Juan Cortés Segera Tangani Persijap, Pelatih Spanyol dengan Jejak Internasional

Admin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Juan Cortés Diéguez
Juan Cortés Diéguez

JEPARA — Persijap Jepara bersiap menyambut pelatih baru asal Spanyol. Juan Cortés Diéguez dilaporkan segera diumumkan sebagai nakhoda baru Laskar Kalinyamat untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kabar tersebut pertama kali mencuat dari media olahraga Spanyol, Diario AS, yang melaporkan bahwa Cortés akan segera terbang menuju Jepara untuk memimpin Persijap pada musim kompetisi mendatang. AS menyebut pelatih kelahiran Jaén itu meninggalkan sepak bola Bolivia setelah menghadapi situasi sulit di klub dan kompetisi setempat.

Kedatangan Cortés sekaligus menandai kembalinya pelatih 42 tahun tersebut ke Asia. Sebelumnya, ia pernah menangani CSKA Dushanbe di Tajikistan sebelum melanjutkan petualangannya ke Bolivia.

Menurut laporan AS, Cortés tidak datang sendirian. Ia disebut bakal tiba di Jepara bersama seorang pemain asal Spanyol yang juga akan memperkuat Persijap. Keduanya akan bergabung dengan dua pemain Spanyol yang lebih dahulu berada di skuad Persijap, yakni Tiri dan Blasco.

Juan Cortés bukan nama baru dalam sepak bola internasional. Ia lahir di Jaén, Spanyol, pada 5 November 1983. Data Transfermarkt mencatat Cortés memiliki lisensi kepelatihan UEFA Pro Licence dan dikenal menggunakan sejumlah variasi formasi, dengan 4-4-2 sebagai salah satu pola yang kerap digunakan.

Karier kepelatihannya juga cukup panjang dan melintasi sejumlah negara.

Cortés mengawali perjalanan sebagai pelatih di Spanyol sebelum memperluas karier ke Asia dan Amerika. Ia pernah menangani klub di Thailand, Nicaragua, El Salvador, Bolivia hingga Tajikistan.

Di El Salvador, Cortés bahkan mendapat pengalaman menangani tim nasional kelompok umur. Ia dipercaya melatih Timnas El Salvador U-20 pada 2024 dan juga sempat menjadi bagian dari staf tim nasional senior sebagai asisten pelatih. Data Transfermarkt mencatat ia menangani El Salvador U-20 dalam 13 pertandingan dengan rata-rata 1,31 poin per pertandingan.

Sebelumnya, ia juga menangani sejumlah klub di kompetisi El Salvador, termasuk CD Platense, Alianza FC, Isidro Metapán dan Independiente.

Pengalaman tersebut membuat Cortés memiliki pemahaman terhadap karakter sepak bola di kawasan Asia dan Amerika, dua wilayah yang cukup berbeda secara kultur maupun gaya bermain.

Sebelum dikaitkan dengan Persijap, Cortés baru saja menangani San Antonio Bulo Bulo di kompetisi utama Bolivia.

Ia ditunjuk sebagai pelatih San Antonio pada Maret 2026. Media Bolivia La Razón mencatat Cortés datang setelah sebelumnya menangani CSKA Dushanbe di Tajikistan. Sebelumnya, ia juga sempat menangani Real Tomayapo.

Berdasarkan data Transfermarkt, Cortés menangani San Antonio Bulo Bulo dalam delapan pertandingan pada 2026, dengan catatan dua kemenangan, satu imbang dan lima kekalahan. Ia meninggalkan klub tersebut pada 29 Juni 2026.

Sementara bersama Real Tomayapo pada akhir 2025, Cortés mencatat 14 pertandingan dengan enam kemenangan, satu hasil imbang dan tujuh kekalahan.

Menariknya, Cortés memiliki identitas permainan yang cukup jelas.

Dalam wawancara dengan AS pada 2019, ketika menangani Independiente di El Salvador, Cortés menyebut dirinya menyukai sepak bola menyerang. Ia mengaku terinspirasi gaya permainan Pep Guardiola, meski tidak ingin terpaku pada satu filosofi.

Cortés juga dikenal menyukai permainan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi untuk merebut bola kembali secepat mungkin. Formasi 4-2-3-1 dan 4-4-2 termasuk pola yang pernah ia gunakan, namun ia menekankan pentingnya menyesuaikan sistem dengan karakter pemain yang tersedia.

Pendekatan fleksibel tersebut bisa menjadi menarik bagi Persijap yang tengah membangun skuad untuk menghadapi persaingan level tertinggi sepak bola Indonesia.

Jika resmi diumumkan, Cortés akan menghadapi pekerjaan besar. Persijap harus segera beradaptasi dengan pelatih baru sebelum kompetisi dimulai.

Diario AS menyebut Persijap dijadwalkan mengawali kompetisi pada 6 September 2026 dengan bertandang ke markas Madura United. Musim sebelumnya, Persijap baru memastikan keselamatan dari ancaman degradasi pada pertandingan terakhir.

Karena itu, kedatangan Cortés bukan sekadar pergantian pelatih. Persijap berharap pengalaman internasionalnya mampu membawa perubahan terhadap permainan dan sekaligus membuat Laskar Kalinyamat lebih kompetitif di kasta tertinggi.

Dengan pengalaman melatih di Eropa, Asia, Amerika Tengah hingga Amerika Selatan, Cortés kini berpeluang menambah Indonesia sebagai negara berikutnya dalam perjalanan panjang karier kepelatihannya.

Bagi Persijap, sosok pelatih asal Jaén tersebut diharapkan menjadi bagian dari proyek baru untuk membuat Laskar Kalinyamat lebih stabil, kompetitif, dan mampu bertahan lebih nyaman di level tertinggi sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Admin
juan cortes cska