RADAR KUDUS - Timnas Spanyol U-19 kembali membuktikan dominasinya di ajang usia muda Eropa.
Skuad "La Roja" berhasil merebut gelar juara Kejuaraan Eropa U-19 (UEFA European Under-19 Championship) 2026 usai mengalahkan Jerman dengan skor telak 2-0 di partai final yang berlangsung Sabtu, 11 Juli 2026.
Pertandingan final ini digelar sebagai puncak turnamen yang tahun ini dituanrumahi oleh Wales.
Di bawah asuhan pelatih Paco Gallardo, Spanyol tampil dominan sepanjang babak pertama berkat penampilan gemilang gelandang Xavi Espart, yang kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, bersama Thiago Pitarch dan Kim Junyent.
Sementara itu, Jerman lebih mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik lewat penyerang Hamburg, Otto Stange.
Kebuntuan babak pertama akhirnya pecah menjelang turun minum. Penyerang Villarreal, Hugo López, membuka skor dengan memanfaatkan bola pantul dari tiang gawang.
Keunggulan Spanyol kemudian digandakan di awal babak kedua lewat sundulan keras bek Real Madrid, Mario Rivas, yang memanfaatkan umpan tendangan bebas dari rekan setimnya, Yanez.
Meski tertinggal dua gol, Jerman sempat memberikan perlawanan sengit.
Beberapa peluang emas tercipta, termasuk upaya keras dari Reimers di menit ke-57 yang membentur tiang gawang sebelum berhasil diamankan kiper Spanyol, Manu González, tepat di garis gawang.
Di menit ke-77, pemain pengganti asal Hoffenheim, Fields, juga nyaris memperkecil ketertinggalan lewat tendangan melengkung, namun kembali digagalkan penyelamatan gemilang González.
Kemenangan ini mengukuhkan sejumlah rekor istimewa bagi Spanyol. Spanyol menjadi tim pertama yang menjuarai Euro U-19 tanpa kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen.
Selain itu, ini merupakan kali kedua Spanyol mengalahkan Jerman di partai final ajang ini, setelah kemenangan serupa juga terjadi pada final perdana tahun 2002.
Gelar ini sekaligus menjadi trofi ke-10 bagi Spanyol di ajang Euro U-19, memperpanjang rekor sebagai negara tersukses sepanjang sejarah kompetisi.
Usai laga, kapten Spanyol, Quim Junyent, mengungkapkan kebahagiaannya kepada UEFA.
"Ini adalah momen yang selalu diimpikan seluruh tim sejak awal tahun, dan sekarang waktunya untuk menikmatinya," ujar Junyent.
Senada dengan itu, Mario Rivas turut menyampaikan kebanggaannya, "Ini perasaan yang luar biasa. Tim ini sudah bekerja keras dalam waktu lama, dan hari ini kami menunjukkan seperti apa kami sebagai sebuah tim," tuturnya.
Dari kubu yang kalah, bek Jerman, Luca Erlein, mengakui keunggulan Spanyol sepanjang turnamen.
"Saya rasa Spanyol memiliki kualitas yang sangat bagus dan mereka tampil sangat baik sepanjang turnamen," ujar Erlein.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Jerman di final Euro U-19 melawan Spanyol, sekaligus menegaskan dominasi La Roja yang tahun lalu sempat menjadi runner-up usai kalah 0-1 dari Belanda di final 2025.
Dengan gelar ini, Spanyol kini telah mencatatkan 12 kali tampil di final Euro U-19 dua kali lebih banyak dibandingkan Portugal yang berada di posisi kedua daftar tim tersukses. (wa)
Editor : Ali Mustofa