Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Japan Open 2026 Dimulai, Moh Zaki Ubaidillah Siap Ukir Sejarah di Level Super 750

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 13 Juli 2026 | 17:02 WIB
Zaki Ubaidillah
Zaki Ubaidillah

RADAR KUDUS - Tim bulutangkis Indonesia resmi menuntaskan persiapan terakhir menjelang bergulirnya Japan Open 2026, turnamen level BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pada 14–19 Juli 2026.

Dengan total hadiah mencapai USD 950.000, ajang ini menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF sekaligus momentum penting bagi para pemain untuk mengumpulkan poin peringkat dunia menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.

Sorotan utama dari skuad Merah Putih kali ini tertuju kepada Moh Zaki Ubaidillah, pebulu tangkis muda yang akan menjalani debutnya di level Super 750. Di sisi lain, sektor ganda campuran justru datang dengan kekuatan yang tidak ideal setelah empat pasangan dipastikan batal tampil akibat cedera maupun hasil evaluasi tim pelatih.

Baca Juga: Kontroversi Gaji ASN Dipotong 30 Persen, DPR Desak Skema Pendanaan PPPK Dibangun Lebih Berkelanjutan

Ubed Siap Menjawab Tantangan di Level Elite

Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed menjadi salah satu wajah baru Indonesia pada Japan Open 2026. Pebulu tangkis yang sukses merebut gelar Thailand Masters 2026 itu mengaku antusias karena akhirnya berhasil memenuhi target pribadinya untuk tampil di turnamen level Super 750.

Menurut Ubed, kesempatan ini merupakan langkah penting dalam proses pengembangan kariernya sebagai pemain elite dunia.

Ia menyadari bahwa persaingan di level Super 750 jauh lebih berat karena hampir seluruh peserta merupakan pemain papan atas dunia.

"Sejak awal musim saya memang menargetkan bisa bermain di turnamen Super 750 dan Super 1000. Sekarang kesempatan itu datang dan tentu tantangannya jauh lebih besar karena harus menghadapi pemain-pemain terbaik dunia," ujar Ubed.

Mental Jadi Kunci Menghadapi Pemain Top Dunia

Selain mempersiapkan aspek teknis, Ubed mengungkapkan fokus terbesarnya adalah menjaga kondisi mental saat menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan tekanan pertandingan akan sangat menentukan performanya di lapangan.

Ia juga mengaku cukup puas dengan kondisi arena pertandingan di Tokyo Metropolitan Gymnasium.

Berdasarkan hasil latihan resmi, laju shuttlecock dinilai normal dan kondisi lapangan minim hembusan angin sehingga mendukung permainan cepat yang menjadi ciri khasnya.

"Saya ingin menikmati pertandingan pertama, memainkan semua yang sudah dipersiapkan selama latihan, dan memberikan penampilan terbaik," katanya.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Jadi 4.490 Jiwa, 1.222 Gempa Susulan Masih Mengguncang

Ganda Campuran Kehilangan Banyak Amunisi

Berbeda dengan sektor tunggal putra, kabar kurang menggembirakan datang dari nomor ganda campuran.

Indonesia dipastikan tidak menurunkan kekuatan terbaiknya setelah beberapa pasangan harus mengundurkan diri menjelang turnamen.

Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu batal tampil karena Felisha mengalami cedera pergelangan kaki saat menjalani sesi latihan.

Manajer tim Indonesia, Shendy Puspa Irawati, menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah tim medis menyatakan kondisi Felisha belum memungkinkan untuk bertanding demi menghindari risiko cedera yang lebih serius.

Sementara itu, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga ditarik dari Japan Open 2026, termasuk turnamen China Open 2026.

Keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi tim pelatih yang menilai kesiapan keduanya belum mencapai level optimal untuk bersaing pada dua turnamen besar tersebut.

Hanya Amri/Nita Jadi Tumpuan

Daftar pemain yang batal tampil bertambah setelah pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga dipastikan tidak ikut ambil bagian.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia hanya akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di sektor ganda campuran.

Tantangan yang dihadapi Amri/Nita dipastikan tidak ringan mengingat Japan Open selalu diikuti pasangan-pasangan elite dunia dari China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, hingga Denmark.

Daftar Wakil Indonesia di Japan Open 2026

Tunggal Putra

Tunggal Putri

Ganda Putra

Ganda Putri

Ganda Campuran

Japan Open Jadi Ujian Menuju Paruh Kedua Musim

Japan Open merupakan salah satu turnamen bergengsi dalam rangkaian BWF World Tour Super 750 yang secara rutin diikuti pemain-pemain terbaik dunia. Selain menawarkan hadiah besar, turnamen ini juga memiliki nilai poin ranking yang tinggi sehingga menjadi ajang penting bagi atlet untuk memperbaiki posisi dunia sekaligus mempersiapkan diri menghadapi China Open dan turnamen-turnamen utama lainnya pada paruh kedua musim 2026.

Bagi Indonesia, perhatian terbesar akan tertuju pada kiprah Ubed yang menjalani debut di level elite, sekaligus kemampuan sektor-sektor unggulan mempertahankan konsistensi menghadapi ketatnya persaingan di Negeri Sakura.

Editor : Mahendra Aditya
Japan Open 2026 Moh Zaki Ubaidillah skuad Indonesia Japan Open PBSI Japan Open BWF Super 750