RADAR KUDUS - AC Milan berpeluang mendapatkan pemasukan tambahan besar dari transfer Tijjani Reijnders jika Manchester City benar-benar melepas gelandang asal Belanda itu pada musim panas 2026. Ada klausul bonus yang bisa membuat Milan menerima hingga €14 juta atau sekitar Rp250 miliar.
Reijnders baru semusim memperkuat Manchester City setelah didatangkan dari Milan pada Juni 2025. Namun, masa tinggalnya di Etihad Stadium berpotensi berakhir lebih cepat karena ia kini dikaitkan dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Milan memasukkan klausul khusus dalam kesepakatan transfer Reijnders ke City. Jika sang gelandang dijual kembali hanya satu tahun setelah kepindahannya dari San Siro, sejumlah bonus yang sebelumnya disepakati dapat langsung menjadi hak Milan.
Nilai bonus tersebut mencapai €14 juta. Artinya, apabila transfer Reijnders ke klub lain benar-benar terealisasi pada musim panas ini, Milan berpotensi memperoleh tambahan pemasukan yang cukup signifikan tanpa lagi memiliki sang pemain.
Baca Juga: Pernah Satu Tim di Villa, Tielemans Ungkap Alasan Rashford Layak Dipertahankan MU
Situasinya semakin menarik karena Manchester City dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Al-Qadsiah untuk transfer Reijnders dengan nilai sekitar €60 juta, sementara sejumlah laporan menyebut angkanya bisa mencapai €61 juta. Reijnders juga dikabarkan telah menyetujui kepindahan tersebut, meski proses finalisasi masih menjadi perhatian.
Jika transfer tersebut rampung, Milan menjadi salah satu pihak yang ikut tersenyum. Klub Italia itu sebelumnya sudah mendapatkan keuntungan besar ketika melepas Reijnders ke City pada 2025.
Manchester City secara resmi mengumumkan Reijnders sebagai pemain baru dengan kontrak lima tahun. Dalam pengumuman tersebut, City menyebut sang gelandang datang setelah tampil luar biasa bersama Milan dan dinobatkan sebagai Gelandang Terbaik Serie A 2024/2025. Reijnders mencetak 15 gol dalam 54 pertandingan pada musim terakhirnya di Italia.
Milan sendiri mengonfirmasi penjualan Reijnders ke Manchester City pada 11 Juni 2025. Sebelum hengkang, ia baru memperpanjang kontraknya bersama Rossoneri hingga 30 Juni 2030 pada Maret 2025. Saat perpanjangan tersebut diumumkan, Reijnders sudah mengoleksi 90 penampilan dan 16 gol untuk Milan.
Transfer ke City menjadi penghargaan atas perkembangan pesat Reijnders selama dua musim di San Siro. Ia datang dari AZ Alkmaar pada 2023 dan berkembang menjadi salah satu gelandang penting Milan. Dalam dua musim di Serie A, ia mencatat 104 penampilan dan 19 gol.
Namun, persaingan di lini tengah Manchester City kini semakin ketat. Reijnders harus bersaing dengan sejumlah gelandang, sementara City juga melakukan perubahan besar terhadap komposisi skuad.
Laporan The Times menyebut Reijnders hanya lima kali menjadi starter di Premier League pada paruh kedua musim lalu. Secara keseluruhan, ia mencatat 50 penampilan dengan tujuh gol dan delapan assist selama semusim di Manchester.
Perubahan besar di lini tengah City menjadi salah satu faktor yang membuka peluang kepergian Reijnders. Klub telah mendatangkan Elliot Anderson dengan nilai transfer besar, sementara masa depan Rodri juga sedang menjadi bahan spekulasi setelah Barcelona menunjukkan ketertarikan.
Al-Qadsiah menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan Reijnders. Klub Arab Saudi tersebut disebut siap menggelontorkan sekitar €60 juta. Nottingham Forest juga dikaitkan dengan sang pemain, sedangkan sejumlah laporan sebelumnya menyebut Galatasaray dan Juventus turut memantau situasinya.
Bagi Milan, persoalannya bukan ke mana Reijnders pergi. Yang paling penting adalah kapan ia dijual. Jika transfer terjadi hanya setahun setelah kepindahannya ke Manchester City, klausul yang dilaporkan Gazzetta dapat membuat Milan memperoleh tambahan €14 juta.
Baca Juga: Savinho Absen Latihan, Tottenham Kembali Dekati Bintang Manchester City
Dengan kata lain, Milan bisa mendapatkan "keuntungan kedua" dari satu transaksi yang sama.
Pada 2025, Milan sudah mendapatkan nilai transfer tetap sekitar €55 juta dari penjualan Reijnders, dengan potensi tambahan €14 juta berdasarkan sejumlah target. Kini, jika klausul khusus tersebut benar-benar berlaku seperti yang dilaporkan, potensi bonus itu dapat terealisasi lebih cepat akibat penjualan sang pemain ke klub lain.
Nilai €14 juta tentu bukan jumlah kecil. Dengan kurs sekitar Rp17.800 per euro, nilainya berada di kisaran Rp249 miliar. Angka tersebut bisa menjadi tambahan modal penting bagi Milan untuk menjalankan aktivitas transfer atau memperkuat sektor lain dalam skuad.
Yang menarik, klausul tersebut diduga berkaitan dengan posisi Reijnders sebagai pemain penting Milan ketika kesepakatan dengan City dibuat. Hanya tiga bulan sebelum meninggalkan San Siro, ia baru menandatangani kontrak baru yang mengikatnya hingga 2030.
Dari sudut pandang City, penjualan Reijnders setelah satu musim juga dapat memberikan ruang finansial untuk melakukan manuver transfer berikutnya. Klub saat ini dikaitkan dengan upaya memperkuat lini tengah, terutama setelah munculnya ketidakpastian mengenai masa depan Rodri.
Sementara bagi Reijnders, kepindahan ke Arab Saudi akan menjadi perubahan besar setelah hanya satu musim menjalani pengalaman di Premier League. Ia sebelumnya datang ke City dengan ambisi berkembang di bawah Pep Guardiola dan bermain di salah satu kompetisi paling kompetitif di dunia.
Namun, jika transfer ke Al-Qadsiah benar-benar selesai, efek finansialnya tidak hanya dirasakan Manchester City. AC Milan berpotensi mendapatkan durian runtuh hingga €14 juta hanya karena Reijnders kembali berpindah klub dalam waktu satu tahun.
Saat ini, transfer ke Al-Qadsiah masih perlu menunggu penyelesaian akhir dan keputusan resmi. Tetapi jika kesepakatan tersebut terealisasi, Milan bisa menjadi salah satu pemenang terbesar dari transfer yang sebenarnya tidak lagi melibatkan mereka secara langsung.
Editor : Mahendra Aditya