SACHSENRING, Jerman – Harapan besar publik Indonesia kembali tertuju kepada Veda Ega Pratama yang melanjutkan perjuangannya pada seri Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Pembalap muda andalan Honda Team Asia datang dengan modal sangat positif setelah tampil sebagai yang tercepat pada sesi practice, membuka peluang besar untuk mengamankan posisi start terbaik di balapan utama.
Performa impresif tersebut menjadi sinyal bahwa Veda siap bangkit setelah gagal finis pada seri sebelumnya di Belanda akibat terjatuh. Kini, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertekad mengubah kecewa menjadi prestasi di salah satu sirkuit favoritnya.
Veda Tampil Gemilang di Sesi Practice
Penampilan Veda pada sesi practice menunjukkan perkembangan yang luar biasa.
Di awal sesi, pembalap berusia muda itu sempat berada di luar papan atas dan hanya menempati posisi ke-22. Namun setelah melakukan evaluasi singkat di pit lane, Veda langsung meningkatkan ritme balapnya.
Ia berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 25,848 detik, sekaligus menggeser para rivalnya dari puncak klasemen sesi practice.
Catatan tersebut bertahan hingga akhir sesi dan tidak mampu dilewati para pesaing, termasuk Joel Esteban dan Eddie O'Shea, yang harus puas berada di belakang Veda.
Hasil itu menjadi modal psikologis yang sangat penting menjelang sesi kualifikasi.
Jadwal Lengkap Moto3 Jerman 2026
Rangkaian Moto3 Jerman masih menyisakan sesi latihan kedua, kualifikasi, hingga balapan utama yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring.
Sabtu, 11 Juli 2026
-
13.40–14.10 WIB – Free Practice 2 (FP2)
-
17.45–18.00 WIB – Qualifying 1 (Q1)
-
18.10–18.25 WIB – Qualifying 2 (Q2)
Minggu, 12 Juli 2026
-
16.00 WIB – Race Moto3 (23 lap)
Sesi kualifikasi akan menjadi penentu posisi start para pembalap. Jika mampu mempertahankan kecepatannya, Veda berpeluang mengawali balapan dari barisan depan, yang tentu akan meningkatkan peluang meraih hasil maksimal.
Bertekad Bangkit Setelah Insiden di Belanda
Seri Sachsenring menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk kembali mengumpulkan poin setelah mengalami nasib kurang beruntung pada Moto3 Belanda.
Saat itu, ia gagal menyelesaikan balapan akibat terjatuh ketika sedang berusaha bersaing di kelompok depan.
Meski kecewa, Veda tetap optimistis.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan tim Honda Team Asia memiliki kecepatan yang cukup untuk kembali bersaing memperebutkan posisi terbaik.
Kepercayaan diri tersebut kini mulai terbukti lewat performa impresif di sesi practice Moto3 Jerman.
Sachsenring Menyimpan Kenangan Manis
Sirkuit Sachsenring bukanlah lintasan asing bagi Veda Ega Pratama.
Pada musim 2025, ia tampil luar biasa dalam ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup di sirkuit yang sama.
Saat balapan pertama yang berlangsung di lintasan basah, Veda finis di posisi keempat setelah terlibat duel ketat dengan pembalap Prancis Guillem Planques.
Namun pada balapan kedua, Veda tampil jauh lebih dominan dan berhasil meraih kemenangan.
Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Sachsenring termasuk salah satu sirkuit yang paling cocok dengan gaya balapnya.
Peluang Besar di Musim Debut Moto3
Moto3 2026 menjadi musim penting bagi Veda bersama Honda Team Asia.
Sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia, performanya terus mendapat perhatian karena dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang hingga kelas yang lebih tinggi.
Kecepatan satu putaran yang ditunjukkannya di Sachsenring menjadi indikator bahwa Veda mulai mampu bersaing secara konsisten dengan para pembalap Eropa yang telah lebih dulu berpengalaman di Kejuaraan Dunia Moto3.
Apabila mampu menerjemahkan performa tersebut ke dalam balapan utama, bukan tidak mungkin Veda akan kembali mempersembahkan hasil membanggakan bagi Indonesia.
Dengan modal sebagai pembalap tercepat pada sesi practice serta pengalaman positif di Sachsenring, peluang Veda Ega Pratama untuk meraih poin besar bahkan podium pada Moto3 Jerman 2026 terbuka lebar.
Editor : Mahendra Aditya