RADAR KUDUS - Chelsea kembali mengguncang bursa transfer musim panas 2026. Klub asal London Barat itu resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang Timnas Inggris, Morgan Rogers, dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai 117 juta poundsterling atau sekitar Rp2,6 triliun. Nilai tersebut menjadikannya sebagai transfer domestik termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Pemain berusia 24 tahun itu telah menuntaskan tes medis di London sebelum menandatangani kontrak berdurasi enam tahun hingga 2032, dengan opsi perpanjangan satu musim. Kepindahan Rogers menjadi salah satu transfer paling mengejutkan musim panas karena sebelumnya banyak pihak meyakini Arsenal berada di posisi terdepan untuk mendapatkan jasanya.
Dalam video perkenalannya sebagai pemain baru Chelsea, Rogers mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran The Blues.
"Saya bergabung dengan klub terbesar di London. Visi klub ke depan sangat jelas dan saya ingin menjadi bagian dari perjalanan itu. Ini adalah keputusan yang sempurna bagi saya. Saya tidak sabar untuk segera memulai," ujar Rogers.
Di balik transfer fantastis tersebut, Chelsea ternyata telah memantau perkembangan Rogers selama lebih dari dua tahun. Nama sang pemain bahkan sudah masuk dalam daftar prioritas utama sejak sebelum Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Manajemen Chelsea bergerak cepat setelah Timnas Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026. Begitu perjalanan Inggris berakhir, direktur olahraga Chelsea bersama Xabi Alonso dan salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, langsung mengintensifkan negosiasi dengan Aston Villa.
Hubungan baik antara Eghbali dan pemilik Aston Villa, Nassef Sawiris, ikut mempercepat proses pembicaraan. Kesepakatan akhirnya tercapai hanya dalam waktu kurang dari 48 jam sebelum Rogers kembali memperkuat Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia melawan Prancis.
Bahkan, beberapa pemain Chelsea yang sedang berada di skuad Timnas Inggris disebut turut memberikan gambaran positif mengenai proyek klub kepada Rogers. Kapten Chelsea Reece James dikabarkan aktif meyakinkan rekannya tersebut, sementara Cole Palmer—sahabat dekat Rogers sejak masih di akademi Manchester City—juga mengetahui perkembangan negosiasi sejak awal.
Setelah Chelsea mencapai kesepakatan dengan Aston Villa, Arsenal sebenarnya diberi kesempatan untuk menyamai nilai penawaran tersebut. Namun, manajemen The Gunners memilih bertahan pada valuasi mereka sendiri dan tidak bersedia memenuhi harga yang diminta Villa.
Keputusan tersebut membuat Chelsea melenggang tanpa pesaing berarti hingga akhirnya mengumumkan transfer Rogers secara resmi.
Kegagalan mendapatkan Rogers membuat Arsenal kini mengalihkan fokus ke beberapa target lain, termasuk penyerang Paris Saint-Germain Bradley Barcola dan talenta muda Bournemouth Junior Kroupi.
Kedatangan Rogers juga menunjukkan perubahan strategi transfer Chelsea. Selama beberapa musim terakhir, klub lebih banyak merekrut pemain muda potensial. Namun kini, Chelsea mulai mengombinasikan investasi jangka panjang dengan pemain yang telah terbukti tampil konsisten di level tertinggi.
Pada musim 2025/2026 bersama Aston Villa, Rogers menjadi salah satu gelandang paling produktif di Premier League. Ia membukukan 14 gol dan 12 assist dalam 55 pertandingan di seluruh kompetisi.
Performa tersebut berlanjut bersama Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Rogers tampil dalam tujuh pertandingan, termasuk tiga kali sebagai starter, dan menjadi salah satu pemain yang mendapat kepercayaan besar dari pelatih Thomas Tuchel.
Kemampuannya bermain di berbagai posisi lini depan menjadi alasan utama Xabi Alonso menginginkannya. Rogers dapat dimainkan sebagai gelandang serang, winger kiri, winger kanan, hingga false nine sesuai kebutuhan taktik.
Fleksibilitas itu dinilai sangat cocok dengan filosofi permainan Alonso yang mengutamakan rotasi posisi, pressing tinggi, dan kreativitas antarlini.
Meski memiliki karakter permainan yang mirip dengan Cole Palmer, keduanya justru diprediksi akan saling melengkapi.
Dalam skema dasar 4-2-3-1, Rogers diproyeksikan mengisi sektor kiri, sementara Palmer tetap menjadi playmaker utama di belakang striker.
Namun Alonso juga dikenal sering menggunakan formasi tiga bek seperti saat membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024. Dalam pola tersebut, Rogers dan Palmer berpeluang dimainkan bersamaan sebagai dua gelandang serang di belakang penyerang utama.
Dengan hadirnya Rogers, persaingan di lini depan Chelsea akan semakin ketat. Estevao Willian, Pedro Neto, Geovany Quenda, Jamie Gittens hingga Nicolas Jackson kini harus bersaing mendapatkan menit bermain.
Meski demikian, Chelsea juga diperkirakan akan melepas sejumlah pemain demi menjaga keseimbangan skuad sekaligus mematuhi regulasi keuangan.
Pengeluaran besar untuk Rogers membuat Chelsea harus kembali mengoptimalkan penjualan pemain. Sebelumnya mereka telah memperoleh lebih dari 120 juta poundsterling dari penjualan beberapa pemain, termasuk Marc Cucurella ke Real Madrid, Andrey Santos ke Manchester United, Tyrique George ke Everton, serta Jimmy-Jay Morgan ke West Bromwich Albion.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi klub untuk memenuhi aturan Profit and Sustainability Premier League sekaligus regulasi finansial UEFA. Chelsea juga masih berencana melepas atau meminjamkan lebih dari sepuluh pemain senior agar komposisi skuad lebih ideal.
Investasi besar terhadap Morgan Rogers menjadi sinyal kuat bahwa Chelsea ingin segera kembali bersaing dalam perebutan gelar Premier League. Setelah hanya finis di peringkat ke-10 musim lalu, manajemen memberikan dukungan penuh kepada Xabi Alonso untuk membangun tim yang mampu kembali menantang papan atas Inggris.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada bagaimana Rogers akan beradaptasi di Stamford Bridge. Dengan usia yang masih relatif muda, pengalaman di Premier League, serta kualitas teknis yang terus berkembang, banyak pihak menilai ia bisa menjadi wajah baru proyek ambisius Chelsea dalam beberapa musim mendatang.
Editor : Mahendra Aditya