Petisi Ulang Final Piala Dunia 2026 Tembus 61 Ribu Tanda Tangan, FIFA Didesak Tinjau Laga Argentina vs Spanyol

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:43 WIB
Messi tampil mandul, Argentina kalah 1-0 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, apakah ini benar-benar laga terakhirnya bersama Timnas Argentina? Kode "Ultima Tango" jelang laga bikin publik makin penasaran
Messi tampil mandul, Argentina kalah 1-0 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, apakah ini benar-benar laga terakhirnya bersama Timnas Argentina? Kode "Ultima Tango" jelang laga bikin publik makin penasaran

RADAR KUDUS - Kekalahan tipis Timnas Argentina dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 terus memicu gelombang reaksi dari para pendukung Albiceleste.

Tidak hanya meluapkan kekecewaan di media sosial, ribuan suporter kini menggalang petisi yang mendesak FIFA agar mengulang pertandingan final yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut.

Gerakan digital tersebut menjadi salah satu bentuk protes terbesar pasca-final Piala Dunia 2026. Berdasarkan laporan media Spanyol El Mundo, petisi yang dibuat melalui platform Change.org telah mengumpulkan lebih dari 61.500 tanda tangan hanya dalam waktu singkat. Jumlah itu terus bertambah seiring dukungan dari pendukung Argentina di berbagai negara.

Baca Juga: Chelsea Pecahkan Rekor Transfer Inggris, Datangkan Morgan Rogers Rp2,6 Triliun dan Pinjamkan Garnacho ke Aston Villa

Petisi diprakarsai oleh seorang suporter Argentina bernama Gisela Sanchez. Dalam isi kampanyenya, ia meminta FIFA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, yang memimpin pertandingan final di New York.

Menurut Sanchez, terdapat sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial dan dianggap memengaruhi jalannya pertandingan. Karena itu, ia meminta badan sepak bola dunia meninjau ulang seluruh proses pertandingan sebelum menetapkan hasil akhir sebagai keputusan final.

Meski demikian, petisi tersebut tidak menyertakan bukti baru berupa rekaman, dokumen, maupun pelanggaran prosedural yang dapat menjadi dasar hukum untuk membatalkan hasil pertandingan. Sebagian besar argumen yang diajukan berasal dari penilaian subjektif para pendukung terhadap beberapa keputusan wasit di lapangan.

Secara regulasi, peluang FIFA mengabulkan permintaan tersebut sangat kecil. Berdasarkan Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB) serta regulasi kompetisi FIFA, hasil pertandingan yang telah berakhir pada prinsipnya bersifat final.

Baca Juga: Arsenal Dihantam Krisis Bek, William Saliba Dipastikan Menepi Lama Setelah Cedera di Piala Dunia 2026

Sebuah pertandingan hanya dapat diulang apabila ditemukan pelanggaran administratif yang sangat serius, kesalahan penerapan aturan permainan (misapplication of the Laws of the Game), atau adanya keputusan resmi dari badan disiplin dan yudisial FIFA yang membuktikan terjadi pelanggaran luar biasa seperti manipulasi pertandingan.

Kesalahan penilaian wasit terhadap suatu insiden, termasuk keputusan penalti, pelanggaran, kartu, maupun offside yang masih berada dalam ruang interpretasi, umumnya tidak menjadi dasar untuk mengulang pertandingan.

Kontroversi seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia sepak bola internasional. Pada Piala Dunia 2026 sendiri, sebelumnya muncul petisi serupa dari pendukung Prancis usai kekalahan mereka dari Spanyol di babak semifinal.

Kala itu, lebih dari 82.000 orang menandatangani petisi yang meminta FIFA mengulang pertandingan setelah muncul perdebatan mengenai hadiah penalti untuk Spanyol dalam insiden yang melibatkan Lamine Yamal. Namun hingga kini, FIFA tidak pernah memberikan respons berupa pengulangan pertandingan, dan hasil laga tetap dinyatakan sah.

Fenomena petisi daring juga pernah terjadi pada sejumlah turnamen besar sebelumnya, termasuk Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022. Meski beberapa di antaranya berhasil mengumpulkan ratusan ribu tanda tangan, tidak ada satu pun yang berujung pada perubahan hasil pertandingan karena keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan FIFA melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Pada final Piala Dunia 2026, Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah menang 1-0 atas Argentina berkat gol tunggal Ferran Torres. Kemenangan itu mengantarkan La Roja kembali menjadi kampiun dunia setelah melewati perjalanan impresif sepanjang turnamen.

Baca Juga: Jadwal Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden Elite 2026, Laga Terakhir Grup B

Di sisi lain, Argentina harus mengubur impian mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih empat tahun sebelumnya. Meski gagal membawa pulang trofi, penampilan skuad asuhan Lionel Scaloni tetap mendapat apresiasi luas karena mampu kembali menembus partai final dan tampil kompetitif sepanjang turnamen.

Setelah pertandingan usai, ribuan pendukung Argentina turun ke jalan di Buenos Aires dan sejumlah kota lainnya. Alih-alih meluapkan kemarahan kepada tim, mereka justru memberikan penghormatan kepada Lionel Messi dan rekan-rekannya atas perjuangan hingga laga puncak.

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai petisi yang beredar. Berdasarkan preseden sebelumnya dan ketentuan regulasi yang berlaku, peluang digelarnya pertandingan ulang sangat kecil karena tidak terdapat dasar hukum maupun bukti kuat yang menunjukkan adanya pelanggaran prosedural dalam pelaksanaan final Piala Dunia 2026.

Dengan demikian, petisi yang kini terus memperoleh dukungan diperkirakan hanya akan menjadi bentuk aspirasi publik dan ekspresi kekecewaan para pendukung Argentina, tanpa mengubah status Spanyol sebagai juara sah Piala Dunia 2026.

Editor : Mahendra Aditya
final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol petisi FIFA piala dunia 2026 ferran torres