TURIN — Hubungan transfer Juventus dan Paris Saint-Germain (PSG) berpotensi menghasilkan dua transaksi sekaligus pada bursa musim panas ini. Selain saga penjaga gawang Zion Suzuki, nama striker Kanada Jonathan David juga muncul dalam pembicaraan yang melibatkan kedua klub.
Perkembangan paling konkret saat ini berada pada negosiasi PSG dengan Parma untuk mendapatkan Suzuki. Kiper Jepang berusia 23 tahun tersebut menjadi salah satu target Juventus, tetapi PSG bergerak lebih agresif. Nilai operasi yang dilaporkan berada di kisaran €35 juta termasuk bonus, setelah sebelumnya Parma disebut memasang harga sekitar €30 juta.
Situasi itu membuka kemungkinan menarik bagi Juventus. PSG dikabarkan mempertimbangkan untuk langsung meminjamkan Suzuki setelah merekrutnya dari Parma. Skema tersebut dapat memberikan jalan bagi Juventus untuk mendapatkan kiper Jepang itu tanpa harus mengeluarkan dana transfer penuh. Laporan mengenai kemungkinan peminjaman Suzuki ke Juventus juga telah muncul dalam perkembangan negosiasi terbaru.
Baca Juga: PSG Resmi Datangkan Lucas Digne, Persaingan Bek Kiri Makin Panas
Suzuki sendiri memiliki daya tarik besar setelah tampil mengesankan bersama Jepang. Ia sudah mencatat 57 penampilan di Serie A dalam dua musim terakhir dan menjadi salah satu penjaga gawang muda yang paling diperhatikan di pasar Eropa.
Namun, pembicaraan Juventus dan PSG berpotensi melebar ke sektor lain.
Jonathan David disebut sebagai salah satu nama yang dapat menjadi bagian dari dinamika transfer kedua klub. Juventus mendatangkan striker Kanada itu secara gratis dan kini membuka kemungkinan menjualnya apabila tawaran yang sesuai datang. Valuasi yang beredar berada di kisaran €20–30 juta.
PSG mempunyai alasan tersendiri untuk mempertimbangkan David. Direktur olahraga Luis Campos sudah mengenal sang striker sejak membawanya dari Gent ke Lille pada 2020. David kemudian berkembang menjadi salah satu penyerang penting Lille dan mencetak 18 gol di Ligue 1 pada musim pertamanya bersama klub tersebut.
Baca Juga: Kalah 2-3 dari Dortmund, Lini Belakang Arteta Siaga Satu
Faktor Campos membuat PSG menjadi salah satu tujuan yang masuk akal apabila Juventus benar-benar memutuskan melepas David. Bagi klub Prancis tersebut, perekrutan sang penyerang juga dapat menjadi opsi untuk memperkuat kedalaman lini depan setelah sejumlah perubahan dalam komposisi penyerang.
Di sisi Juventus, situasinya lebih berkaitan dengan kebutuhan membentuk kembali lini serang sekaligus mengatur keuangan skuad. Penjualan David dapat memberikan ruang untuk membiayai kedatangan penyerang baru, sementara Juventus juga perlu memastikan posisi penjaga gawang tetap aman.
Karena itu, saga Suzuki dan David memiliki keterkaitan yang menarik. Juventus membutuhkan solusi di bawah mistar, sedangkan PSG mempunyai kemungkinan mendatangkan Suzuki lebih dulu lalu mencari klub yang bersedia memberikan menit bermain kepadanya.
Jika skema peminjaman benar-benar terealisasi, Juventus bisa menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Bianconeri mendapatkan kandidat kiper muda tanpa harus membeli Suzuki secara permanen, sementara PSG tetap mengamankan aset masa depan.
Pada saat bersamaan, David dapat menjadi bagian dari pembicaraan terpisah antara kedua klub. Juventus menginginkan penjualan permanen dengan nilai yang dianggap sesuai, sedangkan opsi peminjaman juga sempat masuk dalam pembahasan. Gazzetta bahkan sebelumnya mengulas kemungkinan pertukaran atau transaksi yang melibatkan David dan pemain PSG.
Dengan demikian, hubungan Juventus dan PSG pada bursa transfer kali ini bukan sekadar perebutan Suzuki. Kiper Jepang tersebut menjadi pintu masuk, sementara David berpotensi menjadi nama lain yang membuat komunikasi kedua klub semakin intens.
Untuk saat ini, belum ada konfirmasi bahwa Juventus dan PSG telah mencapai kesepakatan final terkait David. Begitu pula dengan status akhir Suzuki yang masih bergantung pada penyelesaian komposisi penjaga gawang PSG. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kedua nama tersebut bisa menjadi bagian penting dari salah satu rangkaian transfer menarik musim panas ini.
Editor : Mahendra Aditya