UEFA Sambut Positif Keputusan FIFA Batalkan Penjualan Saham Piala Dunia

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:21 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino mewacanakan penambahan peserta dari 48 menjadi 64 tim. Usulan tersebut akan dibahas usai Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino.

RADAR KUDUS – Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyambut positif keputusan FIFA yang membatalkan rencana penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia.

Menurut UEFA, langkah tersebut menjadi kemenangan bagi sepak bola dunia setelah muncul gelombang penolakan dari berbagai konfederasi, federasi nasional, hingga pemangku kepentingan olahraga.

Keputusan itu sekaligus mengakhiri polemik mengenai rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas bisnis yang sebelumnya disiapkan untuk mengelola hak komersial sejumlah turnamen FIFA dengan melibatkan investor eksternal.

FIFA Resmi Menghentikan Proyek FFE

Dalam pernyataan resminya, FIFA memastikan proyek pembentukan FIFA Forward Enterprise tidak akan dilanjutkan.

Dengan dibatalkannya proyek tersebut, wacana penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor juga otomatis gugur.

Sebelumnya, gagasan tersebut memicu kontroversi karena dinilai berpotensi mengubah pengelolaan ajang sepak bola terbesar di dunia menjadi lebih berorientasi pada kepentingan bisnis.

UEFA: Kemenangan bagi Sepak Bola

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menolak rencana tersebut. Bahkan, konfederasi sepak bola Eropa itu sempat menyampaikan ancaman boikot apabila FIFA tetap melanjutkan proyek tersebut.

Setelah FIFA mengumumkan pembatalan, UEFA mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut keputusan itu sebagai kemenangan bagi seluruh ekosistem sepak bola.

Menurut UEFA, batalnya penjualan saham Piala Dunia menunjukkan bahwa suara federasi anggota, konfederasi, klub, dan berbagai pemangku kepentingan masih memiliki pengaruh besar dalam menjaga independensi sepak bola dunia.

Namun UEFA juga menegaskan bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai. Organisasi tersebut menilai FIFA masih memiliki pekerjaan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap tata kelola organisasinya.

Polemik Bermula dari Rencana Komersialisasi

Wacana pembentukan FIFA Forward Enterprise pertama kali mencuat sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pendapatan FIFA melalui kerja sama investasi.

Dalam skema yang beredar, investor disebut berpeluang memiliki sebagian kepentingan ekonomi atas kompetisi-kompetisi besar FIFA, termasuk Piala Dunia.

Usulan tersebut langsung menuai kritik karena dikhawatirkan dapat mengurangi independensi FIFA dalam mengambil keputusan terkait penyelenggaraan turnamen.

Selain UEFA, sejumlah pihak lain juga menyuarakan keberatan terhadap rencana tersebut sehingga tekanan terhadap FIFA terus meningkat.

Dinilai Menjaga Integritas Piala Dunia

Keputusan FIFA untuk membatalkan proyek FFE dipandang banyak kalangan sebagai langkah penting dalam menjaga integritas Piala Dunia sebagai kompetisi yang selama ini dikelola langsung oleh badan sepak bola dunia.

Banyak pengamat menilai keputusan tersebut akan membantu menjaga kepercayaan federasi anggota, sponsor, pemain, hingga jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Meski demikian, FIFA diperkirakan tetap akan mencari berbagai strategi baru untuk meningkatkan pendapatan organisasi tanpa mengorbankan tata kelola dan independensi kompetisi.

FIFA Diharapkan Lebih Transparan

Setelah polemik ini mereda, UEFA berharap FIFA lebih terbuka dalam menyusun kebijakan strategis pada masa mendatang.

Transparansi, konsultasi dengan konfederasi, serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi syarat penting agar keputusan-keputusan besar tidak kembali memunculkan kontroversi serupa.

Dengan batalnya rencana penjualan saham Piala Dunia, perhatian kini kembali tertuju pada persiapan penyelenggaraan turnamen-turnamen FIFA berikutnya, termasuk pengembangan sepak bola global melalui program yang lebih transparan dan akuntabel.

Editor : Mahendra Aditya
saham Piala Dunia FIFA Forward Enterprise FIFA uefa Gianni Infantino