BREMEN — Werder Bremen sedang membuka peluang untuk membuat salah satu transfer paling menarik di bursa musim panas. Klub Bundesliga itu dilaporkan membidik Thijs Dallinga, penyerang Belanda yang dua tahun lalu dibeli Bologna dari Toulouse dengan nilai sekitar €16 juta.
Nama Dallinga muncul sebagai kandidat serius untuk memperkuat lini depan Bremen setelah Gianluca Di Marzio melaporkan adanya ketertarikan klub Jerman tersebut. Namun, belum ada kesepakatan final karena Werder masih harus menghadapi persaingan dari klub Bundesliga lain yang juga memantau striker berusia 26 tahun tersebut.
Jika kepindahan terealisasi, transfer ini akan menjadi kesempatan bagi Dallinga untuk menghidupkan kembali kariernya setelah periode yang jauh dari ekspektasi di Bologna.
Baca Juga: Roger Ibáñez Perpanjang Kontrak Al-Ahli hingga 2030, Sang Bek Brasil: “Keluargaku Ada di Rumah”
Dallinga bergabung dengan Bologna pada Juli 2024 dari Toulouse. Saat diperkenalkan, Bologna memiliki alasan kuat untuk menginvestasikan dana besar kepadanya. Penyerang jangkung itu datang setelah mencetak 19 gol dan lima assist dalam 44 pertandingan pada musim terakhirnya bersama Toulouse. Secara keseluruhan, Bologna menyebut Dallinga telah mencetak 73 gol dalam tiga musim sebelum pindah ke Italia.
Rekam jejaknya bahkan sudah terbentuk sebelum tiba di Prancis. Bersama Excelsior, Dallinga menjadi pencetak gol terbanyak Eerste Divisie dengan 36 gol ketika berusia 21 tahun. Ia kemudian membawa Toulouse meraih trofi Coupe de France dan mencetak enam gol dalam enam pertandingan di kompetisi tersebut. Performanya membuatnya mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional Belanda.
Baca Juga: Mourinho Temukan Kunci Baru di Tengah: Bernardo Silva Mulai Tata Permainan Real Madrid
Namun, ekspektasi tinggi itu tidak sepenuhnya terbawa ke Serie A.
Selama memperkuat Bologna, Dallinga kesulitan mendapatkan konsistensi dan gagal menjadi mesin gol seperti yang diharapkan ketika direkrut dengan harga tinggi. Situasi tersebut membuat masa depannya di klub Italia itu semakin tidak pasti meski kontraknya masih berjalan hingga 2028.
Bagi Werder, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang.
Klub asal Bremen membutuhkan tambahan kekuatan di lini depan, tetapi tidak berada dalam posisi untuk melakukan belanja besar tanpa lebih dahulu mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain. Sportchef Clemens Fritz sebelumnya secara terbuka menyatakan bahwa Werder masih perlu menghasilkan pendapatan transfer pada musim panas ini. Karim Coulibaly menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan kemungkinan penjualan.
Coulibaly sendiri merupakan salah satu aset paling berharga Bremen. Bek tengah kelahiran 2007 itu berkembang sangat cepat dan berhasil menembus tim utama. Werder mencatat bahwa ia telah beralih dari pemain akademi menjadi bagian reguler skuad Bundesliga dalam waktu relatif singkat.
Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa Coulibaly memang masih menjadi salah satu pemain yang masa depannya belum sepenuhnya jelas. Bremen membutuhkan pemasukan, sementara sejumlah klub Eropa telah menunjukkan ketertarikan terhadap bek muda tersebut.
Situasi inilah yang membuat kemungkinan kedatangan Dallinga menjadi menarik.
Baca Juga: Real Madrid Era Mourinho Makin Mengerikan, Cucurella-Konate-Mbappe Sudah Bersatu
Werder tidak harus membiayai transfer penyerang Belanda itu hanya dengan dana yang sudah tersedia. Penjualan pemain dapat memberikan ruang finansial untuk mengejar striker baru sekaligus memperkuat sektor yang dianggap membutuhkan tambahan kualitas.
Namun, Bremen tidak hanya memiliki satu opsi.
Di Marzio menyebut Tomas Bobcek dari Lechia Gdansk dan Alexis Cuello dari San Lorenzo sebagai alternatif apabila negosiasi Dallinga tidak mencapai kesepakatan. Artinya, klub Bundesliga tersebut telah menyiapkan beberapa jalur untuk menyelesaikan persoalan di lini depan.
Dallinga tetap menjadi opsi yang paling menarik dari sisi pengalaman. Ia sudah merasakan atmosfer Ligue 1, Serie A, kompetisi Eropa, serta sepak bola internasional bersama Belanda.
Baca Juga: Perang Kekuasaan FIFA Meledak! UEFA, AFC dan CONCACAF Bersatu Lawan Infantino
Pada saat yang sama, justru catatan dua musimnya di Bologna yang membuat transfer ini memiliki risiko.
Bremen harus memastikan bahwa kegagalan Dallinga di Italia bukan tanda bahwa produktivitasnya telah menurun secara permanen. Jika penyebabnya lebih berkaitan dengan adaptasi, persaingan internal, atau sistem permainan Bologna, perpindahan ke Bundesliga bisa menjadi titik balik.
Profil permainannya juga cukup sesuai dengan kebutuhan tim. Dallinga memiliki postur besar, kuat dalam duel udara, mampu mencari ruang di antara bek, dan memiliki kemampuan menyelesaikan peluang dari berbagai situasi. Bologna sendiri ketika merekrutnya menyoroti kemampuannya bermain sebagai penyerang utama sekaligus terlibat dalam kombinasi dengan rekan setim.
Karakter tersebut berpotensi memberi Werder alternatif berbeda di lini depan.
Meski begitu, harga €16 juta yang pernah dibayarkan Bologna tidak bisa dijadikan patokan bahwa Bremen harus mengeluarkan nominal serupa. Kondisi Dallinga saat ini berbeda dengan ketika ia datang dari Toulouse. Nilai transfernya akan sangat bergantung pada kebutuhan Bologna, sisa kontrak, minat klub lain, serta posisi tawar masing-masing pihak.
Justru kegagalan memenuhi ekspektasi di Italia bisa membuat Bremen berusaha mendapatkan sang striker dengan biaya yang jauh lebih rendah dibanding harga yang pernah dibayarkan Bologna.
Baca Juga: Dua Transfer Sekaligus? Juventus dan PSG Libatkan Zion Suzuki hingga Jonathan David
Jika berhasil, Werder berpotensi mendapatkan pemain yang masih memiliki usia produktif sekaligus memiliki motivasi besar untuk membuktikan dirinya kembali.
Namun, Bremen harus bergerak cepat. Kehadiran klub Bundesliga lain dalam persaingan membuat Dallinga tidak otomatis menjadi milik Werder. Di Marzio menegaskan bahwa masa depan sang pemain masih terbuka dan kepindahan ke Bremen belum diputuskan.
Di sisi lain, Bologna juga mempunyai alasan untuk menyelesaikan situasi tersebut. Dallinga masih terikat kontrak, tetapi klub Italia itu harus menentukan apakah akan mempertahankannya sebagai bagian dari proyek baru atau melepasnya untuk mendapatkan ruang dalam skuad dan tambahan pemasukan.
Bagi Dallinga, transfer ke Werder dapat menjadi kesempatan kedua.
Ia pernah menjadi salah satu striker paling produktif di Prancis, mencetak puluhan gol sebelum mendapatkan transfer besar ke Serie A. Dua tahun kemudian, namanya justru kembali berada di pasar sebagai pemain yang membutuhkan panggung baru.
Kini Werder Bremen bisa menjadi tempat untuk mengembalikan reputasinya.
Jika negosiasi berjalan lancar dan Bremen mampu mengamankan Dallinga dengan biaya yang masuk akal, klub Bundesliga tersebut bukan hanya mendapatkan penyerang baru. Mereka juga berpotensi mendapatkan pemain yang masih lapar pembuktian setelah gagal memenuhi ekspektasi di Bologna.
Tetapi satu hal masih jelas: Dallinga belum resmi menjadi pemain Werder Bremen. Untuk saat ini, ia masih berada dalam tahap penjajakan, dengan persaingan dari klub Bundesliga lain dan persoalan finansial Bremen menjadi faktor penting dalam menentukan apakah transfer mengejutkan tersebut benar-benar terwujud.
Editor : Mahendra Aditya