RADAR KUDUS – Liverpool sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Wrexham dalam laga pramusim Premier League Summer Series 2026 yang digelar di Yankee Stadium, New York, Kamis (30/7/2026) pagi WIB. Meski keluar sebagai pemenang berkat gol tunggal Rio Ngumoha pada menit ke-75, statistik pertandingan justru memperlihatkan duel berlangsung jauh lebih seimbang daripada skor akhir.
Liverpool tampil dominan dalam penguasaan bola sejak menit pertama. The Reds mencatatkan ball possession sebesar 61 persen, sementara Wrexham hanya menguasai 39 persen.
Dominasi itu juga terlihat dari kualitas distribusi bola, di mana Liverpool membukukan akurasi operan mencapai 89 persen melalui 581 umpan sukses dari total 651 percobaan. Sebagai perbandingan, Wrexham mencatat akurasi 81 persen dengan 329 operan sukses dari 408 percobaan.
Baca Juga: Fakta Statistik Wrexham Dominasi Peluang, Liverpool Justru Menang 1-0 Berkat Gol Rio Ngumoha
Namun, dominasi penguasaan bola tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah peluang. Wrexham justru lebih agresif dalam membangun serangan. Tim asal Wales itu melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan, sedangkan Liverpool hanya menghasilkan sembilan percobaan.
Dari jumlah tembakan tepat sasaran, Liverpool sedikit lebih unggul dengan empat shot on target, sementara Wrexham mencatat tiga tembakan yang mengarah ke gawang. Meski demikian, kualitas peluang yang dimiliki Wrexham lebih tinggi.
Hal tersebut terlihat dari statistik Expected Goals (xG). Wrexham mencatat angka xG sebesar 1,61, hampir dua kali lipat dibanding Liverpool yang hanya memiliki xG 0,88. Artinya, berdasarkan kualitas peluang yang tercipta, Wrexham sebenarnya lebih berpeluang mencetak gol.
Data Expected Goals on Target (xGOT) juga menunjukkan kontras yang menarik. Liverpool membukukan xGOT sebesar 1,96, sedangkan Wrexham hanya 0,80. Angka tersebut memperlihatkan bahwa ketika Liverpool berhasil mengarahkan bola ke gawang, peluang mereka jauh lebih berkualitas dibanding lawannya.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada jumlah peluang emas atau big chances. Wrexham menciptakan lima peluang emas sepanjang pertandingan, sedangkan Liverpool hanya satu. Ironisnya, satu-satunya peluang emas milik Liverpool justru berbuah gol kemenangan melalui Rio Ngumoha setelah menerima assist dari Dominik Szoboszlai.
Dalam distribusi lokasi tembakan, Liverpool hanya mampu melepaskan tiga tembakan dari dalam kotak penalti dan enam tembakan dari luar kotak penalti. Sebaliknya, Wrexham jauh lebih sering mengancam dari area berbahaya dengan tujuh tembakan di dalam kotak penalti dan empat percobaan dari luar kotak penalti.
Kedua tim sama-sama aktif memasuki area pertahanan lawan. Liverpool dan Wrexham sama-sama mencatat 10 sentuhan di kotak penalti lawan, menandakan duel berlangsung terbuka hingga peluit akhir.
Pada situasi bola mati, pertandingan juga berlangsung cukup berimbang. Liverpool memperoleh tiga tendangan sudut, sementara Wrexham mendapatkan empat sepak pojok. Kedua tim sama-sama memperoleh 10 tendangan bebas sepanjang laga.
Di sektor distribusi bola, Liverpool unggul hampir di semua aspek. Operan panjang mereka memiliki tingkat keberhasilan 50 persen (28 sukses dari 56 percobaan), sedangkan Wrexham hanya 40 persen (17 dari 43). Di area sepertiga akhir lapangan, Liverpool juga lebih efektif dengan akurasi operan 70 persen dibandingkan Wrexham yang mencapai 64 persen.
Meski demikian, efektivitas umpan silang Liverpool masih menjadi pekerjaan rumah. Dari 15 crossing yang dilepaskan, hanya satu yang tepat sasaran atau sekitar tujuh persen. Wrexham justru lebih baik dengan lima crossing sukses dari 20 percobaan atau 25 persen.
Baca Juga: Masuk Babak Kedua, Rio Ngumoha Jadi Pembeda, Wonderkid Liverpool Pecahkan Kebuntuan Lawan Wrexhamdan
Statistik Expected Assist (xA) kembali menunjukkan Wrexham lebih kreatif dalam membangun peluang. Mereka membukukan xA sebesar 1,33, sedangkan Liverpool hanya 0,47.
Dari sisi pertahanan, Wrexham tampil sangat sibuk menghadapi tekanan Liverpool. Mereka melakukan 19 sapuan, sementara Liverpool mencatat 12 clearances. Liverpool unggul dalam intersep dengan tujuh kali memotong aliran bola lawan, sedangkan Wrexham mencatat enam intersepsi.
Dalam duel individu, Wrexham juga lebih dominan. Mereka memenangi 38 duel sepanjang pertandingan, sedangkan Liverpool hanya memenangkan 26 duel.
Di bawah mistar, kedua penjaga gawang sama-sama tampil solid dengan tiga penyelamatan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda. Liverpool mampu mengonversi peluang terbaiknya menjadi gol, sedangkan Wrexham gagal memanfaatkan lima peluang emas yang mereka ciptakan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan dua wajah berbeda. Liverpool unggul dalam penguasaan bola, kualitas distribusi, dan efektivitas penyelesaian akhir. Di sisi lain, Wrexham lebih unggul dalam intensitas serangan, jumlah peluang, xG, duel individu, hingga peluang emas. Pada akhirnya, ketajaman Rio Ngumoha menjadi faktor penentu yang memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi The Reds dalam laga pramusim tersebut.
Editor : Mahendra Aditya