MADRID — Real Madrid mulai memperlihatkan bentuk skuad yang akan menjadi senjata José Mourinho pada musim 2026/27. Kehadiran Marc Cucurella, Kylian Mbappé, dan Ibrahima Konaté dalam sesi latihan terbaru membuat proyek baru Los Blancos memasuki tahap penting.
Ketiganya kembali bergabung dengan tim setelah menjalani pemeriksaan medis dan menyelesaikan rangkaian persiapan pramusim. Momentum tersebut menjadi semakin penting karena Mourinho kini mulai mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kekuatan tim yang akan dipimpinnya sepanjang musim.
Real Madrid menunjuk Mourinho sebagai pelatih kepala pada Juni lalu dengan kontrak hingga 30 Juni 2029. Pelatih asal Portugal itu kembali ke Santiago Bernabéu setelah sebelumnya menangani klub tersebut pada periode 2010–2013.
Baca Juga: Perang Kekuasaan FIFA Meledak! UEFA, AFC dan CONCACAF Bersatu Lawan Infantino
Cucurella menjadi salah satu wajah baru paling menarik. Bek kiri asal Spanyol tersebut direkrut dari Chelsea dan dikontrak Real Madrid hingga Juni 2032. Kedatangannya juga membawa status sebagai juara dunia 2026 bersama Spanyol.
Performa Cucurella di Piala Dunia semakin memperkuat ekspektasi Madrid. Ia memainkan seluruh menit pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan ikut mengantar La Roja merebut gelar dunia keduanya setelah mengalahkan Argentina di final.
Di lini belakang, Konaté memberikan Mourinho opsi tambahan untuk memperkuat jantung pertahanan. Bek Prancis tersebut juga datang dengan pengalaman di level tertinggi dan menjadi bagian dari tim Prancis yang mencapai semifinal Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Mbappé tetap menjadi pusat perhatian di lini depan. Penyerang Prancis itu memasuki musim berikutnya sebagai salah satu pemain terpenting Madrid setelah tampil produktif di Piala Dunia. Real Madrid mencatat Mbappé mengoleksi delapan gol dan tiga assist selama turnamen tersebut.
Baca Juga: Dua Transfer Sekaligus? Juventus dan PSG Libatkan Zion Suzuki hingga Jonathan David
Kombinasi ketiga pemain itu menunjukkan bahwa Mourinho tidak sekadar mewarisi skuad lama. Madrid telah melakukan perubahan di sejumlah sektor untuk memberikan pelatih Portugal tersebut lebih banyak pilihan taktis.
Skuad resmi Madrid saat ini juga menunjukkan kedalaman yang sangat besar. Selain Mbappé, lini depan dihuni Vinicius Junior, Rodrygo, Gonzalo, Franco Mastantuono, dan Endrick. Di tengah terdapat Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, Federico Valverde, Aurélien Tchouaméni, Arda Güler, serta Bernardo Silva. Sementara pertahanan memiliki nama-nama seperti Konaté, Cucurella, Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Éder Militão, Antonio Rüdiger, dan Álvaro Carreras.
Kondisi tersebut memberi Mourinho pekerjaan besar sekaligus keuntungan. Ia mempunyai banyak pemain dengan kualitas starter, tetapi harus menemukan komposisi yang paling efektif sebelum kompetisi resmi bergulir.
Persoalan utama bukan lagi sekadar mendatangkan pemain bintang, melainkan bagaimana menggabungkan seluruh kekuatan tersebut ke dalam sistem permainan yang konsisten.
Kembalinya beberapa pemain setelah agenda Piala Dunia juga membuat pramusim Madrid berjalan tidak sepenuhnya ideal. Sejumlah pemain baru mulai bergabung secara bertahap sehingga Mourinho baru sekarang memiliki kesempatan lebih besar untuk menguji kombinasi terbaiknya. Laporan pramusim terbaru menunjukkan pekan ini menjadi periode penting bagi Mourinho untuk menentukan struktur tim menjelang kompetisi 2026/27.
Madrid masih memiliki waktu untuk melakukan perubahan sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Klub dapat kembali bergerak apabila Mourinho merasa ada posisi yang belum memiliki kedalaman memadai. Sebaliknya, beberapa pemain juga berpotensi dilepas apabila tidak masuk dalam rencana utama sang pelatih.
Baca Juga: PSG Resmi Datangkan Lucas Digne, Persaingan Bek Kiri Makin Panas
Situasi itu membuat persaingan internal di skuad Los Blancos diprediksi sangat ketat. Kehadiran pemain seperti Cucurella dan Konaté meningkatkan jumlah opsi di lini belakang, sementara keberadaan Mbappé, Vinicius, Bellingham, Rodrygo, dan talenta muda lainnya membuat Mourinho harus cermat menentukan pembagian peran di sektor ofensif.
Yang jelas, proyek Mourinho di Madrid kini mulai memiliki fondasi yang nyata. Pelatih berusia 63 tahun tersebut tidak hanya membawa kembali namanya ke Bernabéu, tetapi juga mendapatkan skuad dengan kombinasi pemain senior, bintang dunia, dan talenta muda.
Dengan seluruh pemain mulai berkumpul, fokus Madrid kini bergeser dari aktivitas transfer ke pertanyaan yang jauh lebih penting: seperti apa wajah Los Blancos versi Mourinho ketika musim benar-benar dimulai?
Jawabannya akan mulai terlihat dari laga-laga pramusim dan keputusan Mourinho dalam menentukan susunan pemain. Namun, satu hal sudah jelas, Madrid memasuki musim baru dengan skuad yang jauh berbeda dan ambisi besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di Spanyol maupun Eropa.
Editor : Mahendra Aditya