Gol pembuka Cipta Cendekia tercipta pada babak pertama melalui aksi individu Keyla Azzahra Putri Natawidjaya yang mengenakan nomor punggung 18.
Berawal dari penguasaan bola di lini tengah, Keyla menggiring bola melewati beberapa pemain bertahan Scorpion FC sebelum melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi penjaga gawang.
Gol pada menit ke-24 itu membawa Cipta Cendekia unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Cipta Cendekia tetap mempertahankan intensitas permainan.
Hasilnya, Ayla Dva Khala Ahisma yang mengenakan nomor punggung 19 berhasil mencetak gol kedua dan memastikan keunggulan timnya menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pelatih Cipta Cendekia, Coach Ruly Hidayansyah, mengatakan timnya sudah mengantisipasi permainan Scorpion FC sebelum pertandingan dimulai. Menurutnya, seluruh pemain memahami pentingnya laga tersebut sehingga tampil disiplin sejak awal.
"Kami sudah mengantisipasi permainan melawan Scorpion. Anak-anak tahu pertandingan ini tidak boleh berakhir seri sehingga mereka bermain ngotot. Kuncinya adalah disiplin. Anak-anak juga sudah dilatih untuk bereaksi cepat setelah bola hilang lima detik pertama harus direbut kembali," ujarnya.
Ruly menambahkan, target tim adalah melangkah sejauh mungkin hingga babak nasional. Persiapan telah dilakukan selama dua pekan melalui latihan rutin, uji coba, serta menjaga kondisi fisik dan mental para pemain.
"Kami punya target tinggi. Setelah pertandingan kami fokus pada recovery, pemulihan fisik, istirahat yang cukup, terutama tidur, serta menjaga mental dan psikologi pemain. Siapa pun lawan berikutnya tetap kami hormati, tetapi kami juga harus memperbaiki kekurangan tim sendiri. Dengan disiplin dan kerja keras, kami optimistis bisa meraih hasil terbaik," katanya.
Ayla Dva Khala Ahisma, mengaku pertandingan berjalan cukup panas karena kedua tim sama-sama berjuang keras untuk meraih kemenangan.
"Pertandingannya cukup panas dan kami juga merasa terbebani karena ingin menang. Yang terpenting kami harus percaya diri saat memegang bola, tetap disiplin, dan menjalankan instruksi pelatih," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Scorpion FC, Coach Islam Andhika, mengatakan timnya mencoba bermain terbuka sejak babak pertama dengan memaksimalkan serangan dari sisi lapangan serta mengubah skema permainan di lini tengah.
"Kami datang dengan target menang karena bermain sebagai tuan rumah. Namun mungkin kali ini belum rezeki. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," katanya.
Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan utama dalam pembinaan pemain usia muda. Hal yang lebih penting adalah membangun karakter, meningkatkan kemampuan teknik dasar, serta komunikasi antarpemain di lapangan.
"Menang itu bonus. Yang paling penting adalah karakter anak-anak agar ke depan bisa menjadi pemain profesional. Mereka harus terus memperbaiki skill dasar dan komunikasi. Sepak bola wanita bukan tentang gender. Semua perempuan punya kesempatan yang sama untuk bermain sepak bola. Orang tua juga harus mendukung anak-anak yang ingin menekuni olahraga ini," jelasnya.
Ia berharap para pemain terus berlatih karena kesempatan mengikuti talent scouting bisa datang kapan saja. Semangat juang dan disiplin menjadi bekal penting untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Meski Tersingkir, Surakarta Tutup Hydro Plus Super League dengan Pesta Gol
Pemain Scorpion FC, Alya Putri Ariyanto, mengakui timnya mendapat tekanan dari lawan sepanjang pertandingan. Meski demikian, ia dan rekan-rekannya tetap berusaha fokus membaca pola serangan lawan.
"Kami harus meningkatkan latihan, disiplin, dan mental. Hasil hari ini memang belum sesuai harapan, tetapi kami akan terus berlatih agar bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya," tuturnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Cipta Cendekia untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Scorpion FC bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki performa dan bangkit pada laga-laga berikutnya. (Hilda)
Editor : Ali Mustofa