JEPARA — Meski senyap, Persijap terus bergerak. Laskar Kalinyamat masih menyembunyikan rekrutan pemain anyarnya.
Meski demikian, nama pemain seperti Roman Paparyga dan Juan Douglas dikabarkan merapat. Termasuk Rahmatzoda yang kembali pulang, memperkuat skuad asuhan Mario Lemos.
Kepulangan Rahmatzoda ini mengisi kekosongan posisi gelandang. Termasuk dapat memperkuat benteng pertahanan.
Usai eksodus besar-besaran beberapa waktu yang lalu, pemain asing di lini belakang Persijap hanya tersisa Rubio, Diogo Brito serta Borja Martinez.
Selain bek tangguh Rakhmatsho Rakhmatzoda, Persijap juga mengamankan kesepakatan dengan penyerang maut Juan Douglas dan Roman Paparyga.
Ini menjadi angin segar, untuk menyongsong ketatnya persaingan kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 mendatang.
Langkah agresif ini menjadi penanda ambisi besar Laskar Kalinyamat untuk membangun komposisi baru. Tak hanya bertahan dan menginjak garis degradasi tapi juga menerobos ke 10 besar.
Rahmatzoda, pemain asal Tajikistan ini bagi Jepara bukan sekadar pemain asing biasa.
Bek tengah berusia 22 tahun asal Tajikistan ini adalah pahlawan masa lalu, yang sempat merantau ke PSIM Yogyakarta musim lalu.
Ia kembali bukan lagi sebagai pemuda biasa, melainkan sosok transformatif dengan jam terbang tinggi pasca melakoni musim yang solid.
Sebagai pemain bertipikal bertahan, ia tidak hanya piawai mematahkan serangan, tetapi juga sanggup berkontribusi mencetak 1 gol dari total 1.952 menit bermain sepanjang musim lalu.
Karakter permainannya yang tak kenal kompromi dan ikatan emosional yang kuat dengan suporter, menjadikannya kepingan puzzle utama untuk mengunci area pertahanan Persijap.
Di lini serang, manajemen Persijap mendatangkan dua mesin gol baru dengan catatan statistik yang menjanjikan untuk menggantikan pilar asing mereka yang hengkang.
Juan Douglas (Brasil), menjadi perwujudan energi Samba yang dinantikan publik Jepara.
Striker berusia 30 tahun eks Melaka FC ini membawa reputasi penyelesaian akhir yang efisien. Pada musim lalu di Liga Super Malaysia, Douglas sukses menggelontorkan 4 gol dari hanya 10 pertandingan.
Rataan golnya yang tinggi membuktikan bahwa ia predator murni di kotak penalti yang siap meneror setiap jala lawan.
Sedangkan Roman Paparyga (Ukraina) mencatatkan performa impresif dengan torehan 4 gol dan 1 assist dari 13 penampilan bersama Laskar Sambernyawa.
Kelebihannya dalam menusuk dari sektor sayap maupun tengah akan memberikan dimensi serangan baru yang dinamis bagi Persijap.
Di lini belakang serta suntikan agresivitas dari duet Douglas serta Paparyga menciptakan peluang mengerikan.
Setidaknya satu bulan sebelum kompetisi berlangsung. Kini semua mata tertuju, menanti, melihat episentrum baru Laskar Kalinyamat.(fik)
Editor : Mahendra Aditya