RADAR KUDUS - Paul Pogba resmi mengakhiri perjalanan bersama AS Monaco setelah kedua pihak sepakat memutus kontrak secara mutual. Keputusan tersebut membuat gelandang Prancis itu meninggalkan klub lebih cepat dari rencana awal, setelah periode comeback yang tidak berjalan sesuai harapan.
Monaco dan Pogba mengumumkan perpisahan tersebut menjelang dimulainya musim baru Ligue 1. Kontrak Pogba yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2027 kini berakhir lebih awal setelah klub dan sang pemain menyepakati penghentian kerja sama.
Keputusan tersebut menjadi kejutan karena Pogba baru bergabung dengan Monaco pada 2025. Kepindahan ke klub Prancis itu dirancang sebagai kesempatan bagi mantan pemain Manchester United dan Juventus tersebut untuk membangun kembali kariernya setelah melewati periode panjang tanpa sepak bola kompetitif.
Baca Juga: Pogba Tinggalkan Monaco Setelah Cuma 6 Kali Tampil
Namun, ekspektasi besar itu tidak sepenuhnya terwujud. Pogba kesulitan mendapatkan menit bermain secara konsisten dan hanya tampil dalam jumlah pertandingan yang terbatas. Kondisi kebugaran menjadi salah satu faktor yang membuat proses comeback-nya berjalan tidak maksimal.
Meski demikian, Monaco menilai kehadiran Pogba tetap memberikan kontribusi penting, terutama di luar lapangan. CEO AS Monaco Thiago Scuro menyebut pengalaman dan sikap profesional Pogba memberikan pengaruh positif bagi para pemain muda.
Scuro mengatakan ketika Pogba datang, Monaco memahami bahwa perekrutan tersebut merupakan langkah berani sekaligus ambisius. Walaupun hasil akhirnya tidak sesuai dengan target awal, klub tidak ingin mengabaikan nilai yang diberikan Pogba selama berada di lingkungan tim.
Pengalaman Pogba sebagai pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia bersama Prancis menjadi aset tersendiri bagi ruang ganti Monaco. Ia disebut aktif berbagi pengalaman dan memberikan masukan kepada pemain-pemain muda.
Baca Juga: Real Madrid Disebut Tutup Bursa Transfer 95 Persen, Hanya Satu Kondisi yang Bisa Mengubah Rencana
Bagi Pogba, kesempatan kembali mengenakan seragam klub Prancis juga memiliki arti tersendiri. Setelah mengalami masa sulit dalam kariernya, Monaco menjadi salah satu pintu baginya untuk kembali merasakan atmosfer sepak bola profesional.
Dalam pernyataannya setelah perpisahan, Pogba mengaku tetap menghargai kesempatan yang diberikan Monaco. Ia menyebut bermain untuk klub tersebut dan mewakili Kerajaan Monako sebagai sebuah pengalaman yang berkesan.
Pogba juga tidak menutupi bahwa dirinya berharap bisa tampil lebih banyak selama berada di Monaco. Namun, ia memilih mengakhiri masa tersebut dengan apresiasi terhadap klub yang telah memberinya kesempatan untuk kembali ke lapangan.
Perpisahan ini sekaligus memperpanjang rangkaian fase sulit dalam karier Pogba. Sebelum bergabung dengan Monaco, ia menghadapi larangan bermain setelah kasus doping yang membuat kariernya bersama Juventus berakhir lebih cepat.
Pogba kemudian memperoleh pengurangan masa hukuman dan dapat kembali bermain. Monaco memberinya kesempatan untuk memulai kembali perjalanan profesionalnya, tetapi masalah kebugaran membuat proses tersebut tetap penuh tantangan.
Padahal, Pogba pernah berada di puncak karier. Bersama Juventus, ia berkembang menjadi gelandang kelas dunia sebelum kembali ke Manchester United pada 2016. Di level internasional, pencapaian terbesar Pogba datang ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Sepak Bola, Dokumenter Ungkap Sisi Rapuh Pep Guardiola di Musim Terakhir Bersama Man
Kini, pada usia 33 tahun, Pogba kembali menghadapi pertanyaan mengenai masa depannya. Status tanpa klub membuka kemungkinan bagi sang pemain untuk memilih proyek baru yang sesuai dengan kondisi fisiknya.
Sejumlah spekulasi sebelumnya mengaitkan Pogba dengan MLS maupun kompetisi Arab Saudi. Namun, belum ada kepastian mengenai klub berikutnya. Prioritas utama Pogba saat ini tetap mengembalikan kebugaran dan memastikan dirinya mampu bermain secara reguler.
Dengan kontrak Monaco yang berakhir lebih cepat, babak Pogba di Prancis resmi ditutup. Monaco kehilangan sosok berpengalaman di ruang ganti, sementara Pogba kembali harus mencari jalan untuk menghidupkan kariernya.
Perpisahan tersebut bukan berarti akhir perjalanan Pogba di sepak bola profesional. Sebaliknya, keputusan mutual dengan Monaco memberi sang gelandang kesempatan untuk menentukan sendiri langkah berikutnya setelah comeback yang hanya menghasilkan sebagian dari target yang sebelumnya dicanangkan.
Editor : Mahendra Aditya