RADAR KUDUS - Barcelona mengubah fokus transfer musim panas setelah kepergian Ronald Araujo. Klub Catalan kini menjadikan perekrutan bek tengah berkualitas sebagai salah satu pekerjaan paling mendesak, dengan Cristian Romero berada di posisi teratas daftar target meski transfernya menghadapi hambatan finansial yang cukup besar.
Direktur olahraga Barcelona, Deco, disebut telah mendapat lampu hijau untuk mencari bek tengah baru. Keputusan tersebut diambil karena skuad Hansi Flick dinilai membutuhkan tambahan pemain berpengalaman di sektor pertahanan sebelum bursa transfer musim panas ditutup.
Barcelona tidak ingin mengawali musim hanya dengan mengandalkan Pau Cubarsí, Andreas Christensen, Eric García, dan pemain lain yang dapat ditempatkan di posisi tersebut. Klub membutuhkan sosok yang mampu langsung bersaing memperebutkan tempat utama.
Baca Juga: Gila! Everton dan Crystal Palace Tukar Brennan Johnson dengan Dwight McNeil
Cristian Romero menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian.
Bek Tottenham Hotspur tersebut dinilai memenuhi kriteria yang diinginkan Flick: agresif dalam duel, berpengalaman di level tertinggi, serta memiliki karakter kepemimpinan yang dapat membantu lini belakang Barcelona.
Masalahnya adalah harga.
Tottenham disebut meminta lebih dari €40 juta untuk melepas Romero dan tidak membuka opsi peminjaman. Kondisi tersebut membuat Barcelona harus menghitung kembali kemampuan finansialnya sebelum mengajukan tawaran resmi.
Baca Juga: €125 Juta Bukan Kebetulan: Mantan Pelatih Bongkar Kehebatan Yan Diomande
Romero sendiri dikabarkan terbuka terhadap kemungkinan bergabung dengan Barcelona. Namun, keinginan pemain belum cukup untuk membuat transfer terjadi karena Tottenham berada dalam posisi tawar yang kuat.
Persaingan juga membuat situasinya semakin rumit. Romero dikaitkan dengan ketertarikan dari klub-klub besar lain, termasuk Arsenal dan Inter Milan, sementara Atletico Madrid juga disebut telah melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan transfer.
Barcelona karenanya menghadapi perlombaan waktu.
Dengan jendela transfer yang semakin pendek, klub harus segera menentukan apakah akan mengejar Romero secara agresif atau mengalihkan perhatian kepada target lain.
Salah satu alternatif yang muncul adalah Aymeric Laporte.
Bek asal Spanyol itu memiliki pengalaman panjang di sepak bola elite setelah memperkuat Manchester City dan kemudian melanjutkan kariernya di Arab Saudi sebelum kembali ke Athletic Bilbao.
Baca Juga: Manchester City Sepakat dengan Ayyoub Bouaddi, Pengganti Rodri Mulai Disiapkan
Laporte menawarkan keuntungan yang berbeda dibandingkan Romero. Ia sudah mengenal sepak bola Spanyol dan memiliki pengalaman bermain dalam sistem penguasaan bola yang dapat sesuai dengan karakter Barcelona.
Namun, situasinya juga belum sederhana.
Ada perbedaan informasi mengenai nilai klausul pelepasannya. Pihak yang terkait dengan pemain disebut mengklaim klausul Laporte berada pada angka yang relatif terjangkau, sedangkan Athletic Bilbao membantah informasi tersebut.
Barcelona tidak ingin masuk ke dalam negosiasi yang berpotensi berlarut-larut.
Hubungan klub Catalan dengan Athletic Bilbao juga belum sepenuhnya pulih setelah saga transfer Nico Williams sebelumnya. Karena itu, Laporte baru akan menjadi pilihan realistis jika Barcelona mendapatkan kepastian mengenai biaya transfer dan struktur kesepakatan.
Di tengah persoalan tersebut, Barcelona sebenarnya memiliki opsi internal.
Álvaro Cortés menjadi salah satu pemain akademi yang dapat dipertimbangkan untuk mengisi ruang yang tersedia. Namun, Flick dan Deco tampaknya tidak ingin menjadikan pemain muda tersebut sebagai satu-satunya solusi jika masih ada kesempatan mendapatkan bek berpengalaman di pasar.
Barcelona membutuhkan tambahan yang dapat langsung memberikan dampak.
Kebutuhan itu menjadi semakin penting karena Eric García juga dapat digunakan sebagai bek kanan atau bek kiri dalam kondisi tertentu. Fleksibilitas tersebut memang menguntungkan, tetapi sekaligus mengurangi jumlah pemain yang benar-benar tersedia sebagai bek tengah murni.
Jika Barcelona mengawali musim dengan komposisi yang terlalu tipis, masalah cedera atau akumulasi kartu dapat langsung mengganggu keseimbangan tim.
Baca Juga: Bukan Dicoret! Ini Alasan Ansu Fati Belum Tampil untuk Monaco di Pramusim
Karena itu, Deco harus mencari pemain yang bukan sekadar pelapis.
Kriteria transfer Barcelona disebut cukup ketat. Klub hanya akan mengambil pemain yang secara finansial masih masuk akal dan memiliki kemampuan untuk bersaing mendapatkan posisi utama.
Artinya, Barcelona tidak tertarik mendatangkan nama besar hanya untuk menambah jumlah pemain.
Baca Juga: Inter Milan Ganggu Rencana Comeback Diaby ke Leverkusen, Al-Ittihad Pegang Kunci
Pemain baru harus memiliki kualitas yang dapat meningkatkan level pertahanan.
Kondisi finansial Barcelona menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut. Klub harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan olahraga dan kemampuan anggaran, terutama setelah melakukan berbagai manuver transfer dalam beberapa musim terakhir.
Situasi itu pula yang membuat Romero menjadi target ideal sekaligus sulit.
Secara kualitas, ia dianggap cocok. Secara finansial, transfernya jauh lebih rumit.
Barcelona juga harus mempertimbangkan usia dan nilai jual kembali pemain. Romero masih berada pada usia produktif sehingga secara teori dapat menjadi solusi jangka menengah, bukan sekadar perekrutan untuk satu atau dua musim.
Namun, membayar lebih dari €40 juta untuk seorang bek tetap menjadi keputusan besar bagi klub yang harus berhati-hati mengelola keuangan.
Di sisi lain, Laporte menawarkan pengalaman yang lebih matang, tetapi potensi persoalan mengenai klausul dan negosiasi dengan Athletic Bilbao dapat membuat prosesnya tidak kalah rumit.
Baca Juga: Inter Milan Ganggu Rencana Comeback Diaby ke Leverkusen, Al-Ittihad Pegang Kunci
Situasi tersebut menjelaskan mengapa Barcelona masih membuka beberapa jalur sekaligus.
Deco harus menyiapkan opsi utama, alternatif, dan kemungkinan terakhir jika seluruh negosiasi gagal.
Yang jelas, prioritas Barcelona bukan lagi sekadar mengejar nama besar di lini tengah atau lini depan.
Pertahanan kini menjadi pekerjaan rumah paling mendesak.
Kehilangan Araujo membuat kebutuhan tersebut semakin terasa. Barcelona tidak boleh membiarkan Flick memasuki musim baru dengan komposisi bek tengah yang terlalu tipis.
Romero masih menjadi target yang paling menarik, tetapi harga dan persaingan membuat kesepakatannya jauh dari kata aman.
Laporte dapat menjadi solusi apabila Barcelona berhasil memperoleh kepastian mengenai biaya transfer. Sementara itu, opsi akademi tetap disiapkan sebagai jalan keluar apabila klub gagal menemukan pemain yang memenuhi standar.
Dengan waktu bursa transfer yang terus berjalan, Barcelona harus segera mengambil keputusan.
Jika Deco mampu mendatangkan bek tengah berkualitas sebelum deadline, lini belakang Flick akan memiliki kedalaman yang jauh lebih baik.
Jika tidak, Barcelona berisiko mengawali musim dengan satu lubang besar yang sudah terlihat sejak hari pertama.
Dan kali ini, masalah tersebut bukan tentang Rodri atau Julian Alvarez.
Barcelona sedang mencari satu pemain yang jauh lebih mendesak: bek tengah yang bisa langsung dipercaya Hansi Flick.
Editor : Mahendra Aditya