Kalah 2-3 dari Dortmund, Lini Belakang Arteta Siaga Satu

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:13 WIB
Mikel Arteta - Pelatih Arsenal
Mikel Arteta - Pelatih Arsenal

RADAR KUDUS - Arsenal harus menerima kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund pada ajang Emirates Cup di Emirates Stadium, Minggu (9/8/2026). Hasil ini bukan sekadar memutus catatan positif The Gunners di turnamen pramusim, tetapi juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibereskan Mikel Arteta sebelum kompetisi resmi dimulai.

Dortmund tampil lebih efektif setelah mencetak dua gol pada babak pertama melalui Samuele Inacio dan Konstantinos Karetsas. Arsenal sempat memberikan respons lewat Ethan Nwaneri dan Viktor Gyokeres, tetapi gol Joane Gadou kembali membuat tuan rumah tertinggal hingga pertandingan berakhir 2-3.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan empat kemenangan Arsenal di Emirates Cup. Meski berstatus laga pramusim dan hasil akhirnya tidak menjadi ukuran mutlak kekuatan sebuah tim, duel melawan Dortmund memberikan gambaran mengenai beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki Arteta.

Baca Juga: Vinicius Gagal, Arsenal Alihkan Radar ke Iliman Ndiaye dan Dua Bintang Top Eropa

Salah satu kabar paling positif datang dari Christos Tzolis. Pemain sayap asal Yunani itu menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi tambahan penting bagi lini serang Arsenal. Tzolis terlibat langsung dalam dua gol The Gunners. Ia memberikan assist untuk Nwaneri sekaligus memenangkan penalti yang kemudian diselesaikan Gyokeres.

Kontribusi tersebut bukan satu-satunya indikator. Tzolis tercatat menciptakan empat peluang dalam pertandingan, jumlah tertinggi di antara pemain kedua tim. Keberaniannya menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu serta kemampuannya mengirimkan bola ke area berbahaya membuat sektor sayap Arsenal terlihat lebih dinamis.

Kehadiran Tzolis pun menjadi salah satu perkembangan menarik dalam persiapan Arsenal menghadapi musim baru. Persaingan di lini depan semakin terbuka karena Arteta memiliki lebih banyak pilihan untuk menciptakan variasi serangan dari sisi lapangan.

Di sisi lain, eksperimen terhadap posisi Kai Havertz belum memberikan jawaban meyakinkan. Pemain internasional Jerman tersebut kembali dimainkan lebih dalam, bergabung dengan Martin Odegaard dan Myles Lewis-Skelly di lini tengah.

Baca Juga: Paolo Maldini Bongkar Rencana Besar untuk Italia: Ingin Tiru Swiss, Tapi Proyeknya Runtuh dalam 16 Hari

Havertz memang beberapa kali memperlihatkan kecerdikannya ketika bergerak memasuki ruang di belakang pertahanan Dortmund. Namun, kontribusinya dalam fase bertahan dan penguasaan bola belum terlihat optimal. Perannya sebagai gelandang membuat kualitas terbaik Havertz sebagai pemain yang agresif memasuki kotak penalti menjadi tidak terlalu maksimal.

Situasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi Arteta dalam menentukan komposisi lini tengah. Havertz memiliki fleksibilitas untuk bermain di beberapa posisi, tetapi fleksibilitas tersebut tidak selalu berarti setiap peran mampu memberikan dampak yang sama.

Persoalan terbesar Arsenal justru kembali muncul di lini belakang. Kebobolan tiga gol dari Dortmund membuat The Gunners kembali memperlihatkan kerentanan pertahanan dalam rangkaian pramusim.

Padahal, Arsenal memiliki salah satu catatan pertahanan terbaik di Premier League musim 2025/26 dengan hanya kebobolan 27 gol. Karena itu, performa pramusim yang kembali membuat gawang mereka kemasukan tiga kali patut menjadi perhatian, meski tidak bisa langsung dijadikan gambaran kondisi tim secara keseluruhan.

Absennya William Saliba menjadi salah satu faktor yang membuat masalah tersebut semakin terasa. Bek Prancis itu diperkirakan belum sepenuhnya siap untuk mengawali musim, sehingga Arteta perlu mencari formula terbaik untuk menjaga stabilitas lini belakang.

Cristhian Mosquera masih membutuhkan pengalaman di level tertinggi, sementara Riccardo Calafiori secara alami lebih nyaman bermain sebagai bek kiri dibandingkan bek tengah. Kondisi tersebut membuat kedalaman posisi bek tengah menjadi salah satu area yang patut diperhatikan Arsenal.

Baca Juga: Setelah Digne, PSG Incar Kiper Jepang Zion Suzuki: Transfer €35 Juta Mulai Dibahas

Kekalahan dari Dortmund pada akhirnya tidak perlu dianggap sebagai tanda bahwa Arsenal berada dalam kondisi buruk menjelang musim baru. Namun, pertandingan tersebut memberikan peringatan yang cukup jelas: kualitas lini serang mulai menawarkan banyak opsi, sementara pertahanan masih membutuhkan pembenahan.

Arteta masih memiliki waktu untuk memperbaiki organisasi pertahanan, menentukan posisi terbaik Havertz, serta mengintegrasikan pemain-pemain baru. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan sebelum pertandingan kompetitif dimulai, kekalahan di Emirates Cup justru bisa menjadi evaluasi berharga bagi Arsenal.

Sebaliknya, jika kelemahan yang sama terus berulang ketika musim resmi bergulir, Arsenal berisiko kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas.

Laga melawan Dortmund pun menjadi pengingat bahwa persiapan menuju musim baru bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi juga memastikan pertahanan tetap menjadi fondasi utama permainan The Gunners.

Editor : Mahendra Aditya
Arsenal vs Dortmund Arsenal kalah Dortmund Emirates Cup 2026 Christos Tzolis viktor gyokeres