Chiesa Masih Setia di Anfield, Siap Rebut Posisi Utama Era Andoni Iraola di Liverpool

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:11 WIB
Federico Chiesa Pilih Fokus ke Liverpool dan Sambut Era Baru Iraola.
Federico Chiesa Pilih Fokus ke Liverpool dan Sambut Era Baru Iraola.

RADAR KUDUS - Federico Chiesa menegaskan komitmennya untuk tetap fokus bersama Liverpool meski namanya terus dikaitkan dengan berbagai rumor transfer pada bursa musim panas 2026. Penyerang sayap asal Italia itu mengaku masih menikmati kariernya di Anfield, namun menyadari musim baru menjadi kesempatan penting untuk membuktikan diri setelah minim mendapat menit bermain dalam dua musim terakhir.

Pemain berusia 28 tahun tersebut memasuki musim 2026/2027 dengan harapan besar seiring pergantian pelatih di tubuh Liverpool. Kehadiran Andoni Iraola sebagai manajer anyar dinilai membuka peluang bagi seluruh pemain untuk memulai dari awal, termasuk Chiesa yang selama era Arne Slot kesulitan menembus susunan pemain inti.

Optimisme itu semakin terlihat setelah Chiesa mencetak satu gol saat Liverpool mengalahkan Sunderland 4-2 dalam laga pramusim, yang sekaligus menjadi pertandingan perdana Iraola sebagai pelatih The Reds. Penampilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa mantan pemain Juventus itu siap memanfaatkan setiap kesempatan untuk merebut kembali tempat reguler di lini depan Liverpool.

Baca Juga: Jackson Koivun Ukir Sejarah, Menang Dramatis atas Scottie Scheffler di 3M Open 2026

Meski spekulasi mengenai masa depannya terus bermunculan, Chiesa menegaskan seluruh fokusnya saat ini hanya tertuju kepada Liverpool.

"Saat ini saya bahagia berada di Liverpool. Saya mencintai klub ini, para suporternya, dan semua yang ada di sini. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik agar mendapat kesempatan bermain. Setelah itu, kita lihat bagaimana ke depannya," ujar Chiesa kepada wartawan seusai pertandingan pramusim.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Chiesa setelah sebelumnya sempat mengungkapkan dalam wawancara dengan media Italia bahwa dirinya akan mempertimbangkan opsi lain apabila tidak memperoleh kesempatan bermain secara konsisten di Premier League. Pernyataan itu sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan kepindahannya ke Serie A maupun klub lain di Eropa.

Sejak didatangkan Liverpool dari Juventus pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar 12,5 juta poundsterling, Chiesa memang belum mampu menjadi pilihan utama. Hingga memasuki musim ketiganya di Anfield, ia baru sekali menjadi starter di ajang Premier League. Secara keseluruhan, ia telah mencatat sekitar 50 penampilan di semua kompetisi dengan torehan lima gol.

Baca Juga: Cristian Romero Selangkah Lagi Kembali ke Italia, Inter Milan Siapkan Tawaran Besar untuk Tottenham

Catatan tersebut tentu belum sebanding dengan reputasi Chiesa sebagai salah satu penyerang terbaik Italia. Sebelum bergabung dengan Liverpool, ia tampil impresif bersama Juventus dan menjadi salah satu aktor penting keberhasilan Timnas Italia menjuarai UEFA Euro 2020, berkat kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan penyelesaian akhir yang tajam.

Minimnya kesempatan bermain di Liverpool bukan sepenuhnya disebabkan faktor performa. Persaingan ketat di lini depan yang dihuni sejumlah pemain berkualitas membuat Chiesa lebih sering mengawali pertandingan dari bangku cadangan. Di bawah kepemimpinan Arne Slot, ia mengaku sebenarnya telah merasa siap mengemban peran yang lebih besar, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih.

"Saya merasa sudah siap mendapatkan peran yang lebih besar musim lalu. Namun semuanya tergantung keputusan pelatih. Saya tentu ingin bermain lebih banyak, tetapi begitulah sepak bola. Pelatih memiliki strategi dan pertimbangannya sendiri, dan saya menghormati keputusan tersebut," ungkapnya.

Kini, situasi berubah dengan hadirnya Andoni Iraola yang resmi menangani Liverpool sejak Juni 2026. Pelatih asal Spanyol itu dikenal mengusung permainan menyerang dengan intensitas tinggi, pressing agresif, serta memberi kesempatan kepada pemain yang mampu menunjukkan performa terbaik selama latihan maupun pertandingan.

Bagi Chiesa, pergantian pelatih menjadi awal dari babak baru dalam kariernya di Liverpool. Ia memilih menatap musim baru dengan optimisme tanpa terus memikirkan apa yang terjadi pada musim-musim sebelumnya.

"Setiap awal musim selalu menjadi awal yang baru. Mungkin saya sudah mengalami terlalu banyak awal baru, tetapi saya tidak memikirkannya. Yang terpenting sekarang adalah bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaik saya untuk pelatih baru. Saya ingin fokus sepenuhnya pada tantangan musim ini," katanya.

Baca Juga: Luar Biasa! Veda Ega Naik ke Posisi 6 Klasemen Moto3 Usai GP Jerman, Bidik Lima Besar Dunia

Kontrak Chiesa bersama Liverpool masih berlaku hingga 2028, sehingga klub masih memiliki kendali penuh atas masa depannya. Namun, performanya sepanjang pramusim diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah ia akan tetap bertahan sebagai bagian dari proyek Iraola atau justru mempertimbangkan peluang lain apabila kembali kesulitan memperoleh menit bermain.

Dengan kualitas teknik, pengalaman di level internasional, serta motivasi besar untuk bangkit, Federico Chiesa masih memiliki peluang membalikkan keadaan di Anfield. Musim 2026/2027 dapat menjadi titik balik yang menentukan, apakah ia akhirnya mampu menjadi pemain penting Liverpool atau memilih membuka lembaran baru di klub lain demi mendapatkan peran yang lebih besar.

Editor : Mahendra Aditya
transfer Liverpool Andoni Iraola Federico Chiesa premier league liverpool