KUDUS – Teka-teki mengenai sosok yang akan menukangi Persiku Kudus pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 mulai menemukan titik terang.
Nama mantan pelatih PSIS Semarang dan Persijap Jepara, Kahudi Wahyu, mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengarsiteki tim berjuluk Macan Muria tersebut.
Kahudi mengakui bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persiku.
Pembicaraan tersebut berkaitan dengan kemungkinan dirinya dipercaya menjadi pelatih Persiku untuk menghadapi kompetisi musim mendatang.
“Ya, saya ada komunikasi dengan manajemen Persiku. Saya siap kalau nantinya ditunjuk menjadi pelatih Persiku,” ujar Kahudi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus melalui pesan singkat.
Kahudi Wahyu bukan nama baru dalam sepak bola nasional. Kiprahnya sebagai pelatih mulai mendapat perhatian ketika menangani Persijap Jepara di kompetisi Liga 2.
Kala itu, ia dinilai mampu mengoptimalkan potensi para pemain muda yang memperkuat skuad Laskar Kalinyamat.
Di bawah arahannya, Persijap mampu menunjukkan performa yang cukup konsisten pada Liga 2 2024/2025.
Persijap berhasil menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup 2 pada putaran pertama Pegadaian Liga 2.
Bahkan, tim asal Jepara tersebut sempat melewati sejumlah pertandingan tanpa kekalahan sebelum akhirnya takluk 0-2 dari Bhayangkara FC pada laga ketujuh.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal Kahudi menghadapi kemungkinan kembali berkompetisi di Liga 2 bersama Persiku.
Terlebih, persiapan menuju musim baru dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Kahudi mengaku telah memiliki gambaran mengenai sejumlah hal yang perlu segera dipersiapkan apabila dirinya benar-benar dipercaya menangani Persiku.
Mulai dari komposisi pemain hingga pembentukan tim kepelatihan menjadi bagian yang harus segera ditentukan.
Ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan waktu persiapan yang cukup terbatas.
Pasalnya, kondisi serupa pernah dialaminya ketika mendapat kepercayaan menangani PSIS Semarang maupun PSBS Biak.
“Yang jelas saya pernah menghadapi situasi seperti ini. Itu juga sudah masuk dalam rencana saya sekarang. Yang paling penting adalah menentukan prioritas terlebih dahulu,” ungkapnya.
Menurut Kahudi, seorang pelatih harus mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi, termasuk ketika mendapat tugas membangun tim dalam waktu yang singkat.
Tantangan tersebut justru menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dihadapi secara profesional.
Jika nantinya resmi bergabung dengan Persiku, Kahudi akan menghadapi persaingan ketat di Grup Barat Liga 2.
Ia menilai persaingan musim ini berpotensi berlangsung sengit karena setiap tim tentu memiliki target masing-masing.
Meski demikian, Kahudi tetap optimistis Persiku dapat bersaing apabila memiliki materi pemain yang kompetitif serta didukung keseriusan manajemen, jajaran staf, dan suporter.
“Semoga dalam waktu dekat sudah bisa tanda tangan kontrak dan menjadi kesepakatan resmi dengan Persiku,” katanya.
Ketika kembali ditanya mengenai peluang dirinya benar-benar bergabung dengan Persiku, Kahudi memberikan sinyal positif.
Ia mengisyaratkan bahwa proses menuju kesepakatan sudah berada di tahap yang cukup dekat.
Dengan komunikasi yang semakin intensif tersebut, publik sepak bola Kudus kini tinggal menunggu keputusan resmi manajemen mengenai sosok yang akan memimpin Macan Muria menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. (gal)
Editor : Ali Mustofa