RADAR KUDUS - Di tengah gegap gempita kemenangan telak Spanyol 2-0 atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, satu nama muda tampil mencuri perhatian: Pau Cubarsi.
Bek tengah Barcelona yang baru berusia 19 tahun ini sukses memberikan penampilan gemilang dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Yaitu meredam sepenuhnya ancaman bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang notabene menjadi top skorer sementara turnamen dengan koleksi delapan gol.
Berdasarkan data dari WhoScored, Cubarsi mengantongi rating individu 7,4 dalam laga tersebut.
Unggul dibandingkan rekan duetnya di jantung pertahanan, Aymeric Laporte, yang meraih rating 7,0.
Ia turut mencatat penampilan impresif sang bek muda, yang berkali-kali membaca arah permainan dengan tepat untuk melakukan blok dan intersep, sekaligus beberapa kali membawa bola keluar dari tekanan lawan.
Sukses redam Mbappe hingga tak berkutik
Dampak dari kekokohan lini belakang Spanyol yang dikawal Cubarsi terlihat jelas dari statistik Mbappe yang tampil jauh dari performa terbaiknya.
Kapten Timnas Prancis tersebut hanya mendapatkan rating 5,7 dari WhoScored, jauh di bawah standarnya sepanjang turnamen.
Bahkan hingga turun minum, Mbappe tercatat hanya berhasil melakukan tujuh operan dan satu kali dribel, sebuah angka yang sangat minim untuk ukuran seorang penyerang bintang dunia.
Sepanjang 65 menit awal pertandingan, Prancis secara keseluruhan bahkan hanya mampu melepaskan dua tembakan ke gawang Spanyol.
Sebelum laga berlangsung, Cubarsi sendiri sudah menegaskan kesiapannya menghadapi tekanan besar meladeni Mbappe.
"Dia tidak membuat saya gentar, tetapi semua orang tahu kualitas yang dimilikinya. Bahkan ketika dia tidak terlalu terlibat dalam permainan, dia bisa mengubah jalannya pertandingan lewat satu pergerakan cepat. Dia pemain yang unik, sama seperti Lamine Yamal. Kami harus tetap fokus selama 90 menit penuh," ujar Cubarsi kepada AS jelang pertandingan.
Modal pengalaman dari Olimpiade Paris 2024
Meski usianya masih sangat muda, Cubarsi sejatinya bukan orang baru dalam menghadapi para bintang Prancis.
Ia sebelumnya pernah berhadapan dengan sejumlah pemain yang kini memperkuat skuad senior Les Bleus, seperti Desire Doue, Michael Olise, dan Jean-Philippe Mateta, saat membela Timnas Spanyol U-23 di final Olimpiade Paris 2024.
Kala itu, Cubarsi bahkan turut membawa Spanyol meraih medali emas usai menang dramatis 5-3 melawan Prancis melalui babak perpanjangan waktu, setelah sempat tertinggal 1-3.
Duet lintas generasi bersama Aymeric Laporte
Kekokohan lini belakang Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026 juga tak lepas dari kejelian pelatih Luis de la Fuente memadukan Cubarsi dengan bek senior Aymeric Laporte, yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua.
Duet lintas generasi ini terbukti ampuh — sepanjang turnamen hingga babak semifinal, Spanyol tercatat baru kebobolan satu gol saja, menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026.
Bahkan dalam catatan lain, akurasi umpan Cubarsi disebut mencapai 96 persen sepanjang turnamen, mengukuhkan reputasinya sebagai palang pintu paling diandalkan Spanyol musim ini.
Dengan kemenangan ini, Spanyol resmi melaju ke partai final Piala Dunia 2026, menanti pemenang laga semifinal kedua antara Inggris melawan Argentina.
Penampilan gemilang Cubarsi malam itu semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola dunia saat ini. (wa)
Editor : Ali Mustofa