Lima Kali Beruntun! Jawa Tengah Pertahankan Status Juara Umum Kejurnas Panahan Junior, Borong 56 Medali

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:43 WIB
GEMBIRA: Atlet dan ofisial Pengprov Perpani Jateng berselebrasi setelah menjadi juara umum Kejurnas Panahan Junior MLAC di SSA. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
GEMBIRA: Atlet dan ofisial Pengprov Perpani Jateng berselebrasi setelah menjadi juara umum Kejurnas Panahan Junior MLAC di SSA. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS

KUDUS – Kontingen Jawa Tengah kembali menunjukkan dominasinya pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge yang digelar di SuperSoccer Arena, Kudus.

Tim tuan rumah sukses mengamankan gelar juara umum setelah mengoleksi total 56 medali hingga akhir pertandingan.

Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah membukukan 19 medali emas, 15 medali perak, dan 22 medali perunggu.

Hasil itu mengantarkan provinsi ini berada di puncak klasemen perolehan medali, mengungguli para pesaingnya.

Posisi kedua ditempati Jawa Barat yang mengumpulkan 51 medali, terdiri atas 18 emas, 17 perak, dan 16 perunggu.

Sementara Daerah Istimewa Yogyakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan 29 medali, yakni 14 emas, delapan perak, dan tujuh perunggu.

Sekretaris Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Tengah, Martin Sudarmono, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah tampil maksimal selama kejuaraan berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja keras seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus.

Ia mengungkapkan, Jawa Tengah kini telah lima kali berturut-turut meraih predikat juara umum pada Kejurnas Panahan Junior.

Capaian tersebut tidak lepas dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang melalui seleksi di tingkat kejuaraan provinsi sebelum diberangkatkan ke tingkat nasional.

Martin menjelaskan, tantangan pada Kejurnas tahun ini cukup berbeda karena adanya pergantian kelompok usia atlet andalan Jawa Tengah.

Meski demikian, sekitar 80 atlet yang diturunkan tetap mampu menunjukkan semangat juang tinggi dan tampil kompetitif hingga akhir pertandingan.

Selain kualitas para peserta, kondisi cuaca di lokasi pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, arah dan kecepatan angin yang berubah-ubah membuat para pemanah harus memiliki kemampuan membaca situasi dengan baik agar akurasi tembakan tetap terjaga.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para atlet selama bertanding di Kudus menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai agenda besar berikutnya, termasuk Kejurnas Panahan Senior serta persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Event ini menjadi bekal kami menyiapkan kejuaraan selanjutnya dan menatap Kejurnas senior serta PON 2028 di NTT/NTB,” jelasnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
puncak klasemen kejurnas junior panahan kontingen jateng Milklife Archery Challenge Supersoccer Arena