RADAR KUDUS - Islam Makhachev kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC.
Menghadapi Ian Machado Garry pada duel utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Sabtu (15/8/2026) waktu setempat, Makhachev berhasil mempertahankan sabuk juara kelas welter melalui kemenangan angka mutlak.
Pertarungan berlangsung selama lima ronde dan tidak berjalan mudah bagi Makhachev.
Ian Garry mampu memberikan perlawanan, terutama ketika pertarungan berlangsung dalam posisi berdiri.
Namun, kemampuan gulat dan kontrol Makhachev tetap menjadi pembeda hingga bel akhir berbunyi.
Ketiga juri akhirnya memberikan kemenangan kepada Makhachev dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Makhachev di UFC menjadi 17 pertandingan.
Catatan itu melewati rekor 16 kemenangan beruntun yang sebelumnya dimiliki Anderson Silva.
Makhachev Akui Garry Lawan yang Tangguh
Meski keluar sebagai pemenang, Makhachev tidak menganggap pertandingan tersebut sebagai kemenangan yang mudah.
Petarung asal Dagestan itu justru memberikan apresiasi tinggi kepada Ian Garry.
Makhachev menilai Garry merupakan petarung berkualitas dan menunjukkan karakter kuat sepanjang lima ronde.
Ia juga menyebut lawannya sebagai sosok yang layak mendapatkan penghormatan.
Pujian tersebut cukup menggambarkan jalannya pertandingan. Garry memiliki keunggulan dari sisi postur dan jangkauan, tetapi Makhachev mampu mengimbanginya melalui permainan gulat, kontrol di area bawah dan tekanan yang konsisten.
Reuters melaporkan Makhachev mampu memanfaatkan keunggulan grappling untuk mengontrol pertarungan meski menghadapi perbedaan tinggi badan dan jangkauan yang cukup signifikan.
Makhachev juga mengakui bahwa menghadapi petarung kelas welter memberikan tantangan berbeda dibanding ketika dirinya masih bertarung di kelas ringan.
Ukuran dan kekuatan lawan membuat penyelesaian melalui submission menjadi lebih sulit.
Ian Garry Tak Cari Alasan
Di sisi lain, Ian Garry menerima kekalahan tersebut dengan sikap terbuka. Petarung asal Irlandia itu tidak berusaha mencari alasan atas hasil yang diterimanya.
Garry justru memberikan penghormatan kepada Makhachev setelah pertarungan. Ia mengakui bahwa Makhachev keluar sebagai pemenang dan tidak memiliki keluhan terhadap keputusan juri.
Sikap tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum UFC 330. Garry sebelumnya menyebut Makhachev sebagai sosok yang ia tempatkan di level sangat tinggi dan menganggap pertarungan tersebut sebagai kesempatan untuk menguji dirinya menghadapi petarung terbaik.
Setelah pertandingan, Garry tetap menunjukkan keyakinan terhadap kemampuannya.
Ia menilai dirinya memiliki modal untuk berkembang dari kekalahan tersebut dan bertekad kembali ke oktagon dengan versi yang lebih baik.
Kekalahan dari Makhachev menjadi kekalahan kedua dalam karier UFC Garry.
Namun, performanya menunjukkan bahwa ia mampu bertahan menghadapi tekanan salah satu petarung paling dominan di organisasi tersebut.
Makhachev Tetap Dominan Meski Wajah Lebam
Kemenangan Makhachev juga tidak datang tanpa konsekuensi. Garry mampu memberikan sejumlah serangan yang membuat wajah sang juara mengalami kerusakan.
Makhachev bahkan sempat menjatuhkan Garry melalui tendangan ke arah kepala.
Namun, Garry mampu bertahan dan kembali memberikan perlawanan pada ronde berikutnya.
Menurut laporan MMA Fighting, Makhachev akhirnya kembali mengandalkan permainan gulat dan kontrol untuk mengamankan kemenangan.
Ia berhasil menjaga pertarungan tetap berada dalam pola yang menguntungkannya hingga ronde kelima.
Data pertandingan yang dirangkum SofaScore juga menunjukkan dominasi Makhachev dalam aspek takedown dan kontrol ground. Ia mencatat enam takedown serta 72 serangan dari posisi ground.
Rekor Baru Makhachev
Kemenangan atas Garry memiliki arti lebih besar bagi Makhachev.
Selain mempertahankan sabuk kelas welter, ia kini mengukir rekor 17 kemenangan UFC secara beruntun.
Pencapaian tersebut membuat namanya melewati rekor Anderson Silva yang sebelumnya bertahan dengan 16 kemenangan beruntun.
Makhachev kini semakin memperkuat posisinya dalam pembicaraan mengenai petarung terbaik dalam sejarah UFC.
Ia sebelumnya telah menguasai kelas ringan sebelum naik ke kelas welter dan merebut sabuk juara.
UFC sendiri mencatat UFC 330 sebagai laga penting bagi Makhachev karena menjadi pertahanan gelar pertamanya di kelas 170 pound.
Pertarungan melawan Garry akhirnya tidak hanya menghasilkan kemenangan bagi Makhachev.
Duel tersebut juga memperlihatkan sikap saling menghormati antara dua petarung elite.
Makhachev menghargai keberanian dan kemampuan Garry, sementara Garry menerima kekalahan tanpa alasan dan berjanji menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi.
Dengan kemenangan ini, Makhachev tetap berada di puncak kelas welter. Sementara bagi Garry, kekalahan tersebut bisa menjadi titik penting untuk membangun kembali perjalanan menuju perebutan sabuk UFC pada masa mendatang.
Editor : Mahendra Aditya