LONDON – Spekulasi panjang mengenai masa depan Xabi Alonso akhirnya berakhir. Sosok yang selama beberapa musim terakhir terus dikaitkan dengan kursi pelatih Liverpool justru resmi memulai petualangan barunya di Chelsea.
Keputusan tersebut sekaligus menutup cerita panjang mengenai peluang reuni antara mantan gelandang The Reds itu dengan klub yang pernah dibelanya sebagai pemain.
Bagi banyak pendukung Liverpool, nama Alonso sudah lama dianggap sebagai kandidat ideal untuk melanjutkan tradisi sukses di Anfield. Namun, berbagai kesempatan yang sempat terbuka tak pernah benar-benar berujung pada kesepakatan. Kini, pria asal Spanyol itu justru kembali ke Premier League dengan mengenakan warna biru Stamford Bridge.
Baca Juga: Spanyol vs Prancis: De la Fuente Minta La Furia Roja Tampil Sempurna Demi Tiket Final
Resmi Gantikan Liam Rosenior di Chelsea
Chelsea menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Ia menggantikan Liam Rosenior, yang gagal membawa The Blues bersaing di papan atas klasemen pada musim 2025/2026.
Musim lalu Chelsea hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi ke-10 Liga Inggris, hasil yang jauh dari ekspektasi mengingat besarnya investasi klub dalam beberapa musim terakhir.
Manajemen klub berharap pengalaman Alonso membangun tim yang kompetitif di Eropa mampu mengembalikan Chelsea ke jalur persaingan menuju zona Liga Champions dan perebutan trofi domestik.
Liverpool Berkali-kali Dikaitkan dengan Alonso
Nama Xabi Alonso bukan sosok asing bagi Liverpool. Mantan gelandang tim nasional Spanyol tersebut pernah menjadi bagian penting era kejayaan The Reds di bawah Rafael Benítez.
Sejak Jürgen Klopp meninggalkan Liverpool pada 2024, Alonso hampir selalu masuk dalam daftar kandidat pelatih baru. Reputasinya melambung setelah sukses membawa Bayer Leverkusen tampil impresif di kompetisi Jerman dan Eropa.
Namun pada saat Liverpool membutuhkan pelatih baru, Alonso memilih bertahan bersama Leverkusen untuk melanjutkan proyek yang sedang dibangunnya.
Keputusan itu membuat Liverpool akhirnya menunjuk Arne Slot sebagai suksesor Klopp.
Kesempatan Kedua Kembali Hilang
Spekulasi mengenai Alonso kembali muncul ketika performa Liverpool menurun pada musim berikutnya.
Hasil yang kurang memuaskan membuat posisi Arne Slot terus mendapat sorotan. Banyak pihak kembali mengaitkan Alonso sebagai sosok yang paling layak mengambil alih kursi pelatih di Anfield.
Namun, situasi kembali berubah.
Tak lama setelah kompetisi 2025/2026 berakhir, Chelsea bergerak lebih cepat dengan menawarkan proyek jangka panjang kepada Alonso.
Pelatih berusia 44 tahun itu menerima tawaran tersebut sebelum Liverpool mengambil keputusan terkait masa depan Slot.
Beberapa hari setelah Chelsea mengumumkan Alonso sebagai pelatih baru, Liverpool baru resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot dan kemudian menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer anyar.
Alonso: Semua Soal Waktu
Saat ditanya mengapa akhirnya tidak pernah menangani Liverpool, Alonso memberikan jawaban singkat namun cukup jelas.
Menurutnya, situasi tersebut semata-mata berkaitan dengan momentum.
Ia menegaskan bahwa fokusnya kini sepenuhnya tertuju pada Chelsea.
Alonso mengaku sangat antusias memulai babak baru bersama salah satu klub terbesar di Inggris dan ingin membangun tim yang mampu kembali bersaing di level tertinggi.
Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang selama beberapa tahun terakhir terus menghubungkannya dengan Liverpool.
Tantangan Berat Menanti di Stamford Bridge
Meski memiliki reputasi yang sangat baik sebagai pelatih muda, Alonso menghadapi pekerjaan yang tidak mudah di Chelsea.
Klub London Barat itu masih berupaya menemukan konsistensi setelah beberapa kali berganti pelatih dalam beberapa musim terakhir.
Selain memperbaiki performa di Liga Inggris, Alonso juga dituntut membangun identitas permainan yang jelas, memaksimalkan potensi skuad muda, serta membawa Chelsea kembali bersaing di kompetisi Eropa.
Keberhasilannya membangun tim yang disiplin secara taktik dan efektif saat melatih Bayer Leverkusen menjadi alasan utama Chelsea mempercayakan proyek jangka panjang kepadanya.
Liverpool Memulai Era Baru Bersama Iraola
Sementara itu, Liverpool juga memasuki fase baru setelah menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala.
Pelatih asal Spanyol tersebut dikenal memiliki filosofi permainan menyerang dengan tekanan tinggi (high pressing), yang dinilai sesuai dengan karakter permainan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Penunjukan Iraola menandai berakhirnya spekulasi mengenai kemungkinan Alonso kembali ke Anfield sebagai pelatih.
Hubungan yang Tak Pernah Terwujud
Kisah Xabi Alonso dan Liverpool menjadi contoh bahwa hubungan emosional dalam sepak bola tidak selalu berakhir dengan reuni.
Sebagai pemain, Alonso tetap dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah membela The Reds dan memiliki kontribusi besar dalam kesuksesan klub, termasuk pada era pertengahan 2000-an.
Namun ketika kesempatan datang untuk kembali sebagai pelatih, momentum selalu berpihak ke arah yang berbeda. Saat Liverpool membutuhkan Alonso, ia memilih bertahan di proyek sebelumnya. Ketika Alonso akhirnya siap kembali ke Premier League, Chelsea bergerak lebih cepat dan berhasil mengamankan tanda tangannya.
Kini, perjalanan keduanya berlanjut di jalur yang berbeda. Liverpool memulai era baru bersama Andoni Iraola, sementara Xabi Alonso bersiap menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan Chelsea dan mengembalikannya ke papan atas sepak bola Inggris.
Editor : Mahendra Aditya