Bukan Sekadar Transfer: Samu Costa Masuk, Al Nassr Dihadapkan pada Persoalan Finansial

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:17 WIB
Samu Costa.
Samu Costa.

RADAR KUDUS - Al Nassr akhirnya meresmikan kedatangan Samu Costa dari Mallorca pada Minggu, 9 Agustus 2026. Namun, transfer gelandang Portugal itu justru memunculkan cerita lain di balik layar: klub disebut harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran rekrutmen setelah menyelesaikan operasi tersebut.

Kepindahan Costa sebenarnya sudah lama berada di jalur penyelesaian. Mallorca dan Al Nassr telah mencapai kesepakatan sejak beberapa pekan sebelumnya, tetapi pengumuman resmi tertunda karena proses administratif dan persetujuan finansial. Kedua klub akhirnya mengonfirmasi transfer tersebut pada akhir pekan.

Transfer ini sekaligus menjadi jawaban Al Nassr atas kebutuhan mereka di lini tengah setelah Marcelo Brozovic meninggalkan klub. Costa diproyeksikan untuk mengisi ruang yang ditinggalkan gelandang Kroasia tersebut dan memberikan tenaga baru di sektor tengah skuad yang diperkuat Cristiano Ronaldo.

Namun, persoalan sebenarnya justru berada di balik nilai dan mekanisme finansial transfer.

Baca Juga: Bruno Guimarães £75 Juta Resmi ke Arsenal, Lini Tengah The Gunners Kini Bikin Rival Ketar-ketir

Sejumlah laporan Saudi menyebut Al Nassr harus mendapatkan persetujuan terkait penggunaan anggaran rekrutmen sebelum transfer dapat diselesaikan. Media Saudi Okaz sebelumnya melaporkan nilai kesepakatan Costa berada di kisaran €9 juta dan dibayarkan dalam dua tahap. Sementara laporan dari Spanyol menyebut nilai transaksi dapat mencapai sekitar €20 juta hingga €25 juta. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa nilai final, termasuk struktur pembayaran dan bonus, tidak bisa disimpulkan hanya dari satu laporan.

Yang lebih menarik, laporan Cadena SER sebelumnya mengungkap bahwa Al Nassr memang menghadapi persoalan finansial serius pada musim panas ini. Klub disebut sempat terbentur kewajiban finansial lebih dari 800 juta riyal atau sekitar US$213 juta sebelum memperoleh kembali dokumen yang memungkinkan mereka beroperasi di pasar transfer.

Karena itu, kedatangan Costa tidak bisa dilihat sekadar sebagai transfer biasa.

Al Nassr memang berstatus sebagai salah satu klub terbesar Arab Saudi dan baru saja meraih gelar Saudi Pro League. Tetapi aktivitas mereka di bursa transfer musim panas 2026 menunjukkan bahwa klub tidak sepenuhnya bebas mengeluarkan dana tanpa batas.

Kondisi tersebut membuat perekrutan Costa menjadi operasi yang cukup penting.

Gelandang berusia 25 tahun itu datang setelah menjalani beberapa musim di sepak bola Spanyol. Ia bergabung dengan Mallorca setelah sebelumnya memperkuat Almería dan berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini tengah klub asal Kepulauan Balearic tersebut.

Pada musim terakhirnya bersama Mallorca, Costa tampil dalam lebih dari 30 pertandingan liga dan mencetak tujuh gol. Produktivitas itu cukup mencolok mengingat posisi utamanya adalah gelandang tengah yang juga memiliki tanggung jawab defensif. Okaz mencatat Costa tampil dalam 33 pertandingan pada musim tersebut, 31 di antaranya sebagai starter di LaLiga, dengan tujuh gol dan dua assist.

Kualitas tersebut menjadi salah satu alasan Al Nassr memilihnya sebagai solusi untuk lini tengah.

Costa memiliki karakter bermain agresif, kuat dalam duel, mampu melakukan recovery bola dan mempunyai kemampuan bergerak dari lini kedua. Profil itu membuatnya relatif cocok untuk menggantikan peran yang sebelumnya dijalankan Brozovic, meskipun gaya permainan keduanya tidak sepenuhnya identik.

Baca Juga: Nomor 14 Jadi Milik Marcus Rashford, Manchester United Beri Kesempatan Kedua di Era Carrick

Transfer Costa juga memperlihatkan bahwa Al Nassr kini lebih berhati-hati dalam membangun skuad.

Sebelumnya, klub-klub Arab Saudi dikenal mampu mendatangkan pemain dengan biaya sangat besar. Namun, sistem kompetisi Saudi Pro League tetap memiliki kerangka finansial dan aturan registrasi yang harus dipatuhi klub. Dalam kasus Al Nassr, persoalan finansial yang muncul sepanjang musim panas bahkan sempat menghambat aktivitas mereka di pasar pemain.

Costa akhirnya menjadi rekrutan pertama Al Nassr pada bursa musim panas yang diumumkan secara resmi. Sebelum kesepakatan tersebut ditutup, laporan Goal menyebut Al Nassr telah mengungguli RB Leipzig dan sejumlah klub Eropa lainnya dalam perburuan sang gelandang.

Bagi Mallorca, kepergian Costa juga memiliki arti besar. Pemain Portugal itu telah menjadi bagian penting klub sejak bergabung dari Almería pada 2023. Mallorca secara resmi mengonfirmasi transfer tersebut dan menyampaikan apresiasi atas profesionalisme serta kontribusinya selama membela klub.

Menariknya, Mallorca bukan satu-satunya pihak yang memperoleh manfaat finansial dari transaksi ini. Almería dilaporkan memiliki persentase dari penjualan Costa berkat klausul yang dimasukkan ketika sang pemain meninggalkan klub tersebut menuju Mallorca. Cadena SER memperkirakan mekanisme tersebut dapat memberikan pemasukan beberapa juta euro kepada Almería.

Di sisi Al Nassr, tantangannya kini adalah bagaimana memaksimalkan investasi tersebut tanpa mengorbankan kebutuhan di posisi lain.

Kepergian Brozovic membuat lini tengah memang membutuhkan pemain baru. Tetapi kebutuhan skuad Al Nassr tidak berhenti di sana. Persaingan di level domestik dan kontinental menuntut kedalaman pemain yang cukup, terlebih mereka harus mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Saudi.

Masalahnya, apabila laporan mengenai terbatasnya ruang anggaran tersebut benar, manajemen harus lebih selektif dalam menentukan langkah berikutnya.

Mereka tidak bisa sekadar mengejar nama besar. Setiap rekrutan harus benar-benar menjawab kebutuhan tim dan sesuai dengan batas finansial yang tersedia.

Situasi ini juga menjadi ujian bagi manajemen Al Nassr setelah beberapa tahun klub menjadi salah satu simbol proyek ekspansi sepak bola Arab Saudi.

Dengan Cristiano Ronaldo masih menjadi pusat perhatian, Al Nassr tetap memiliki daya tarik global yang besar. Kehadiran João Félix dan sejumlah pemain internasional Portugal lainnya juga memperkuat identitas baru klub tersebut.

Costa kini menjadi bagian berikutnya dari proyek itu.

Namun, ia datang bukan sebagai transfer superstar dengan harga fantastis. Ia direkrut untuk memenuhi kebutuhan konkret di lini tengah dan menjadi bagian dari upaya Al Nassr menjaga keseimbangan skuad.

Itulah yang membuat transfer ini menarik.

Al Nassr berhasil mendapatkan pemain yang diinginkan meski harus melalui proses panjang, persetujuan finansial, dan sejumlah laporan mengenai keterbatasan anggaran. Di saat yang sama, klub harus memastikan bahwa perekrutan Costa tidak membuat kebutuhan lain terbengkalai.

Bursa transfer mungkin belum sepenuhnya menjadi cerita tentang berapa banyak uang yang mampu dikeluarkan Al Nassr.

Kini pertanyaannya adalah seberapa efektif klub mengelola uang yang tersedia.

Jika Costa mampu menjadi pengganti yang tepat untuk Brozovic dan memberikan stabilitas di lini tengah, keputusan tersebut bisa terbukti sangat penting bagi perjalanan Al Nassr musim ini.

Sebaliknya, jika kebutuhan di posisi lain tidak terselesaikan karena ruang finansial yang terbatas, transfer Costa justru akan menjadi awal dari persoalan baru.

Satu hal sudah pasti: Al Nassr telah mendapatkan Samu Costa.

Tetapi setelah kesepakatan itu resmi, sorotan berikutnya justru tertuju kepada kas klub dan kemampuan manajemen menyelesaikan pekerjaan rumah yang tersisa.

Editor : Mahendra Aditya
Al Nassr terbaru Samu Costa Al Nassr transfer Samu Costa Samu Costa Mallorca bursa transfer Al Nassr