RADAR KUDUS - Lionel Messi mengambil keputusan personal setelah mengantar ayahnya, Jorge Messi, ke tempat peristirahatan terakhir. Kapten tim nasional Argentina itu memilih tidak langsung kembali ke Amerika Serikat dan memperpanjang waktunya di Rosario untuk bersama keluarga setelah prosesi pemakaman berlangsung secara tertutup.
Jorge Messi meninggal dunia pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dalam usia 68 tahun. Kabar tersebut membuat Messi meninggalkan aktivitas bersama Inter Miami dan terbang ke Argentina untuk mendampingi keluarga. Sejumlah laporan menyebut pemakaman digelar secara privat di El Prado, sebuah pemakaman di Pérez, wilayah yang berada tidak jauh dari Rosario.
Messi tiba di Rosario pada Sabtu malam dan langsung menuju lokasi tempat ayahnya disemayamkan. Prosesi perpisahan dilakukan secara terbatas, hanya dihadiri keluarga serta orang-orang terdekat. Suasana dibuat jauh dari sorotan publik, sejalan dengan keinginan keluarga untuk menjaga momen tersebut tetap personal.
Setelah prosesi selesai, Messi tidak terburu-buru meninggalkan Rosario. Ia memilih menghabiskan waktu tambahan bersama keluarga sebelum kembali menjalani aktivitas profesionalnya di Amerika Serikat. Keputusan itu menjadi bentuk prioritas Messi terhadap keluarganya pada salah satu momen paling berat dalam kehidupan pribadinya.
Laporan terbaru menyebut Messi dan keluarganya masih berada di Rosario setelah pemakaman. Kepulangan mereka ke Amerika Serikat tidak dilakukan sesegera perkiraan sebelumnya.
Kepergian Jorge Messi memiliki arti khusus dalam perjalanan hidup sang megabintang. Jorge bukan hanya ayah Messi, tetapi juga sosok penting dalam perkembangan karier putranya sejak masa kanak-kanak.
Ia berperan sebagai agen Messi sejak putranya masih berusia 14 tahun dan turut mendampingi perjalanan karier yang akhirnya membawa sang anak menjadi salah satu pesepak bola terbesar dalam sejarah.
Hubungan tersebut membuat kehilangan Jorge menjadi pukulan besar bagi keluarga Messi. Bahkan ketika Messi menjalani agenda sepak bola internasional, kondisi kesehatan ayahnya menjadi perhatian keluarga.
Jorge diketahui telah mengalami masalah kesehatan selama beberapa waktu, tetapi keluarga memilih tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai konsumsi publik.
Kerahasiaan mengenai kondisi Jorge kembali terlihat menjelang dan selama periode Piala Dunia 2026. Messi tetap menjalankan tugas bersama Argentina, sementara ayahnya tidak melanjutkan rencana perjalanan karena kondisi kesehatannya. Anggota keluarga lainnya juga memberikan dukungan secara langsung.
Kini, setelah Jorge meninggal, Messi kembali menunjukkan sikap yang sama dengan menjaga kehidupan keluarganya dari sorotan berlebihan. Prosesi pemakaman berlangsung tanpa seremoni publik besar dan hanya melibatkan lingkaran terdekat keluarga.
Suasana di sekitar El Prado juga relatif tenang. Sejumlah laporan menyebut warga dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi memilih menghormati privasi Messi. Dukungan tetap diberikan, tetapi tidak berubah menjadi kerumunan besar yang berpotensi mengganggu proses perpisahan.
Salah satu bentuk penghormatan datang dari dunia sepak bola Argentina. Federasi Sepak Bola Argentina dan jajaran staf tim nasional mengirimkan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa kepada keluarga Messi.
Dukungan juga datang dari mantan klub Messi. Barcelona menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Jorge dan mengakui peran pentingnya dalam perjalanan karier putranya. Jorge memang menjadi salah satu figur yang membantu mengelola perjalanan profesional Messi sejak usia muda.
Bagi Messi, momen tersebut datang ketika kalender sepak bola klub tetap berjalan padat. Inter Miami sedang menjalani Leagues Cup 2026, turnamen yang mempertemukan klub-klub MLS dan Liga MX. Kompetisi tersebut berlangsung sepanjang Agustus hingga awal September, sehingga absennya Messi terjadi di tengah jadwal kompetitif klub.
Messi sebelumnya tidak tampil dalam pertandingan Inter Miami setelah kabar wafatnya sang ayah. Prioritasnya saat itu jelas: kembali ke Rosario dan mendampingi keluarga untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada Jorge.
Situasi tersebut memperlihatkan sisi lain Messi yang jarang terlihat ketika berada di lapangan. Sebagai pemain utama Inter Miami dan kapten Argentina, hampir setiap gerakannya biasanya berkaitan dengan tuntutan pertandingan, target gelar, dan performa.
Namun, setelah kehilangan ayahnya, sepak bola untuk sementara berada di belakang keluarga.
Keputusan Messi untuk memperpanjang masa tinggal di Rosario juga memperlihatkan bahwa kepulangannya bukan sekadar perjalanan singkat untuk menghadiri pemakaman. Ia ingin memberikan waktu bagi dirinya sendiri dan keluarga untuk melewati masa duka tanpa tekanan untuk segera kembali ke rutinitas profesional.
Rosario sendiri memiliki posisi emosional yang sangat kuat dalam kehidupan Messi. Kota tersebut merupakan tempat kelahirannya sekaligus lokasi sebagian besar akar keluarganya. Karena itu, kepulangannya setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sepak bola di luar negeri menjadi momen yang sarat makna personal.
Sejumlah jurnalis memang terlihat berjaga di sekitar kawasan tempat keluarga Messi berada. Namun, laporan mengenai aktivitas keluarga tetap terbatas. Para tetangga juga disebut memilih tidak mendekat meski mengetahui keberadaan keluarga Messi, demi memberikan ruang bagi mereka.
Sikap tersebut berbeda dari situasi yang biasanya mengiringi kehadiran Messi. Sebagai salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia, keberadaannya hampir selalu menarik perhatian. Kali ini, masyarakat Rosario justru memberikan dukungan dengan cara menjaga jarak.
Keputusan Messi untuk tetap tinggal bersama keluarganya juga menunjukkan perubahan prioritas yang sangat manusiawi. Di tengah statusnya sebagai bintang global, Messi tetap menghadapi kehilangan seperti anggota keluarga lainnya.
Jorge Messi sendiri merupakan figur penting di balik perjalanan panjang putranya. Dari masa Messi masih menjadi anak muda di Rosario hingga mencapai puncak sepak bola dunia, Jorge terlibat dalam berbagai keputusan yang berkaitan dengan karier putranya.
Peran tersebut membuat hubungan ayah dan anak itu tidak hanya bersifat keluarga, tetapi juga profesional. Jorge menjadi salah satu orang yang berada di balik layar ketika Messi membangun karier yang kemudian membawanya ke Barcelona, tim nasional Argentina, hingga Inter Miami.
Karena itu, kepergian Jorge bukan hanya kehilangan seorang anggota keluarga bagi Messi. Ia juga kehilangan salah satu sosok yang telah mendampinginya sejak awal perjalanan menjadi pesepak bola profesional.
Meski jadwal Inter Miami tetap berjalan, belum ada alasan untuk menganggap Messi akan mengabaikan kebutuhan keluarganya demi segera kembali bermain. Agenda klub memang penting, tetapi dalam situasi seperti ini keputusan mengenai waktu kembali sepenuhnya berkaitan dengan kondisi pribadi dan keluarga.
Inter Miami sendiri tengah berada dalam periode penting musim 2026. Leagues Cup memasuki fase grup pada awal Agustus dengan pertandingan yang berlangsung hingga 13 Agustus sebelum fase gugur dimulai pada akhir bulan.
Dengan demikian, absennya Messi memiliki dampak terhadap klub, tetapi keputusan untuk mengambil waktu bersama keluarga merupakan hal yang sepenuhnya dapat dipahami.
Untuk sementara, perhatian Messi bukan lagi mengenai gol, assist, trofi, atau pertandingan berikutnya. Setelah kehilangan Jorge, ia memilih berada di Rosario dan memberikan waktu bagi keluarganya untuk berduka.
Di balik statusnya sebagai legenda sepak bola Argentina dan ikon global, keputusan tersebut memperlihatkan sisi Messi yang paling personal: ketika pertandingan harus ditinggalkan, keluarga menjadi prioritas utama.
Kepergian Jorge Messi menutup satu bab penting dalam perjalanan hidup Lionel Messi. Namun, warisan sang ayah akan tetap melekat dalam kisah karier pemain yang sejak usia muda telah dibimbingnya hingga mencapai level tertinggi sepak bola dunia.
Editor : Mahendra Aditya