Starting XI Impian Real Madrid: Bernardo Silva di Tengah, Mbappe-Vinicius Jadi Andalan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:03 WIB
Bernardo Silva pemain baru Real Madrid.
Bernardo Silva pemain baru Real Madrid.

RADAR KUDUS - Real Madrid memiliki banyak pilihan untuk membangun starting XI kuat pada musim 2026/2027. Salah satu skenario paling menarik adalah menempatkan Bernardo Silva sebagai pengatur permainan dari area tengah, dengan Jude Bellingham lebih dekat ke lini serang dan trio Vinicius Junior, Kylian Mbappe, serta Yan Diomande di depan.

Namun, susunan tersebut lebih tepat disebut sebagai proyeksi taktik, bukan starting XI resmi José Mourinho. Real Madrid memang telah mengonfirmasi kedatangan Bernardo Silva dengan kontrak hingga 30 Juni 2028, tetapi belum ada pernyataan klub yang memastikan pemain Portugal itu akan dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Jika Mourinho memilih pendekatan tersebut, Bernardo bisa menjadi elemen penting untuk mengatasi persoalan keseimbangan di lini tengah. Pemain berusia 31 tahun itu memiliki pengalaman panjang sebagai gelandang yang mampu mengontrol penguasaan bola, bergerak di ruang sempit, sekaligus membantu membangun serangan dari area yang lebih dalam.

Baca Juga: Ibrahim Mbaye Diburu Manchester United, PSG Pasang Harga Sekitar Rp900 Miliar

Kedatangan Bernardo juga memberikan dimensi berbeda bagi Madrid. Ia sebelumnya menjadi bagian penting Manchester City sejak 2017 dan meraih enam gelar Premier League serta satu Liga Champions bersama klub Inggris tersebut. Pengalamannya di pertandingan besar menjadi modal berharga bagi skuad yang tengah memasuki era baru di bawah Mourinho.

Di bawah mistar, Thibaut Courtois masih menjadi pilihan utama. Kiper Belgia tersebut menjadi fondasi penting di belakang, sementara lini pertahanan dapat diisi Trent Alexander-Arnold, Ibrahima Konate, Eder Militao, dan Marc Cucurella.

Komposisi tersebut memberikan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan distribusi bola. Trent bisa memberikan kreativitas dari sisi kanan, Cucurella menawarkan agresivitas dari kiri, sedangkan kombinasi Konate dan Militao memberikan kekuatan dalam duel fisik.

Real Madrid juga memiliki Dean Huijsen, Antonio Rudiger, Ferland Mendy, Denzel Dumfries, serta sejumlah pemain lain yang memungkinkan Mourinho melakukan rotasi. Daftar skuad resmi klub untuk musim 2026/2027 memang menunjukkan kedalaman cukup besar di sektor belakang.

Baca Juga: Yan Diomande hingga Bernardo Silva, 5 Senjata Real Madrid di Sisi Kanan

Persoalan paling menarik justru berada di lini tengah. Jika Bernardo benar-benar dipasang sebagai pemain terdalam, ia dapat beroperasi bersama Arda Guler dan Jude Bellingham.

Guler memiliki kemampuan teknis untuk menerima bola di antara lini dan menghubungkan permainan dengan penyerang. Sementara Bellingham bisa didorong lebih dekat ke kotak penalti agar kemampuan mencetak gol dan penetrasinya semakin maksimal.

Dalam skenario tersebut, Bernardo tidak harus berperan sebagai gelandang bertahan konvensional seperti Aurélien Tchouameni. Ia bisa menjalankan fungsi sebagai deep-lying playmaker, yakni pemain yang turun menjemput bola, mengatur tempo, kemudian mengalirkannya ke area yang lebih maju.

Inilah yang membuat eksperimen tersebut menarik sekaligus berisiko. Bernardo memiliki kecerdasan taktik dan kualitas penguasaan bola, tetapi bermain sebagai gelandang bertahan murni menuntut kemampuan membaca serangan lawan, menjaga area di depan bek, serta memenangkan duel ketika tim kehilangan bola.

Karena itu, Tchouameni, Federico Valverde, dan Eduardo Camavinga tetap memiliki peluang besar menjadi pilihan utama. Ketiganya secara profil lebih natural untuk menjalankan tugas defensif dibandingkan Bernardo. Skuad resmi Madrid juga menempatkan ketiga pemain tersebut sebagai gelandang.

Jika lini tengah mampu bekerja sesuai rencana, sektor depan Madrid bisa menjadi sumber ancaman terbesar. Vinicius Junior tetap menjadi kandidat utama di sisi kiri, Kylian Mbappe beroperasi sebagai ujung tombak, sedangkan Yan Diomande berpeluang menempati sayap kanan.

Madrid telah memperpanjang kontrak Vinicius hingga Juni 2032. Reuters mencatat pemain Brasil tersebut sudah mengoleksi 128 gol dan 100 assist sejak bergabung dengan klub pada 2018, sekaligus membantu Madrid meraih dua trofi Liga Champions dan tiga gelar LaLiga.

Baca Juga: Mourinho Temukan Kunci Baru di Tengah: Bernardo Silva Mulai Tata Permainan Real Madrid

Sementara itu, Diomande menjadi salah satu wajah baru dalam proyek Madrid. Kehadirannya memberikan opsi penyerang sayap kanan yang lebih natural dan dapat menciptakan variasi melalui kecepatan serta kemampuan duel satu lawan satu.

Mbappe kemudian menjadi titik sentral serangan. Dengan Vinicius dan Diomande bergerak dari kedua sisi, penyerang Prancis itu dapat lebih sering menyerang ruang di antara bek tengah atau mencari posisi di sekitar kotak penalti.

Formasi tersebut secara teoritis bisa berubah dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 ketika Madrid menguasai bola. Bernardo dapat turun menjadi penghubung pertama, sementara Bellingham bergerak lebih tinggi dan Guler mencari ruang di belakang Mbappe.

Ketika kehilangan bola, struktur itu membutuhkan respons cepat. Bernardo dan Guler harus mampu mempersempit ruang, sementara Bellingham membantu tekanan dari lini kedua. Tanpa koordinasi tersebut, penggunaan Bernardo sebagai gelandang terdalam dapat membuat pertahanan Madrid terlalu mudah diekspos.

Mourinho tentu memiliki banyak alternatif untuk mengatasi risiko itu. Valverde bisa dimasukkan untuk menambah energi dan kemampuan bertahan, sedangkan Tchouameni dapat digunakan ketika Madrid membutuhkan gelandang yang lebih kuat dalam menjaga area depan pertahanan.

Dengan demikian, keunggulan utama Madrid musim ini bukan hanya kualitas starting XI, tetapi banyaknya opsi untuk mengubah karakter permainan tanpa melakukan pergantian besar dalam struktur tim. Daftar resmi klub juga menunjukkan adanya kedalaman di hampir seluruh posisi, termasuk Bernardo, Bellingham, Camavinga, Valverde, Tchouameni, Guler, Brahim, Vinicius, Mbappe, Rodrygo, Endrick, dan Diomande.

Mourinho kini memiliki tantangan untuk menemukan formula terbaik dari skuad tersebut. Bernardo Silva sebagai gelandang bertahan merupakan salah satu eksperimen paling berani, tetapi jika berhasil, Madrid bisa mendapatkan pengatur tempo tambahan tanpa mengorbankan kreativitas di lini depan.

Proyeksi starting XI yang paling ofensif dapat terdiri dari Courtois; Trent, Konate, Militao, Cucurella; Bernardo Silva, Arda Guler, Bellingham; Diomande, Mbappe, Vinicius.

Susunan itu belum tentu menjadi pilihan utama Mourinho pada laga resmi. Namun, melihat komposisi skuad terbaru, eksperimen tersebut menggambarkan betapa besar fleksibilitas yang kini dimiliki Real Madrid setelah mendatangkan Bernardo Silva, Konate, Cucurella, Dumfries, dan Diomande.

Editor : Mahendra Aditya
Jose Mourinho Real Madrid Bernardo Silva Real Madrid Starting XI Real Madrid 2026 formasi Real Madrid 2026 Mbappe Vinicius Diomande