RADAR KUDUS - Persib Bandung tak ingin larut dalam kekecewaan setelah gagal menjuarai Piala Presiden 2026. Pelatih Igor Tolic langsung mengalihkan fokus tim menuju laga yang jauh lebih penting, yakni babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027, yang akan menjadi pintu masuk Maung Bandung ke kompetisi antarklub Asia.
Persib harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya pada partai final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan tambahan waktu, Maung Bandung menyerah 5-6 melalui drama adu penalti.
Gol pembuka Persebaya yang dicetak Ramadhan Sananta pada menit ke-20 mampu dibalas Patricio Matricardi hanya empat menit berselang. Pertandingan kemudian berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu. Situasi semakin sulit bagi Persib setelah Mariano Peralta menerima kartu merah usai wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), sehingga tim asal Bandung harus bermain dengan 10 pemain.
Pada babak adu penalti, dua eksekutor Persib, Uilliam Barros dan Hamra Hehanussa, gagal menjalankan tugasnya. Sementara Persebaya hanya kehilangan satu kesempatan setelah tendangan Yuran Fernandes berhasil dibendung penjaga gawang muda Fitrah Maulana, yang tetap tampil impresif meski timnya gagal menjadi juara.
Meski gagal mengangkat trofi, Igor Tolic memilih melihat sisi positif dari perjalanan timnya selama turnamen pramusim tersebut. Pelatih asal Kroasia itu menilai Persebaya memang pantas menjadi juara berkat performa konsisten sejak fase grup hingga final.
Menurut Tolic, Persib tetap menunjukkan karakter kuat meski menghadapi banyak kendala. Selama turnamen, skuad Maung Bandung tidak tampil dengan kekuatan terbaik karena tujuh pemain harus bergabung bersama Timnas Indonesia. Selain itu, sejumlah pemain juga masih dibekap cedera maupun belum berada dalam kondisi fisik ideal.
Kondisi tersebut membuat staf pelatih memberikan kesempatan lebih besar kepada sejumlah pemain muda untuk tampil di level kompetitif. Tolic menilai pengalaman tersebut menjadi investasi penting bagi perkembangan tim dalam menghadapi musim 2026/2027.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat juang anak asuhnya yang mampu mempertahankan keseimbangan permainan saat harus bermain dengan 10 orang. Menurutnya, organisasi pertahanan Persib tetap berjalan baik hingga memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
Bagi Tolic, hasil di Piala Presiden hanyalah bagian dari proses membangun tim. Turnamen pramusim dimanfaatkan untuk menemukan komposisi terbaik sekaligus meningkatkan chemistry antarpemain sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Kini perhatian Persib sepenuhnya tertuju pada agenda yang lebih besar. Selain mengarungi Liga 1 musim 2026/2027, Maung Bandung akan menghadapi Manila Digger FC, wakil Filipina, pada babak play-off AFC Champions League Two yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Laga tersebut memiliki arti penting karena menjadi penentu langkah Persib menuju fase grup ACL 2, kompetisi antarklub Asia level kedua yang mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai negara di kawasan.
Tolic menegaskan tim pelatih akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan kondisi fisik pemain, memulihkan mereka yang mengalami cedera, serta mematangkan strategi agar Persib tampil lebih siap menghadapi pertandingan internasional.
Di tengah berbagai tantangan, dukungan Bobotoh menjadi motivasi tersendiri bagi skuad Persib. Tolic mengaku terkesan dengan antusiasme suporter yang terus memberikan semangat sejak pertandingan fase grup di Bandung hingga final di Bali.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi pemain untuk bangkit dari kegagalan dan segera mengalihkan fokus menuju target utama musim ini, yakni bersaing di Liga 1 dan mengamankan tiket ke fase grup AFC Champions League Two.
Dengan materi pemain yang diperkirakan semakin lengkap setelah para pemain Timnas kembali bergabung dan beberapa pemain pulih dari cedera, Persib memiliki peluang untuk tampil lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan di level domestik maupun Asia.
Editor : Mahendra Aditya