RADAR KUDUS - Marcus Rashford bersiap membuka lembaran baru bersama Manchester United setelah kembali dari masa peminjaman di Barcelona. Kepulangannya bukan sekadar soal reuni dengan klub masa kecilnya, tetapi juga menandai perubahan besar: nomor 10 yang selama ini identik dengannya kini menjadi milik Matheus Cunha.
Rashford dikabarkan akan mengenakan nomor punggung 14 untuk musim baru. Nomor tersebut sebelumnya digunakan Rashford ketika memperkuat Barcelona dan kini menjadi pilihan setelah nomor 9 juga tersedia di Manchester United. Keputusan itu sekaligus mengakhiri era tujuh musim Rashford menggunakan nomor 10 di Old Trafford.
Perubahan nomor tersebut menjadi simbol situasi baru yang harus dihadapi penyerang berusia 28 tahun itu. Setelah menjalani periode yang tidak mudah di Manchester United, Rashford harus kembali meyakinkan manajemen, pelatih, dan suporter bahwa dirinya masih layak menjadi bagian penting dari proyek klub.
Baca Juga: Liverpool Unggul 2-0 tapi Tumbang dari Monaco 2-3 pada Akhirnya, 3 Masalah Ini Bikin Iraola Waspada
Rashford kembali ke skuad Manchester United setelah menghabiskan musim sebelumnya bersama Barcelona. Selama berada di Camp Nou, ia mampu memberikan kontribusi dalam urusan mencetak gol dan assist, meski posisinya tidak selalu menjadi pilihan utama.
Kini, peluang untuk kembali tampil bersama Manchester United terbuka lebar. Rashford bahkan diproyeksikan mengikuti rangkaian persiapan pramusim klub dan berpeluang dimainkan ketika Setan Merah menghadapi Leeds United di Croke Park, Dublin.
Nomor 14 yang kemungkinan dipakainya bukan nomor sembarangan dalam sejarah Manchester United. Sejak sistem nomor punggung permanen diperkenalkan di Premier League pada 1993, sejumlah pemain pernah mengenakannya, termasuk Andrei Kanchelskis, Jordi Cruyff, Alan Smith, Javier Hernandez, Jesse Lingard, hingga Christian Eriksen.
Kanchelskis menjadi salah satu pemilik nomor 14 yang paling menonjol. Pemain asal Rusia tersebut membantu Manchester United meraih dua gelar Premier League dan mencetak 15 gol di seluruh kompetisi pada musim 1994/95.
Baca Juga: Kalah 2-3 dari Dortmund, Lini Belakang Arteta Siaga Satu
Bagi Rashford, nomor baru itu justru dapat menjadi awal untuk membangun kembali identitasnya di Manchester United. Ia tidak lagi dibebani ekspektasi yang melekat pada nomor 10, tetapi harus membuktikan diri melalui performa di lapangan.
Peluang tersebut semakin terbuka karena Manchester United masih membutuhkan opsi kuat di sektor kiri serangan. Matheus Cunha yang kini memakai nomor 10 memiliki karakter lebih fleksibel dan dapat bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang. Sementara Patrick Dorgu masih dalam proses beradaptasi dengan tuntutan posisinya.
Rashford sendiri memiliki modal untuk bangkit. Pada musim 2022/23, ia mencatat salah satu musim terbaik dalam kariernya dengan torehan 30 gol di seluruh kompetisi bersama Manchester United. Catatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mencetak golnya belum hilang ketika berada dalam kondisi terbaik.
Pengalamannya bersama Barcelona juga memberikan tambahan perspektif setelah melalui masa yang penuh tekanan di Manchester. Karena itu, musim baru dapat menjadi kesempatan bagi Rashford untuk membuktikan bahwa performa terbaiknya masih bisa kembali.
Situasi transfer juga akan menentukan masa depannya. Jika tidak ada tawaran yang dianggap tepat dari klub-klub besar Eropa hingga bursa transfer ditutup, Rashford berpotensi bertahan di Old Trafford dan memperjuangkan kembali tempatnya dalam skuad.
Kembalinya Rashford dengan nomor 14 pada akhirnya bukan sekadar pergantian angka di jersey. Ini menjadi ujian baru bagi sang penyerang untuk membangun kembali kepercayaan dan menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki peran penting dalam rencana Manchester United.
Setelah bertahun-tahun identik dengan nomor 10, Rashford kini memasuki fase berbeda. Jika mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan, nomor 14 bisa menjadi awal kebangkitan sekaligus simbol lahirnya kembali Rashford sebagai salah satu pemain penting Manchester United.
Editor : Mahendra Aditya