RADAR KUDUS - Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan persoalan di sektor sayap kanan yang mulai berubah menjadi sebuah keuntungan. Kedatangan Yan Diomande dan Bernardo Silva membuat José Mourinho kini memiliki lebih banyak alternatif untuk mengisi area tersebut, dengan Federico Valverde, Brahim Diaz, dan pemain lain juga dapat menjadi solusi sesuai kebutuhan pertandingan.
Perubahan ini penting bagi Real Madrid karena sisi kanan menjadi salah satu area yang membutuhkan pembenahan setelah beberapa musim terakhir tidak memiliki satu pemain yang benar-benar konsisten menjadi pilihan utama. Kini Mourinho justru dihadapkan pada persoalan berbeda: memilih kombinasi terbaik dari pemain dengan karakter yang tidak sama.
Yan Diomande menjadi opsi paling natural. Pemain Pantai Gading berusia 19 tahun itu didatangkan dari RB Leipzig dengan kontrak hingga Juni 2033. Reuters melaporkan nilai transfernya berpotensi mencapai 125 juta euro ditambah bonus 10-15 juta euro. Diomande datang setelah mencatat 12 gol dan sembilan assist bersama Leipzig pada musim sebelumnya.
Baca Juga: Brahim Diaz Cetak Gol, Umpan Lunin Antar Real Madrid Raih Trofi Teresa Herrera
Kedatangan Diomande sekaligus mempertegas rencana Madrid untuk memberikan ancaman lebih besar dari sisi kanan. Kecepatan, kemampuan membawa bola, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan membuatnya menjadi profil yang berbeda dibandingkan pemain yang sebelumnya kerap digeser ke posisi tersebut. ESPN juga menilai transfer tersebut sebagai bagian penting dari upaya Mourinho membangun kembali lini serang Madrid.
Bernardo Silva memberikan alternatif dengan pendekatan yang berbeda. Mantan pemain Manchester City itu lebih dikenal melalui kemampuan mengontrol tempo, kombinasi umpan pendek, pergerakan tanpa bola, dan kecerdasan dalam menemukan ruang. Real Madrid mendapatkan pemain Portugal tersebut pada musim panas ini setelah ia bergabung secara gratis.
Jika Mourinho membutuhkan penguasaan bola yang lebih dominan, Bernardo dapat menjadi opsi yang menarik dari kanan, baik sebagai pemain sayap maupun gelandang yang bergerak melebar. Kehadirannya juga memberikan pengalaman besar karena ia sudah terbiasa tampil dalam pertandingan berintensitas tinggi di level domestik dan Liga Champions.
Federico Valverde menawarkan pendekatan yang jauh lebih mengutamakan keseimbangan. Pemain Uruguay tersebut merupakan gelandang tengah secara natural, tetapi kemampuan berlari, daya jelajah, kekuatan fisik, dan disiplin bertahannya membuatnya dapat membantu sisi kanan ketika Madrid membutuhkan struktur permainan yang lebih aman.
Dalam situasi tertentu, Valverde bahkan bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan ketika pemain lain diberikan kebebasan menyerang. Perannya bukan semata-mata menciptakan peluang, melainkan membantu Madrid tetap kuat ketika kehilangan bola.
Brahim Diaz menjadi pilihan lain yang memiliki karakter lebih agresif dalam membawa bola. Kemampuan teknisnya memungkinkan dia bermain di area kanan maupun masuk ke tengah untuk mencari ruang. Brahim juga dapat menjadi alternatif ketika Mourinho membutuhkan pemain yang mampu mengubah tempo serangan dari sisi lapangan.
Selain lima nama tersebut, kedalaman skuad Madrid sebenarnya masih memungkinkan sejumlah pemain lain mengisi area kanan. Skuad resmi klub mencantumkan Rodrygo, Arda Güler, Brahim Diaz, Endrick, dan beberapa pemain ofensif lainnya. Rodrygo secara natural lebih dekat dengan peran penyerang sayap, sementara Güler juga memiliki fleksibilitas untuk bergerak dari sisi kanan menuju area tengah.
Kondisi ini membuat Mourinho tidak harus menggunakan pendekatan yang sama dalam setiap pertandingan. Melawan tim yang bertahan rendah, kehadiran pemain dengan kemampuan dribel dan kreativitas seperti Diomande atau Brahim bisa lebih berguna. Sebaliknya, menghadapi lawan yang agresif, kombinasi pemain yang lebih kuat secara fisik dan disiplin seperti Valverde dapat memberikan keseimbangan.
Mourinho sendiri telah resmi ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid hingga 30 Juni 2029. Kembalinya pelatih asal Portugal tersebut menjadi bagian dari proyek baru Madrid setelah klub melewati musim sebelumnya tanpa memenuhi standar prestasi yang diharapkan.
Kehadiran Diomande dan Bernardo Silva juga menunjukkan bahwa Madrid tidak sekadar menambah jumlah pemain, tetapi memperbanyak karakter yang tersedia untuk pelatih. Diomande memberikan ancaman vertikal dan kecepatan, Bernardo menawarkan kontrol serta kreativitas, Valverde menghadirkan tenaga dan keseimbangan, sedangkan Brahim memberikan kemampuan teknis dalam situasi satu lawan satu.
Dengan begitu, masalah terbesar Mourinho di sisi kanan bukan lagi minimnya pilihan. Justru sebaliknya, sang pelatih kini harus menentukan siapa yang paling cocok dengan kebutuhan pertandingan tanpa membuat pemain lain kehilangan peran.
Bagi Real Madrid, kedalaman tersebut bisa menjadi modal penting sepanjang musim. Jadwal padat membuat rotasi menjadi kebutuhan, sementara variasi karakter pemain memungkinkan Mourinho mengubah pendekatan tanpa harus melakukan perubahan besar terhadap struktur tim.
Editor : Mahendra Aditya