MONACO — Ansu Fati belum sekalipun tampil dalam pertandingan pramusim AS Monaco. Namun, absennya pemain Spanyol tersebut bukan karena tersingkir dari rencana pelatih Filipe Luis. Monaco justru memilih mengambil langkah konservatif agar sang penyerang benar-benar siap menghadapi musim baru.
Fati berada di Anfield saat Monaco menghadapi Liverpool dalam laga uji coba, Minggu (9 Agustus 2026). Namun, namanya tidak masuk daftar pemain yang diturunkan. Menurut laporan Mundo Deportivo, Fati bersama Paul Pogba dan Folarin Balogun hanya menjalani latihan lari di sekitar stadion sebelum pertandingan.
Keputusan itu menjadi perhatian karena Fati baru saja menjalani musim kebangkitan di Monaco. Setelah beberapa tahun terganggu persoalan kebugaran dan cedera, pemain berusia 23 tahun tersebut mampu mencetak 12 gol dalam 30 pertandingan pada musim 2025/26.
Baca Juga: Inter Milan Ganggu Rencana Comeback Diaby ke Leverkusen, Al-Ittihad Pegang Kunci
Monaco kemudian memutuskan mempermanenkan Fati dari Barcelona dengan mengaktifkan opsi pembelian senilai sekitar €11 juta. Sang pemain menandatangani kontrak hingga Juni 2030.
Karena itu, Filipe Luis tidak ingin mengambil risiko dengan memaksanya tampil ketika kondisi fisiknya belum benar-benar optimal.
Fati sempat mengalami masalah otot pada awal persiapan musim. Pelatih asal Brasil itu kemudian memberikan program latihan individual agar sang pemain dapat membangun kembali kondisi fisiknya secara bertahap.
Baca Juga: Ferran Torres Pilih PSG, Barcelona Pasang Harga €65 Juta
Pilihan tersebut terlihat masuk akal jika melihat perjalanan Fati dalam beberapa musim terakhir.
Mantan pemain Barcelona itu pernah digadang-gadang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia ketika menembus tim utama Blaugrana. Namun, rangkaian cedera membuat perkembangannya tidak berjalan sesuai ekspektasi.
Setelah periode yang sulit di Barcelona dan masa peminjaman di Brighton, Monaco menjadi tempat Fati kembali menemukan ritme permainan.
Musim pertamanya di Ligue 1 bahkan menjadi salah satu periode paling produktif dalam kariernya. Monaco mencatat Fati sebagai pemain dengan kontribusi gol setiap 110 menit, rasio terbaik di Ligue 1 pada musim tersebut. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak kedua Monaco dengan 12 gol.
Yang membuat catatan itu semakin menarik adalah jumlah menit bermainnya.
Fati tidak selalu menjadi starter. Menurut L'Équipe, ia hanya sepuluh kali tampil sebagai starter di Ligue 1, tetapi mampu mengemas 11 gol di kompetisi tersebut. Secara keseluruhan, ia mencatat 30 penampilan dan 12 gol di semua kompetisi.
Artinya, Monaco tidak membutuhkan Fati hanya untuk mengisi daftar pemain. Klub melihatnya sebagai salah satu senjata ofensif penting untuk musim 2026/27.
Baca Juga: Mengejutkan! Werder Bremen Bidik Eks Striker €16 Juta Bologna untuk Perkuat Lini Depan
Itulah sebabnya keputusan Filipe Luis untuk menghindari risiko pada masa pramusim menjadi semakin penting.
Pelatih tidak sedang menghukum atau mengabaikan Fati. Sebaliknya, ia ingin memastikan sang penyerang memasuki kompetisi resmi dalam kondisi yang jauh lebih siap.
Bagi pemain dengan riwayat cedera seperti Fati, persiapan fisik tidak selalu harus diterjemahkan dalam bentuk sebanyak mungkin menit bermain. Program individual dan peningkatan beban latihan secara bertahap dapat menjadi bagian penting untuk menjaga kontinuitas.
Baca Juga: Roger Ibáñez Perpanjang Kontrak Al-Ahli hingga 2030, Sang Bek Brasil: “Keluargaku Ada di Rumah”
Monaco juga mempunyai alasan kuat untuk berhati-hati.
Setelah mengeluarkan sekitar €11 juta untuk mempermanenkan Fati, klub kini memiliki investasi jangka panjang. Kontrak hingga 2030 menunjukkan bahwa Monaco tidak melihatnya sebagai solusi sementara.
Barcelona bahkan mempertahankan persentase dari penjualan Fati di masa depan sebagai bagian dari kesepakatan transfer tersebut.
Karena itu, Monaco memiliki kepentingan untuk menjaga kondisi fisiknya sekaligus memaksimalkan potensi yang masih dimiliki Fati.
Keputusan tidak menurunkannya saat menghadapi Liverpool juga harus dilihat dalam konteks pramusim. Pertandingan persahabatan memberikan ruang kepada pelatih untuk menguji pemain, tetapi tidak memiliki nilai kompetitif yang sama dengan pertandingan Ligue 1.
Dengan musim baru yang segera dimulai, Filipe Luis tampaknya lebih memilih Fati dalam kondisi 100 persen ketika pertandingan resmi berlangsung daripada mengambil risiko hanya demi memberinya beberapa menit di laga uji coba.
Target berikutnya adalah memastikan Fati bisa kembali mengikuti latihan penuh dan mendapatkan lampu hijau untuk pertandingan kompetitif.
Baca Juga: Mourinho Temukan Kunci Baru di Tengah: Bernardo Silva Mulai Tata Permainan Real Madrid
Monaco dijadwalkan membuka musim Ligue 1 2026/27 dengan menghadapi Le Havre. Pertandingan tersebut dapat menjadi panggung penting bagi Fati untuk menunjukkan bahwa musim lalu bukan sekadar kebangkitan sementara.
Ekspektasinya kini juga berbeda.
Ketika masih berstatus pemain pinjaman dari Barcelona, Fati harus membuktikan bahwa dirinya layak dipermanenkan. Kini statusnya berubah. Monaco sudah memberikan kepercayaan melalui kontrak empat tahun.
Tantangannya adalah menjaga performa tersebut secara konsisten.
Musim lalu memberikan alasan untuk optimistis. Fati tidak hanya mencetak 12 gol, tetapi juga menunjukkan efisiensi yang sangat tinggi. Monaco bahkan mencatatnya sebagai pemain dengan rasio kontribusi gol per menit terbaik di Ligue 1.
Namun, masa lalu juga menjadi pengingat bahwa kebugaran adalah bagian penting dari proyek tersebut.
Filipe Luis tampaknya memahami persoalan itu. Daripada terburu-buru membawa Fati kembali ke pertandingan, sang pelatih memilih membangun kondisinya secara bertahap.
Keputusan tersebut mungkin membuat Fati belum terlihat di lapangan selama pramusim, tetapi justru bisa menjadi investasi untuk jangka yang lebih panjang.
Monaco membutuhkan Fati bukan hanya untuk satu pertandingan uji coba, melainkan sepanjang musim.
Apalagi klub baru saja kehilangan salah satu pemain pentingnya setelah Maghnes Akliouche pindah ke Paris Saint-Germain dengan nilai yang dilaporkan lebih dari €50 juta. Kepergian tersebut membuat kontribusi pemain-pemain ofensif lain semakin penting bagi proyek Monaco.
Dalam kondisi seperti itu, Fati berpotensi memegang peran lebih besar.
Baca Juga: Real Madrid Era Mourinho Makin Mengerikan, Cucurella-Konate-Mbappe Sudah Bersatu
Jika mampu menjaga kebugaran, ia bisa menjadi salah satu pemain kunci Monaco di lini serang. Kecepatan, kemampuan bergerak di ruang sempit, serta naluri mencetak gol sudah terlihat selama musim pertamanya di Prancis.
Karena itu, absennya Fati dari seluruh laga pramusim sejauh ini tidak otomatis menjadi kabar buruk.
Justru sebaliknya, keputusan Filipe Luis menunjukkan bahwa Monaco tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu dengan memaksakan pemain yang baru menemukan kembali ritmenya.
Fati sudah melewati fase pembuktian pertama. Monaco telah mempermanenkannya dan mengikatnya sampai 2030.
Sekarang tantangannya jauh lebih besar: membuktikan bahwa kebangkitan musim lalu dapat menjadi awal dari era baru, bukan sekadar kilasan performa setelah bertahun-tahun dihantam cedera.
Dan untuk mencapai tujuan itu, Filipe Luis tampaknya rela menunggu.
Fati mungkin belum bermain satu menit pun selama pramusim, tetapi keputusan tersebut justru menunjukkan betapa pentingnya sang penyerang dalam rencana Monaco untuk musim baru.
Editor : Mahendra Aditya