JEPARA — Persijap Jepara mulai memanaskan mesin menghadapi kompetisi musim baru, BRI Super League 2026/2027.
Setelah sebelumnya menjalani persiapan secara terbatas, Laskar Kalinyamat menggelar latihan terbuka di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (18/8) malam.
Latihan tersebut menjadi momentum bagi tim untuk membangun kekompakan, setelah komposisi skuad mulai terbentuk.
Sejumlah pemain asing telah bergabung, di antaranya Marcos Blasco, Oumar Bah, Juan Douglas, Paulo Rodriguez, Yaya Sogodogo, Samuel Ofori, dan Rakhmatzoda. Jose Luis alias Tiri juga kembali memperkuat Persijap setelah dipertahankan dari musim lalu.
Dari sektor pemain lokal, Persijap mendatangkan Ahmad Wadil, Tegar Infantrie, dan Rakasurya Handika.
Sementara sejumlah pemain musim lalu yang kembali dipertahankan antara lain sang kiper Sendri Johansyah, Ambizal Umanailo, Buyung Ismu, Adzikry Fadlillah, Rendi Saepul, dan Rahmat Hidayat.
Latihan perdana dengan komposisi yang semakin lengkap itu difokuskan pada adaptasi antarpemain.
Tim pelatih yang dikepalai Juan Cortes Dieguez berupaya membangun chemistry, sekaligus menyatukan karakter permainan sebelum kompetisi bergulir.
Presiden Persijap Jepara, M Iqbal Hidayat, mengakui persiapan tim musim ini berlangsung lebih singkat dari masa ideal.
Persijap baru memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk meracik tim. Mematangkan skuad sebelum pertandingan pertama pada (6/9) mendatang, bertandang melawan Madura United.
“Persiapan kami belum maksimal karena memang mulainya terlambat. Kami harus mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan waktu yang singkat ini sesuai porsinya,” ungkapnya.
Menurutnya, tim idealnya membutuhkan sedikitnya enam pekan untuk menjalani persiapan secara menyeluruh.
Namun, kondisi tersebut membuat jajaran pelatih harus menyusun program secara terukur. Agar target persiapan tetap tercapai tanpa meningkatkan risiko cedera pemain.
“Persiapan itu harusnya minimal enam minggu. Kami hanya punya waktu sekitar tiga minggu. Bagaimana caranya tim pelatih dan tim fisik bisa mengoptimalkan waktu yang ada, tetapi tetap meminimalkan risiko cedera,” ucapnya.
Iqbal berharap waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan secara optimal. Sehingga Persijap mampu tampil maksimal pada pertandingan perdana.
“Kami berharap di pertandingan pertama nanti tim bisa maksimal sesuai dengan waktu yang tersisa,” ucapnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan persiapan Persijap tidak terlepas dari proses finalisasi sejumlah aspek pendukung klub.
Termasuk sponsorship dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.
“Kami sedang melakukan finalisasi sponsorship dan beberapa hal lainnya, termasuk koordinasi dengan Pemkab,” jelasnya.
Dengan skuad yang mulai lengkap, kini Laskar Kalinyamat memasuki fase penting. Guna menyatukan pemain lama dan rekrutan anyar.
Waktu yang terbatas membuat setiap sesi latihan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi tim, sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Ya kami manfaatkan dua stadion, termasuk yang ada di Telukwetan untuk latihan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin