Starting XI AC Milan vs Inter: Derby Milan di Perth, Camarda dan Esposito Jadi Sorotan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:45 WIB

 

AC Milan vs Inter
AC Milan vs Inter

RADAR KUDUS - Derby della Madonnina kembali tersaji, tetapi kali ini rivalitas AC Milan dan Inter Milan dibawa jauh dari Italia. Kedua klub raksasa Serie A tersebut berhadapan di Optus Stadium, Perth, Australia, dalam laga persahabatan pramusim, Rabu, 5 Agustus 2026.

Meski berstatus pertandingan uji coba, duel Milan vs Inter tetap menyita perhatian karena kedua klub langsung menurunkan sejumlah pemain penting sekaligus memberikan kesempatan kepada talenta muda. Susunan pemain resmi kedua tim menunjukkan bahwa pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menguji komposisi skuad sebelum memasuki musim kompetisi 2026/2027.

AC Milan menggunakan formasi 3-4-2-1. Ruben Amorim menempatkan Torriani sebagai penjaga gawang. Tiga pemain di lini belakang diisi Strahinja Pavlovic, Matteo Gabbia dan Fikayo Tomori.

Di sektor tengah, Yunus Musah dan Davide Bartesaghi beroperasi di sisi sayap, sementara Ruben Loftus-Cheek berduet dengan Youssouf Fofana sebagai gelandang tengah.

Untuk mendukung lini depan, Samuel Chukwueze dan Cissé dimainkan di belakang penyerang utama. Posisi ujung tombak dipercayakan kepada Francesco Camarda.

Starting XI AC Milan:

Torriani; Pavlovic, Gabbia, Tomori; Musah, Loftus-Cheek, Fofana, Bartesaghi; Chukwueze, Cissé; Camarda.

Di bangku cadangan, Milan memiliki sejumlah nama yang berpotensi mengubah pertandingan, termasuk Pervis Estupiñán, Thiaw, Gonçalo Ramos, Rafael Leao, Luka Modric, Christopher Nkunku, Jashari dan Alexis Saelemaekers. Susunan tersebut memperlihatkan bahwa Amorim masih mempunyai banyak opsi untuk melakukan rotasi selama pertandingan.

Salah satu perhatian terbesar tentu tertuju kepada Camarda. Penyerang muda tersebut dipercaya sebagai starter dalam pertandingan melawan rival sekota. Keputusan tersebut menunjukkan keberanian Milan memberikan panggung kepada pemain muda dalam pertandingan dengan atmosfer besar.

Di kubu Inter, Cristian Chivu juga memilih pendekatan serupa. Nerazzurri turun dengan skema 3-5-2, dengan Josep Martinez sebagai penjaga gawang.

Tiga bek Inter diisi Benjamin Pavard, Yann Bisseck dan Alessandro Bastoni. Sementara itu, lini tengah dihuni Denzel Dumfries? Tidak, susunan resmi menempatkan Diouf di sisi kanan, Federico Dimarco di kiri, serta Nicolo Barella, Aleksandar Stankovic dan Piotr Zielinski sebagai poros permainan.

Di lini depan, Inter mengandalkan duet Iddrissou dan Francesco Pio Esposito.

Starting XI Inter:

Martinez; Pavard, Bisseck, Bastoni; Diouf, Barella, Stankovic, Zielinski, Dimarco; Iddrissou, Esposito.

Bangku cadangan Inter juga dipenuhi pemain yang bisa memberikan perubahan. Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Davide Frattesi, Petar Sucic, Luis Henrique, Bonny dan Carlos Augusto tersedia sebagai opsi bagi Chivu.

Kehadiran Pio Esposito sebagai starter juga menjadi salah satu cerita menarik. Penyerang muda Inter tersebut sebelumnya mencuri perhatian setelah mendapatkan kesempatan di level tim nasional Italia. Ia mencetak gol dalam kemenangan Italia 1-0 atas Luksemburg pada laga persahabatan Juni 2026.

Pertandingan di Perth ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan kedua klub menuju musim baru. Bagi Milan, duel melawan Inter menjadi kesempatan untuk menguji sistem permainan baru dan melihat sejauh mana kombinasi pemain senior serta talenta muda dapat bekerja.

Hal serupa berlaku bagi Inter. Chivu memanfaatkan laga ini untuk melihat kemampuan pemain-pemain yang belum menjadi pilihan utama sekaligus menjaga kondisi sejumlah pemain berpengalaman.

Menariknya, duel ini mempertemukan dua tim dengan pendekatan berbeda di pinggir lapangan. Milan datang di bawah arahan Ruben Amorim, sedangkan Inter dipimpin Cristian Chivu. Keduanya tengah membangun struktur permainan masing-masing untuk menghadapi musim baru.

Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain yang berada di sekitar tim utama untuk memperbesar peluang mereka mendapatkan menit bermain ketika kompetisi resmi dimulai.

Dari sisi Milan, perhatian tidak hanya tertuju kepada Camarda. Chukwueze menjadi salah satu pemain senior yang diharapkan memberikan kreativitas di belakang striker, sementara Loftus-Cheek dan Fofana menjadi fondasi lini tengah.

Tomori juga mendapatkan peran penting di jantung pertahanan. Pengalamannya dibutuhkan untuk mengawal pertahanan Milan yang kali ini menggunakan tiga bek.

Sementara itu, Inter memiliki struktur yang cukup kuat di lini belakang dengan Pavard, Bisseck dan Bastoni. Barella menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di lini tengah, sedangkan Zielinski memberikan opsi dalam membangun serangan.

Duel di Perth juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan besar. Walaupun bukan laga kompetitif, menghadapi rival sekota tetap memiliki nilai tersendiri.

Derby della Madonnina selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Italia. Pertandingan kali ini memang berlangsung di Australia dan berstatus persahabatan, tetapi nama besar kedua klub membuat intensitas pertandingan tetap menarik untuk ditunggu.

Pertandingan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sepak bola Italia terus memperluas jangkauan globalnya. Perth menjadi tuan rumah duel antara dua klub Milan yang memiliki basis pendukung besar di berbagai negara.

Bagi penggemar Australia, laga ini menjadi kesempatan menyaksikan langsung dua raksasa Serie A dalam satu pertandingan. Bagi kedua klub, perjalanan tersebut memberikan pengalaman sekaligus bagian dari persiapan komersial dan olahraga menjelang musim baru.

Milan sendiri datang dengan sejumlah pemain yang belum masuk starting XI tetapi memiliki nama besar. Rafael Leao, Luka Modric dan Christopher Nkunku menjadi beberapa pemain yang dapat memberikan dampak ketika masuk sebagai pemain pengganti.

Inter juga menyimpan senjata berpengalaman. Calhanoglu, Mkhitaryan dan Frattesi berada di bangku cadangan dan dapat digunakan Chivu untuk mengubah tempo pertandingan.

Komposisi tersebut membuat laga berpotensi berubah drastis pada babak kedua. Jika para pemain muda mampu menjaga intensitas, pertandingan bisa menjadi panggung mereka. Namun jika tempo menurun, masuknya pemain senior dapat mengubah keseimbangan permainan.

Satu hal yang menarik adalah kedua pelatih tidak menurunkan seluruh pemain bintang mereka sejak menit awal. Strategi ini sangat masuk akal dalam konteks pramusim karena tujuan utama bukan hanya memenangkan pertandingan, melainkan membangun kebugaran, menguji sistem dan memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan.

Karena itu, hasil akhir tetap penting secara psikologis, tetapi tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

Bagi Amorim, pertandingan ini menjadi kesempatan melihat bagaimana skema 3-4-2-1 bekerja ketika menghadapi tekanan dari tim dengan kualitas lini tengah tinggi. Chukwueze dan Cissé akan dituntut memberikan dukungan kepada Camarda, sementara Musah dan Bartesaghi harus aktif membantu serangan dari sisi lapangan.

Bagi Chivu, formasi 3-5-2 memberikan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Barella, Stankovic dan Zielinski akan menjadi pusat sirkulasi bola, sementara Diouf dan Dimarco berperan memberikan lebar serangan.

Di depan, duet Iddrissou dan Esposito akan menjadi tumpuan untuk menguji pertahanan Milan.

Secara keseluruhan, susunan pemain resmi menunjukkan bahwa pertandingan ini bukan sekadar laga persahabatan biasa. Milan dan Inter sama-sama menggunakan Derby della Madonnina versi Perth untuk mengukur perkembangan skuad sebelum menghadapi tantangan musim baru.

Pertandingan ini juga menjadi panggung menarik bagi generasi berikutnya. Camarda dan Pio Esposito mendapatkan kesempatan tampil sejak awal dalam salah satu pertandingan paling ikonik yang dapat mereka rasakan di level klub.

Derby di Perth akhirnya menghadirkan kombinasi unik: rivalitas lama, wajah baru dan ambisi menyambut musim baru.

Susunan pemain resmi AC Milan vs Inter:

AC Milan (3-4-2-1): Torriani; Pavlovic, Gabbia, Tomori; Musah, Loftus-Cheek, Fofana, Bartesaghi; Chukwueze, Cissé; Camarda.

Inter (3-5-2): Martinez; Pavard, Bisseck, Bastoni; Diouf, Barella, Stankovic, Zielinski, Dimarco; Iddrissou, Esposito.

Wasit pertandingan adalah Lachlan Keevers, dengan Ashley Beech dan Astro Sakalis sebagai asisten. Shane Skinner bertugas sebagai ofisial keempat.

Dengan susunan tersebut, duel AC Milan vs Inter di Perth menjadi kesempatan untuk melihat siapa yang lebih siap memasuki fase berikutnya dari pramusim. Namun lebih dari sekadar skor, perhatian akan tertuju kepada bagaimana para pemain muda dan wajah baru merespons tekanan Derby della Madonnina.

Milan membawa Camarda sebagai ujung tombak, sementara Inter mempercayakan Pio Esposito di lini depan. Dua pemain muda itu kini mendapat panggung besar untuk membuktikan bahwa masa depan kedua klub tidak hanya bergantung pada para bintang senior.

Derby Milan memang pindah sementara ke Perth, tetapi persaingan tetap hidup. Dan kali ini, panggungnya bisa menjadi milik generasi baru.

Editor : Mahendra Aditya
AC Milan vs Inter line up AC Milan vs Inter starting XI Milan vs Inter Derby della Madonnina Perth AC Milan Inter 2026