BOGOR – Timnas Kamboja datang ke Indonesia dengan modal yang kurang ideal menjelang pertandingan Grup A Piala AFF 2026.
Meski hanya memiliki waktu pemulihan sekitar tiga hari setelah laga pembuka, Angkor Warriors tetap menunjukkan rasa percaya diri tinggi untuk menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) malam.
Optimisme tersebut bahkan disampaikan langsung oleh penjaga gawang Kamboja, Hul Kimhuy, yang menegaskan target timnya adalah membawa pulang kemenangan meski menghadapi salah satu unggulan di Grup A.
"Sebagai pemain, tentu harapan saya adalah memenangkan pertandingan. Kami tahu Indonesia adalah tim yang kuat, tetapi saya tetap yakin 100 persen kami bisa menang," ujar Hul Kimhuy dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Kamboja tidak datang ke Indonesia hanya untuk bertahan, melainkan siap memberikan perlawanan maksimal demi menjaga peluang lolos ke semifinal.
Datang dengan Waktu Pemulihan Singkat
Kamboja baru saja melakoni laga perdana Grup A melawan Singapura di Stadion Nasional Morodok Techo, Phnom Penh, pada Jumat (24/7/2026).
Dalam pertandingan tersebut, tim asuhan Koji Gyotoku harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor 1-2.
Sempat tertinggal melalui gol Shawal Anuar, Kamboja berhasil menyamakan kedudukan lewat Ouk Sovann.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Ilhan Fandi mencetak gol penentu pada masa injury time.
Kekalahan dramatis itu membuat Angkor Warriors harus segera berbenah.
Tanpa banyak waktu istirahat, mereka langsung bertolak ke Indonesia untuk menjalani laga kedua yang sangat menentukan.
Koji Gyotoku Akui Persiapan Tak Ideal
Pelatih Kamboja, Koji Gyotoku, mengakui jadwal padat membuat timnya kesulitan melakukan persiapan secara maksimal.
Menurut pelatih asal Jepang tersebut, fokus utama tim pelatih adalah memulihkan kondisi fisik pemain sekaligus menyusun strategi menghadapi Indonesia yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Koji mengatakan hasil melawan Singapura memang mengecewakan karena timnya sebenarnya tampil cukup baik, terutama pada babak kedua.
Namun, kini seluruh perhatian telah diarahkan untuk pertandingan melawan Indonesia.
Sentuhan Jepang dan Naturalisasi Jadi Kekuatan Baru
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Kamboja mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Fondasi pembinaan tersebut dibangun sejak era Keisuke Honda, yang tidak hanya menangani tim nasional senior, tetapi juga ikut mengembangkan sistem pembinaan usia muda dan pendidikan pelatih.
Koji Gyotoku melanjutkan program tersebut sejak dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2024. Ia juga mendapat tambahan kekuatan melalui kehadiran sejumlah pemain naturalisasi dari Jepang dan Brasil.
Menurut Koji, perpaduan pemain lokal dengan pemain naturalisasi membuat kualitas individu skuad Kamboja meningkat.
Di sisi lain, tim pelatih berusaha menggabungkan filosofi sepak bola Jepang yang mengutamakan disiplin, organisasi permainan, dan penguasaan bola tanpa menghilangkan karakter khas sepak bola Kamboja.
Perkembangan tersebut membuat Angkor Warriors kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Asia Tenggara.
Indonesia Tak Boleh Terlena
Meski di atas kertas Indonesia lebih diunggulkan, pelatih John Herdman sebelumnya juga mengingatkan bahwa Kamboja merupakan tim yang terus berkembang dan memiliki organisasi permainan yang rapi.
Garuda sendiri baru akan memainkan pertandingan pertama di Piala AFF 2026, sehingga kondisi fisik pemain relatif lebih segar dibandingkan lawannya.
Bermain di hadapan publik sendiri juga menjadi keuntungan yang harus dimanfaatkan untuk mengamankan tiga poin perdana.
Kemenangan sangat penting bagi Indonesia sebagai modal menghadapi laga-laga berikutnya melawan Timor Leste, Vietnam, dan Singapura di Grup A.
Namun, dengan motivasi tinggi serta ambisi bangkit setelah kekalahan dari Singapura, Kamboja dipastikan tidak akan menyerahkan kemenangan dengan mudah.
Kepercayaan diri yang ditunjukkan Hul Kimhuy dan Koji Gyotoku menjadi bukti bahwa Angkor Warriors siap memberikan ujian berat bagi skuad Garuda pada laga pembuka Piala AFF 2026.
Editor : Mahendra Aditya