Ajax Menang 2-0, Davy Klaassen Malah Beri Sindiran Keras: PEC Zwolle Lebih Baik dari Vojvodina dan Shelbourne

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:19 WIB
Davy Klaassen.
Davy Klaassen.

RADAR KUDUS - Davy Klaassen tidak sepenuhnya puas meski Ajax mengawali Eredivisie 2026/27 dengan kemenangan 2-0 atas PEC Zwolle. Sang kapten justru memberikan penilaian tajam terhadap performa timnya dan mengakui bahwa PEC Zwolle memberikan perlawanan yang jauh lebih berat dibandingkan dua lawan Ajax sebelumnya di Conference League.

Ajax memang pulang dari MAC³PARK Stadion dengan tiga poin, tetapi kemenangan tersebut baru benar-benar terkunci pada fase akhir pertandingan. Jorthy Mokio membuka keunggulan pada menit ke-76, sebelum Julian Brandt menggandakan skor pada masa tambahan waktu. Kedua pemain tersebut masuk dari bangku cadangan dan menjadi pembeda bagi tim Amsterdam.

Situasi pertandingan berubah setelah bek PEC Zwolle, Sherel Floranus, menerima kartu merah pada menit ke-57. Bermain dengan 10 pemain membuat Ajax memiliki lebih banyak ruang untuk mengendalikan pertandingan, hingga akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui Mokio.

Baca Juga: Bukan Sekadar Transfer: Samu Costa Masuk, Al Nassr Dihadapkan pada Persoalan Finansial

Bagi Klaassen, hasil akhir tersebut memang penting, tetapi cara Ajax meraihnya tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Kami tidak sebagus yang kami inginkan,” ujar Klaassen dalam wawancara setelah pertandingan, seperti dikutip ESPN melalui laporan Goal. Ia menilai permainan Ajax terlalu mudah ditebak dan kurang menghadirkan kejutan untuk pertahanan Zwolle.

Klaassen bahkan membandingkan pertandingan tersebut dengan dua laga kualifikasi Conference League melawan FK Vojvodina dan Shelbourne. Menurutnya, PEC Zwolle memberikan ujian yang lebih serius.

Jika dibandingkan dengan Vojvodina dan Shelbourne, Klaassen menilai PEC Zwolle “jauh lebih baik”. Pernyataan itu terdengar seperti sindiran, tetapi sebenarnya juga menjadi pengakuan bahwa Ajax menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda ketika memasuki kompetisi domestik.

Ajax sebelumnya sudah menghadapi Vojvodina dalam dua leg kualifikasi Conference League. Mereka bertemu pada 23 dan 30 Juli 2026, sebelum menghadapi Shelbourne dalam rangkaian pertandingan berikutnya. Jadwal resmi Ajax mencatat laga melawan PEC Zwolle sebagai pertandingan pertama mereka di Eredivisie musim ini.

Klaassen melihat perbedaan kualitas lawan tersebut secara langsung.

Melawan PEC Zwolle, Ajax tidak mampu bermain dengan kelancaran yang mereka inginkan pada babak pertama. Serangan-serangan mereka lebih mudah dibaca, sementara pergerakan tanpa bola belum cukup untuk menciptakan ruang di pertahanan tuan rumah.

Kapten Ajax itu juga menyoroti hilangnya Mika Godts sebagai salah satu faktor yang membuat permainan timnya kurang memiliki kedalaman.

Tanpa Godts, Ajax dinilai kehilangan ancaman dari sisi lapangan yang biasanya dapat meregangkan pertahanan lawan. Akibatnya, pemain-pemain Ajax lebih kesulitan menemukan ruang untuk masuk ke area berbahaya.

Masalah tersebut kemudian dibahas di ruang ganti saat jeda pertandingan.

Ajax mencoba memperbaiki pergerakan tanpa bola pada babak kedua. Para pemain diminta lebih aktif menyerang garis pertahanan Zwolle dan memberikan tekanan lebih tinggi kepada pemain bertahan lawan.

Baca Juga: Bruno Guimarães £75 Juta Resmi ke Arsenal, Lini Tengah The Gunners Kini Bikin Rival Ketar-ketir

Perubahan itu mulai terlihat setelah turun minum, tetapi kartu merah Floranus menjadi titik balik terbesar.

Dengan keunggulan jumlah pemain, Ajax akhirnya mampu meningkatkan tekanan. Namun, mereka tetap membutuhkan waktu hingga menit ke-76 untuk mencetak gol.

Jorthy Mokio kemudian muncul sebagai penyelamat. Pemain muda Ajax tersebut mencetak gol pembuka setelah masuk sebagai pemain pengganti, sebelum Julian Brandt memastikan kemenangan 2-0 melalui gol pada menit ke-95.

Kemenangan ini penting karena Ajax memulai musim Eredivisie dengan target besar. Klub Amsterdam tersebut sudah memastikan bahwa pertandingan pembuka liga akan berlangsung di markas Zwolle sejak jadwal resmi 2026/27 diumumkan. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi sc Heerenveen di Johan Cruyff Arena pada pekan kedua.

Namun, kemenangan atas Zwolle menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar.

Ajax harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin bersaing dalam perebutan gelar Eredivisie. Tiga poin memang menjadi modal awal yang bagus, tetapi performa seperti di Zwolle tidak akan selalu cukup ketika mereka menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Apalagi, jadwal berat sudah menanti. Ajax akan menghadapi PSV pada 5 September 2026 dalam pertandingan yang bisa menjadi ujian jauh lebih serius terhadap perkembangan tim.

Komentar Klaassen justru menunjukkan bahwa para pemain Ajax menyadari persoalan tersebut.

Sang kapten tidak berusaha menutupi kelemahan tim hanya karena mereka menang. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Ajax masih harus memperbaiki cara bermain jika ingin mencapai level yang mereka inginkan.

Hal itu menjadi pesan penting bagi skuad.

Kemenangan 2-0 memang tercatat dalam statistik, tetapi pertandingan tersebut tidak berjalan semudah hasil akhirnya. Ajax membutuhkan kartu merah lawan dan dua gol dari pemain yang masuk sebagai pemain pengganti untuk memastikan kemenangan.

Baca Juga: Nomor 14 Jadi Milik Marcus Rashford, Manchester United Beri Kesempatan Kedua di Era Carrick

Bahkan, Ajax pernah mengalami pertandingan yang sama sulitnya ketika bertandang ke Zwolle pada musim sebelumnya. Pada 1 Maret 2026, mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 di kandang PEC Zwolle. Dalam laga tersebut, Ajax juga kesulitan menciptakan peluang bersih dan gagal mencetak gol.

Karena itu, kemenangan kali ini bisa menjadi perkembangan positif sekaligus peringatan.

Positif karena Ajax akhirnya berhasil membawa pulang tiga poin dari stadion yang sebelumnya menyulitkan mereka. Peringatan karena kualitas permainan masih belum berada pada level yang diharapkan Klaassen.

Bagi kapten Ajax tersebut, perbandingan dengan Vojvodina dan Shelbourne bukan sekadar komentar mengenai kekuatan lawan. Pernyataannya juga mencerminkan standar internal yang ingin diterapkan kepada tim.

Ajax tidak cukup hanya menang.

Mereka harus mampu mengontrol pertandingan, menciptakan peluang secara konsisten, memberikan tekanan sejak awal dan menunjukkan identitas permainan yang lebih jelas.

Itulah pekerjaan rumah Ajax setelah kemenangan 2-0 atas PEC Zwolle.

Tiga poin sudah berada di tangan, tetapi Klaassen tahu bahwa performa seperti ini tidak akan cukup jika Ajax ingin melangkah lebih jauh di Eredivisie dan kompetisi Eropa.

Dan justru karena itulah komentar sang kapten menjadi penting: kemenangan perdana Ajax mungkin terlihat meyakinkan di papan skor, tetapi di dalam tim mereka sendiri, alarm perbaikan sudah berbunyi.

Editor : Mahendra Aditya
Davy Klaassen PEC Zwolle Ajax PEC Zwolle vs Ajax 2026 Ajax menang 2-0 Davy Klaassen Ajax Ajax Eredivisie 2026/27