Arsenal Dihantam Krisis Bek, William Saliba Dipastikan Menepi Lama Setelah Cedera di Piala Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:27 WIB
William Saliba (kiri) tempati urutan pertama dalam daftar 10 Pemain Belakang Paling Berharga di Premier League.
William Saliba (kiri) tempati urutan pertama dalam daftar 10 Pemain Belakang Paling Berharga di Premier League.

RADAR KUDUS - Arsenal mendapat pukulan telak menjelang dimulainya musim 2026/2027. Bek andalan mereka, William Saliba, dipastikan harus menepi dalam waktu yang cukup lama setelah mengalami cedera punggung saat membela Timnas Prancis di ajang Piala Dunia 2026.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Arsenal melalui pernyataan resmi klub. Meski tidak membutuhkan tindakan operasi, bek berusia 25 tahun itu harus menjalani program pemulihan intensif yang membuatnya dipastikan absen dalam sejumlah pertandingan penting di awal musim.

Cedera Saliba menjadi kehilangan besar bagi The Gunners. Musim lalu, duetnya bersama Gabriel Magalhães menjadi fondasi kokoh yang mengantar Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun dengan merebut gelar juara Premier League. Solidnya lini pertahanan juga membawa pasukan Mikel Arteta melaju hingga partai final Liga Champions.

Masalah pada punggung sebenarnya telah dirasakan Saliba sejak beberapa bulan terakhir. Namun, ia tetap memilih bermain demi membantu Arsenal dalam perburuan gelar domestik dan Eropa, sebelum akhirnya memperkuat Prancis di Piala Dunia 2026.

Cedera tersebut mencapai titik terparah saat Prancis menghadapi Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia. Saliba hanya mampu bertahan sekitar 30 menit sebelum akhirnya ditarik keluar karena tidak sanggup melanjutkan pertandingan.

Setelah kembali ke London, Saliba menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim medis Arsenal bersama dokter spesialis tulang belakang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa operasi tidak diperlukan. Sebagai gantinya, Arsenal memilih menerapkan program rehabilitasi dan pemulihan bertahap dengan pemantauan ketat guna memastikan pemain dapat kembali tanpa risiko cedera berulang.

Akibat cedera tersebut, Saliba juga terpaksa absen pada pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, ketika Prancis harus mengakui keunggulan Inggris.

Sebelumnya, Saliba sempat mengungkapkan bahwa dirinya sudah cukup lama bermain sambil menahan rasa sakit.

"Saya sudah merasakan gangguan kecil selama beberapa bulan terakhir. Saya tetap bertahan karena masih ada Liga Champions dan Premier League. Piala Dunia hanya datang setiap empat tahun sekali, jadi saya memilih terus bermain," ujar Saliba dalam wawancara saat Piala Dunia.

Keputusan untuk tetap tampil meski belum sepenuhnya bugar menunjukkan komitmen tinggi sang bek terhadap klub dan negaranya. Namun, konsekuensinya kini harus dibayar dengan masa pemulihan yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode terbaik dalam karier Saliba. Ia tampil dalam 50 pertandingan di semua kompetisi, menjadi pemain yang hampir tidak tergantikan di jantung pertahanan Arsenal. Kehadirannya membantu Arsenal mencatat salah satu rekor pertahanan terbaik di Premier League sekaligus membawa klub kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

Statistik menunjukkan Saliba menjadi salah satu bek dengan persentase kemenangan duel udara dan akurasi umpan tertinggi di Premier League musim lalu. Kemampuannya membaca permainan, mengawal penyerang lawan, serta membangun serangan dari lini belakang menjadikannya sosok vital dalam sistem permainan Mikel Arteta.

Absennya Saliba jelas memaksa Arteta memutar otak. Arsenal akan mengawali musim baru dengan menghadapi Manchester City pada ajang FA Community Shield yang dijadwalkan berlangsung 16 Agustus 2026. Lima hari berselang, The Gunners membuka kampanye mempertahankan gelar Premier League dengan menjamu klub promosi Coventry City di Emirates Stadium.

Tanpa Saliba, Arsenal kemungkinan akan mengandalkan kombinasi Gabriel Magalhães dengan bek lain seperti Jakub Kiwior, Ben White, atau pemain baru apabila klub memutuskan melakukan perekrutan tambahan pada bursa transfer musim panas.

Situasi ini juga meningkatkan tekanan terhadap kedalaman skuad Arsenal. Musim depan The Gunners kembali akan bersaing di empat kompetisi, yakni Premier League, Liga Champions, FA Cup, dan Carabao Cup. Kehilangan salah satu pemain kunci dalam jangka panjang tentu menjadi tantangan besar bagi ambisi mereka mempertahankan gelar liga.

Meski demikian, keputusan tidak melakukan operasi memberi harapan bahwa proses penyembuhan Saliba dapat berjalan lebih cepat dibandingkan apabila harus menjalani tindakan bedah. Tim medis Arsenal akan terus memantau perkembangan kondisinya sebelum memberikan izin kembali berlatih bersama tim utama.

Bagi Arsenal, fokus saat ini bukan sekadar mempercepat kepulangan Saliba, melainkan memastikan bek internasional Prancis tersebut pulih sepenuhnya agar tetap menjadi andalan dalam jangka panjang.

Editor : Mahendra Aditya
Arsenal Premier League William Saliba cedera William Saliba piala dunia 2026 arsenal