RADAR KUDUS – Neymar resmi mengakhiri kiprahnya bersama Tim Nasional Brasil.
Keputusan tersebut disampaikan setelah Santos menundukkan Universidad Central dengan skor 4-2 pada leg kedua babak playoff Copa Sudamericana 2026.
Seusai laga, penyerang berusia 34 tahun itu memastikan bahwa dirinya tidak lagi akan memperkuat Selecao.
Mengutip laporan The Chosun, Neymar mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dijalaninya bersama tim nasional.
Sejak menjalani debut pada Agustus 2010 saat masih berusia 18 tahun, ia mengaku selalu memberikan kemampuan terbaik demi membela Brasil.
Menurut Neymar, seluruh pengalaman yang diraih bersama tim nasional menjadi bagian paling berharga dalam kariernya.
Ia merasa telah menorehkan sejarah dan kini saat yang tepat untuk menutup perjalanan tersebut.
Selama 16 tahun mengenakan jersey Brasil, Neymar tampil dalam 130 pertandingan dan mengoleksi 80 gol.
Catatan tersebut menjadikannya sebagai top skor sepanjang masa Timnas Brasil, melewati rekor milik legenda sepak bola Pelé yang sebelumnya mengemas 77 gol.
Meski sukses secara individu, Neymar belum mampu membawa Brasil meraih gelar Piala Dunia.
Satu-satunya trofi bergengsi yang berhasil dipersembahkannya adalah Piala Konfederasi FIFA 2013.
Sementara di ajang Copa América, pencapaian terbaiknya adalah membawa Brasil menjadi runner-up pada edisi 2021.
Perjalanan Neymar bersama Selecao juga tidak lepas dari berbagai masalah cedera.
Cedera ligamen lutut anterior (ACL) serta gangguan hamstring membuatnya harus menepi cukup lama sejak 2023.
Ia memang sempat kembali dipanggil pelatih Carlo Ancelotti untuk memperkuat Brasil di Piala Dunia 2026.
Namun, kondisinya belum benar-benar pulih sehingga hanya mendapat kesempatan bermain dalam waktu yang terbatas.
Langkah Brasil di turnamen tersebut akhirnya terhenti pada babak 16 besar usai kalah 1-2 dari Norwegia.
Pertandingan itu sekaligus menjadi penampilan terakhir Neymar bersama tim nasional.
Di level klub, Neymar tetap dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik di era modern.
Saat membela Barcelona, ia menjadi bagian dari trio legendaris MSN bersama Lionel Messi dan Luis Suárez yang sukses mempersembahkan berbagai gelar, termasuk trofi Liga Champions UEFA.
Setelah menjalani karier bersama Paris Saint-Germain dan Al-Hilal, Neymar memilih pulang ke klub yang membesarkan namanya, Santos, untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya.
Walau belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Neymar meninggalkan jejak yang begitu besar bagi sepak bola Brasil.
Rekor gol, kontribusi di berbagai turnamen, dan dedikasinya selama lebih dari satu dekade menjadikan namanya tetap dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Selecao.
Editor : Ali Mustofa