RADAR KUDUS - Manchester City menghadapi situasi yang semakin menarik terkait masa depan Savinho. Winger asal Brasil itu tidak mengikuti sesi latihan pada Kamis (13/8/2026), di tengah semakin kuatnya kabar bahwa Tottenham Hotspur ingin memboyongnya ke London.
Absennya Savinho memang dijelaskan pihak Manchester City sebagai akibat sakit. Namun, waktunya bertepatan dengan kembali menguatnya spekulasi transfer sang pemain ke Tottenham. Laporan talkSPORT menyebut sumber di City mengonfirmasi bahwa Savinho tidak berlatih karena sakit, sementara minat Spurs terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut terus berlanjut.
Situasi ini menjadi perhatian karena Savinho disebut kembali menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Tottenham. Fabrizio Romano juga melaporkan bahwa keinginan tersebut kembali ditegaskan sang pemain pada pekan ini.
Baca Juga: Barcelona Kejar Rodri, Flick Butuh Sosok Senior untuk Pimpin Generasi Muda
Dengan demikian, absennya Savinho belum bisa dijadikan bukti bahwa transfer ke Tottenham sudah selesai. Tidak ada konfirmasi resmi mengenai kesepakatan kedua klub. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa keinginan pemain dan ketertarikan Spurs masih menjadi faktor penting dalam saga transfer tersebut.
Tottenham sebenarnya sudah lama membidik Savinho. Ketertarikan klub London Utara itu kembali menguat sejak musim panas 2026 setelah upaya sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan. The Standard melaporkan bahwa Spurs telah menghidupkan kembali pembicaraan untuk merekrut winger Brasil tersebut.
Negosiasi bahkan sempat dikabarkan berada di kisaran £60 juta-£65 juta. The Times sebelumnya melaporkan Tottenham tengah membicarakan kesepakatan sekitar £60 juta, sedangkan Goal pada Juli menyebut angka sekitar £65 juta. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa nilai final transfer belum dapat dianggap pasti.
Dari sisi pemain, situasinya cukup masuk akal. Savinho membutuhkan menit bermain lebih banyak untuk mengembangkan kariernya. Ia bergabung dengan Manchester City pada 2024 setelah tampil menonjol bersama Girona dan kemudian mendapatkan kesempatan bermain di skuad Pep Guardiola.
Baca Juga: Starting XI Impian Real Madrid: Bernardo Silva di Tengah, Mbappe-Vinicius Jadi Andalan
Namun, persaingan di sektor sayap City semakin ketat. Kehadiran pemain seperti Jérémy Doku, Rayan Cherki, Omar Marmoush dan Antoine Semenyo membuat persaingan mendapatkan tempat utama semakin berat. talkSPORT sebelumnya menyebut Savinho kesulitan memperoleh waktu bermain yang konsisten di tengah banyaknya opsi menyerang City.
Musim lalu, Savinho juga hanya mendapatkan tujuh kesempatan sebagai starter di Premier League menurut laporan The Times. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sang pemain disebut terbuka terhadap kepindahan ke Tottenham.
Di sisi lain, Manchester City tidak berada dalam posisi yang mudah untuk melepasnya. Savinho masih memiliki kontrak jangka panjang hingga 2031. Ia juga merupakan investasi penting klub setelah didatangkan dari Troyes pada 2024.
Manchester City sebelumnya mengeluarkan sekitar £30,8 juta untuk mendapatkan Savinho, yang saat itu masih berusia 20 tahun. Setelah berkembang di Girona, ia kemudian menjadi bagian dari proyek jangka panjang City.
Karena itu, keputusan City kemungkinan tidak hanya bergantung pada besaran tawaran Tottenham. Klub juga perlu mempertimbangkan apakah mereka memiliki pengganti yang cukup untuk mengisi posisi Savinho.
Faktor tersebut semakin relevan setelah City memasuki era baru di bawah Enzo Maresca. Dalam tur pramusim Asia, Maresca sempat memuji performa para pemain sayapnya. Savinho juga tampil mengesankan di sisi serangan dalam rangkaian pertandingan pramusim.
Tottenham sendiri membutuhkan tambahan daya gedor setelah melakukan perubahan besar dalam skuad. Di bawah Roberto De Zerbi, Spurs agresif memperkuat tim dan Savinho dipandang cocok dengan kebutuhan mereka di sektor sayap.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian Savinho menghadapi pemain bertahan membuatnya menjadi profil yang menarik bagi Tottenham. Pemain Brasil tersebut juga bisa memberikan variasi serangan dari sisi kanan maupun kiri.
Bagi Savinho, kepindahan ke London berpotensi menjadi jalan untuk mendapatkan peran lebih besar. Bagi Tottenham, transfer ini bisa menjadi investasi untuk pemain yang masih berada di usia produktif awal.
Namun, hingga saat ini, Savinho belum resmi menjadi pemain Tottenham. Absennya dari latihan Manchester City pada Kamis lalu dikonfirmasi berkaitan dengan sakit, sementara isu kepindahannya ke Spurs masih berada dalam tahap negosiasi dan spekulasi transfer.
Jika kesepakatan akhirnya tercapai, transfer tersebut berpotensi menjadi salah satu transaksi besar Tottenham pada musim panas ini. Sebaliknya, apabila City memilih mempertahankan Savinho, sang winger harus kembali bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di lini serang Maresca.
Editor : Mahendra Aditya