RADAR KUDUS - Luis Enrique menilai mentalitas Paris Saint-Germain menjadi kunci keberhasilan timnya mempertahankan gelar Piala Super Eropa. PSG menundukkan Aston Villa 2-1 di Salzburg, Austria, meski sebagian besar pemain utama baru menjalani persiapan singkat setelah membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026.
Kemenangan tersebut membuat PSG kembali mengangkat trofi Piala Super Eropa untuk tahun kedua secara beruntun. Les Parisiens sebelumnya menjadi juara pada 2025 dan kini berhasil mengulangi pencapaian tersebut setelah melewati perlawanan Aston Villa.
Bagi Enrique, keberhasilan itu jauh dari kata mudah. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai kondisi tim tidak ideal karena waktu latihan bersama yang sangat terbatas. Sejumlah pemain bahkan baru kembali dari masa liburan setelah tampil di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Brahim Diaz Cetak Gol, Umpan Lunin Antar Real Madrid Raih Trofi Teresa Herrera
"Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dan tahu kemampuan mereka. Namun, situasinya sangat rumit, seperti musim lalu," kata Enrique kepada Canal+ seusai pertandingan.
Enrique secara khusus memberikan apresiasi terhadap sikap para pemain yang tetap mampu mempertahankan intensitas pertandingan meski belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Menurutnya, PSG hanya memiliki beberapa hari untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan penting tersebut.
"Tim menunjukkan sesuatu yang harus kami soroti. Tidak mudah melakukan ini hanya dengan beberapa hari latihan," ujar Enrique, seperti dikutip RMC.
Kondisi tersebut sebelumnya sudah menjadi perhatian Enrique. Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, ia mengakui persiapan PSG tidak ideal. Sebagian pemain belum mendapatkan waktu latihan yang cukup setelah menjalani rangkaian pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga: Julián Álvarez Terjepit: Pilih Barcelona atau Bertahan di Atlético Madrid
Namun, situasi itu tidak menghalangi PSG untuk kembali memburu trofi. Kemenangan atas Aston Villa memperlihatkan bahwa skuad Enrique memiliki mental kompetitif yang tetap terjaga meskipun kalender sepak bola internasional membuat masa persiapan mereka sangat pendek.
PSG membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia sebelum Aston Villa menyamakan skor lewat Brian Madjo. Désiré Doué kemudian menjadi penentu kemenangan PSG pada babak kedua.
Bagi Enrique, kekuatan utama tim bukan sekadar kualitas teknis. Ia menilai para pemain memiliki motivasi alami karena menikmati sepak bola yang mereka mainkan.
"Para pemain ini sangat mudah dimotivasi karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan," kata Enrique. Ia bahkan menggambarkan kondisi internal tim sebagai situasi yang nyaris sempurna.
Trofi tersebut juga memperpanjang periode dominasi PSG di kompetisi Eropa. Klub asal Paris itu kini berhasil memenangkan empat trofi Eropa secara beruntun, terdiri dari dua gelar Liga Champions dan dua Piala Super Eropa.
Pencapaian tersebut menandai perubahan besar dalam sejarah PSG. Setelah bertahun-tahun mengejar trofi Eropa, klub Prancis itu kini justru mampu mempertahankan momentum dan menjadikan kemenangan sebagai kebiasaan.
Baca Juga: PSG Bekuk Aston Villa 2-1, Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Enrique pun tidak ingin skuadnya terlena. Ia meminta para pemain menikmati kesuksesan tersebut, tetapi segera kembali memusatkan perhatian pada target berikutnya.
Menurutnya, mempertahankan gelar jauh lebih sulit dibandingkan sekadar meraih satu trofi. Karena itu, PSG harus tetap memiliki ambisi dan profesionalisme untuk kembali mengejar seluruh gelar yang tersedia.
Pesan tersebut menjadi gambaran jelas mengenai target PSG musim ini. Trofi Piala Super Eropa bukanlah garis akhir, melainkan pembuka perjalanan panjang untuk mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Dengan jadwal kompetisi domestik yang segera dimulai, Enrique kini dituntut mengelola kondisi fisik skuad setelah periode internasional yang padat. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi ketika PSG mulai menghadapi pertandingan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Editor : Mahendra Aditya