RADAR KUDUS - Masa depan Omar Marmoush di Manchester City memasuki fase yang menarik. Pelatih baru The Citizens, Enzo Maresca, tidak memberikan jaminan bahwa penyerang asal Mesir itu akan bertahan di Etihad Stadium, meski performanya dalam laga pramusim terakhir justru memberikan sinyal positif.
Marmoush tampil gemilang ketika Manchester City mengalahkan Atletico Madrid 3-1 dalam pertandingan pramusim di Seoul, Minggu (9/8/2026). Ia mencetak dua gol pada awal babak kedua setelah Antoine Semenyo memberikan dua assist. Penampilan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Marmoush untuk memperjuangkan tempatnya di skuad Maresca.
Namun, performa impresif itu belum otomatis menghapus persoalan yang muncul pada musim sebelumnya. Maresca memahami bahwa seorang pemain membutuhkan kesempatan bermain secara reguler. Ketika menit bermain yang diperoleh tidak sesuai harapan, rasa kecewa merupakan hal yang wajar.
Baca Juga: PSG Resmi Datangkan Lucas Digne, Persaingan Bek Kiri Makin Panas
Situasi tersebut juga dialami Marmoush pada musim 2025/26. Berdasarkan catatan resmi Manchester City, ia tampil dalam 36 pertandingan dengan total 1.393 menit, mencetak delapan gol dan menyumbangkan tiga assist. City menyebut Marmoush sebenarnya mampu memberikan kontribusi ketika mendapat kesempatan, tetapi persaingan di lini depan membuat perannya tidak selalu menjadi pilihan utama.
Kondisi itu berkaitan erat dengan pola permainan City pada musim lalu. Erling Haaland menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah, sementara dua pemain sayap mengisi posisi di belakang atau di sekitar sang striker. Situasi tersebut membuat Marmoush harus bersaing untuk mendapatkan tempat di lini depan.
Maresca pun tidak menutup peluang Marmoush memperoleh menit bermain lebih banyak pada musim 2026/27. Namun, pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangan klub.
Menurut Maresca, pemain bekerja setiap hari dengan harapan dapat tampil. Karena itu, ketika kesempatan bermain terbatas, keinginan untuk mencari solusi lain merupakan sesuatu yang dapat dipahami. Masa depan Marmoush pada akhirnya akan bergantung pada bagaimana ia melihat peluangnya bersama City dan keputusan yang ingin diambilnya.
Baca Juga: Welcome Back Marcus Rashford!
Pernyataan tersebut membuat situasi Marmoush menjadi salah satu hal yang menarik menjelang dimulainya musim baru Premier League. City masih memiliki sejumlah opsi di lini depan, sementara Marmoush sendiri menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan dampak ketika memperoleh kesempatan.
Kemenangan atas Atletico menjadi bukti terbaru. Setelah tertinggal 0-1 pada babak pertama, City bangkit pada paruh kedua dan Marmoush menjadi aktor utama lewat dua golnya. Semenyo juga tampil menonjol dengan memberikan dua assist, sedangkan Rayan Ait-Nouri melengkapi kemenangan City dengan gol ketiga.
Menariknya, performa tersebut juga menunjukkan potensi kombinasi Marmoush dan Semenyo dalam skema Maresca. Reuters mencatat Maresca puas dengan penampilan para pemain sayapnya setelah pertandingan tersebut, terutama dengan kerja sama Semenyo dan Marmoush.
Bagi Marmoush, kondisi ini menghadirkan dua kemungkinan. Ia bisa memanfaatkan pramusim sebagai momentum untuk meyakinkan Maresca bahwa dirinya pantas mendapatkan peran lebih besar, atau mempertimbangkan opsi lain apabila peluang bermain reguler tetap sulit diperoleh.
Manchester City sendiri akan segera memasuki musim kompetisi resmi. Berdasarkan jadwal klub, pertandingan Premier League pertama mereka adalah menghadapi Bournemouth pada 23 Agustus 2026. Sebelum itu, City dijadwalkan menghadapi Arsenal dalam Community Shield pada 16 Agustus.
Dengan demikian, keputusan mengenai Marmoush belum dapat dianggap final. Tidak ada indikasi resmi bahwa City telah memastikan kepergiannya, tetapi Maresca juga belum memberikan jaminan bahwa sang penyerang akan tetap berada di Etihad.
Justru performa Marmoush di pramusim membuat persaingan semakin menarik. Dua gol ke gawang Atletico menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda. Kini tantangannya adalah mengubah performa tersebut menjadi konsistensi dan meyakinkan Maresca bahwa dirinya layak memperoleh menit bermain lebih banyak ketika kompetisi resmi dimulai.
Masa depan Marmoush pada akhirnya bukan sekadar persoalan apakah Manchester City ingin mempertahankannya. Sang pemain juga memiliki suara penting dalam menentukan langkah berikutnya. Jika ia melihat peluang untuk menjadi bagian penting dari proyek Maresca, bertahan dan merebut tempat utama bisa menjadi pilihan. Namun, jika menit bermain kembali terbatas, pintu untuk mencari tantangan baru tetap terbuka.
Editor : Mahendra Aditya