez dari Atlético Madrid. Lautaro disebut menjadi prioritas baru Deco untuk posisi nomor 9.
Lautaro merupakan profil yang menarik bagi Barcelona karena mampu bermain sebagai penyerang tengah sekaligus aktif dalam kombinasi permainan. Namun, transfer tersebut tidak akan mudah. Ia merupakan salah satu pemain terpenting Inter sehingga Barcelona harus menghadapi negosiasi yang kompleks apabila benar-benar ingin membawanya ke Camp Nou.
Sebelumnya, Lautaro juga sudah disebut sebagai salah satu alternatif Barcelona apabila upaya mendatangkan Julián Álvarez menemui jalan buntu.
Julián Álvarez Sulit Didatangkan
Sebelum Lautaro kembali menjadi sorotan, Julián Álvarez merupakan target utama Barcelona untuk menggantikan Lewandowski.
Masalahnya, Atlético Madrid tidak menunjukkan keinginan untuk melepas penyerang Argentina tersebut. Bahkan, CEO Atlético Miguel Ángel Gil Marín secara terbuka menegaskan bahwa klub tidak tertarik menerima tawaran untuk Álvarez.
Kondisi tersebut membuat Barcelona harus mempertimbangkan alternatif lain. Lautaro Martínez kemudian menjadi salah satu nama yang paling serius dibicarakan dalam beberapa hari terakhir.
Barcelona Masih Memiliki Solusi Internal
Meski Flick menginginkan striker baru, Barcelona sebenarnya mempunyai beberapa opsi internal. Lamine Yamal, Dani Olmo, Raphinha, Gordon, Adeyemi, hingga Fermín dapat digunakan dalam skema yang tidak mengandalkan striker murni.
Deco sendiri lebih terbuka terhadap kemungkinan tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa direktur olahraga Barcelona melihat fleksibilitas lini depan sebagai salah satu alasan mengapa klub tidak harus terburu-buru mengambil keputusan jika target utama tidak tersedia.
Barcelona juga memiliki pemain muda yang bisa mendapatkan kesempatan lebih besar. Hamza, misalnya, menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian selama pramusim dan dapat menjadi bagian dari solusi internal apabila klub gagal mendatangkan penyerang baru.
Namun, kebutuhan akan seorang nomor 9 tetap menjadi perhatian utama Flick. Pelatih asal Jerman tersebut tampaknya ingin memiliki pemain yang bisa menjadi titik referensi di lini depan, bukan hanya mengandalkan sistem false nine.
Bursa Transfer Memasuki Fase Penentuan
Dengan waktu yang semakin terbatas sebelum bursa transfer ditutup, Barcelona berada dalam posisi yang menarik. Di satu sisi, klub memiliki sejumlah pemain ofensif dengan karakteristik berbeda. Di sisi lain, kehilangan Lewandowski membuat kebutuhan akan pencetak gol utama menjadi semakin jelas.
Deco harus menemukan keseimbangan antara kebutuhan taktis Flick, kondisi pasar, dan kemampuan finansial klub. Merekrut striker kelas dunia bukan hanya soal menemukan pemain yang tersedia, tetapi juga memastikan investasi tersebut sesuai dengan rencana jangka panjang Barcelona.
Nama Lautaro Martínez kini menjadi salah satu yang paling menarik untuk diperhatikan. Namun, hingga saat ini, laporan mengenai ketertarikan tersebut masih berada pada tahap rumor dan belum menunjukkan adanya kesepakatan resmi.
Yang jelas, Flick sudah menyampaikan pesannya dengan tegas: Barcelona membutuhkan nomor 9. Sementara itu, Deco harus menentukan apakah solusi terbaik datang melalui transfer besar seperti Lautaro atau melalui kombinasi pemain yang sudah tersedia di dalam skuad.
Beberapa hari terakhir bursa transfer pun berpotensi menjadi periode yang sangat menentukan bagi masa depan lini depan Barcelona.
Editor : Mahendra Aditya