RADAR KUDUS - Rivalitas historis Inggris dan Argentina akan kembali mencapai titik didih pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
Keduanya akan memperebutkan satu tiket krusial menuju partai final di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Laga ini tercatat sebagai pertemuan keenam kedua negara di putaran final turnamen sepak bola terakbar dunia tersebut.
Menjelang laga yang sarat emosi ini, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih untuk menurunkan tensi. "Ini adalah pertandingan sepak bola. Mereka memiliki pelatih hebat. Ini hanya sebuah pertandingan sepak bola," ujarnya seperti dikutip The Athletic.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia
Analisis Data: Pertandingan Paling Berimbang
Berdasarkan analisis dari Opta Analyst, duel ini diprediksi menjadi salah satu laga paling seimbang di Piala Dunia 2026. Secara matematis, peluang kedua tim sangat tipis:
-
Peluang Menang (Waktu Normal): Inggris (39,1%) vs Argentina (31,6%).
-
Potensi Imbang (Berlanjut ke perpanjangan waktu/penalti): 29,3%.
-
Probabilitas Lolos ke Final: Inggris (52,9%) sedikit lebih diunggulkan dibandingkan Argentina (47,1%).
Inggris: Ambisi Akhiri Puasa 60 Tahun
Di bawah asuhan Thomas Tuchel, The Three Lions berambisi mengakhiri penantian trofi selama 60 tahun. Inggris melangkah ke semifinal setelah perjuangan keras menaklukkan Norwegia 2-1 melalui babak tambahan.
Dua pilar utama, Harry Kane dan Jude Bellingham, menjadi motor serangan yang mematikan. Menurut data Opta, keduanya mencatatkan rekor sebagai pasangan pemain pertama dari negara yang sama yang mampu mencetak minimal enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Baca Juga: Prediksi Inggris vs Argentina: Juara Bertahan Lebih Diunggulkan
Selain itu, laga ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Kane dengan catatan penampilan ke-121, menjadikannya pemain lapangan dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Inggris.
Argentina: Produktivitas Tinggi dan Efisiensi Messi
Argentina tiba di semifinal sebagai tim paling subur dengan koleksi 17 gol, hanya terpaut satu gol dari rekor nasional mereka di tahun 1930. Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan, dengan catatan 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, sebuah statistik yang hanya bisa disamai oleh Kylian Mbappé sejak 1966.
Namun, sang juara bertahan tetap waspada. Meski mencatatkan enam kemenangan beruntun, pelatih Lionel Scaloni mengakui bahwa timnya sempat kesulitan saat menyingkirkan Swiss di perempat final.
"Keberuntungan berpihak kepada kami hari ini," akunya. Hal senada juga diungkapkan Tuchel mengenai performa Inggris saat menghadapi Norwegia, menunjukkan bahwa kedua pelatih sadar akan celah yang masih ada dalam skuad mereka.
Rekor Pertemuan: Rivalitas Ikonik
Secara historis, Inggris memegang keunggulan dalam 14 pertemuan dengan enam kemenangan, enam hasil imbang, dan dua kekalahan. Namun, kenangan akan gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada 1986 masih membekas. Menariknya, sejak kekalahan tersebut, Inggris tidak pernah kalah dari Argentina dalam waktu normal pada lima pertemuan terakhir.
Semifinal di Atlanta ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan babak terbaru dari rivalitas paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Apa pun hasilnya, duel ini dipastikan akan menguras energi kedua tim yang sama-sama bertekad mencatatkan sejarah baru. (*)
Editor : Zakaria