JAKARTA – Liverpool masih bermain imbang tanpa gol melawan Wrexham dalam laga pramusim internasional yang berlangsung di Yankee Stadium, New York, Kamis (30/7/2026) pagi WIB. Memasuki menit ke-25 babak pertama, skor masih bertahan 0-0 meski kedua tim sama-sama mampu menciptakan sejumlah peluang.
Pertandingan ini menjadi salah satu agenda penting Liverpool dalam rangka mematangkan skuad sebelum memasuki musim kompetisi 2026/2027. Menghadapi Wrexham yang tengah naik daun dalam beberapa musim terakhir, The Reds mencoba menguji berbagai skema permainan sekaligus memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda dan wajah baru.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi penguasaan bola sempat mencapai 65 persen pada 13 menit pertama. Tim asal Merseyside itu juga mencatat dua percobaan ke arah gawang, termasuk satu tembakan tepat sasaran.
Meski tampil dominan dalam penguasaan bola, efektivitas serangan Liverpool belum maksimal. Organisasi pertahanan Wrexham mampu meredam beberapa upaya yang dibangun Harvey Elliott dan kolega.
Memasuki menit ke-25, jalannya pertandingan mulai berubah. Liverpool masih unggul dalam penguasaan bola dengan persentase 56 berbanding 44 persen. Namun, Wrexham justru tampil lebih agresif dalam menciptakan peluang.
Statistik sementara menunjukkan Wrexham telah melepaskan empat tembakan, sementara Liverpool baru dua kali mencoba mengancam gawang lawan. Meski demikian, kedua tim sama-sama baru mencatat satu tembakan tepat sasaran sehingga skor tetap bertahan 0-0.
Laga ini juga menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk menguji sejumlah pemain yang diproyeksikan mengisi skuad utama musim depan. Giorgi Mamardashvili dipercaya mengawal gawang sejak menit pertama. Di lini tengah, Harvey Elliott, Dominik Szoboszlai, dan Trey Nyoni menjadi motor permainan, sedangkan Lewis Koumas dipercaya mengisi lini depan.
Sementara itu, Wrexham menurunkan kombinasi pemain berpengalaman dan beberapa rekrutan baru. Danny Ward mengawal mistar gawang dengan dukungan Zak Vyner, Dan Scarr, serta Callum Doyle di lini belakang. Di sektor depan, Sam Smith menjadi ujung tombak yang beberapa kali merepotkan pertahanan Liverpool.
Meski berstatus pertandingan persahabatan, duel berlangsung dengan tempo cukup tinggi. Kedua tim sama-sama menerapkan pressing sejak awal sehingga pertandingan berjalan terbuka.
Bagi Liverpool, laga pramusim bukan semata mengejar kemenangan. Tim pelatih memanfaatkan pertandingan ini untuk membangun chemistry antarpemain, mengevaluasi efektivitas skema permainan, serta mengukur kesiapan fisik seluruh anggota skuad sebelum menghadapi jadwal padat musim baru.
Di sisi lain, Wrexham memanfaatkan kesempatan menghadapi salah satu klub elite Inggris sebagai ajang pembuktian. Tim asal Wales tersebut tampil disiplin dan berani meladeni permainan cepat Liverpool. Statistik jumlah tembakan yang lebih banyak menjadi bukti bahwa Wrexham tidak sekadar bertahan, tetapi juga mampu memberikan ancaman nyata.
Hingga laporan ini ditulis pada menit ke-25 babak pertama, belum ada gol yang tercipta. Namun, melihat intensitas permainan kedua tim, peluang terciptanya gol pada sisa pertandingan masih sangat terbuka.
Editor : Mahendra Aditya