RADAR KUDUS – Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, mengaku menerima keputusan tim pelatih Timnas Indonesia yang tidak memasukkan namanya dalam daftar 50 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center (BUTC).
TC tersebut digelar sebagai persiapan menghadapi ASEAN Championship Hyundai Cup atau Piala AFF.
Untuk posisi kiper, tim pelatih memilih memanggil Cahya Supriadi, Nadeo Argawinata, Teja Paku Alam, dan Muhammad Riyandi.
Ernando mengaku tidak mempermasalahkan keputusan tersebut karena menyadari kondisinya belum sepenuhnya pulih dari cedera.
Kiper berusia 24 tahun itu menjelaskan dirinya sempat berkomunikasi dengan pelatih kiper Timnas Indonesia, Damian van Rensburg.
Dalam pembicaraan tersebut, ia ditanya mengenai kondisi fisik menjelang agenda FIFA Matchday pada Februari hingga Maret lalu.
Saat itu, Ernando mengaku masih menjalani pemulihan cedera sehingga belum berada dalam kondisi terbaik.
Karena alasan tersebut, ia memahami mengapa namanya belum masuk dalam daftar pemain yang dipanggil hingga saat ini.
Ernando juga mengungkapkan belum pernah berdiskusi langsung dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.
Menurutnya, ia belum memiliki alasan untuk menuntut tempat di skuad Garuda karena merasa masih harus membuktikan kualitasnya di level klub.
Ia memilih menerima situasi tersebut dengan sikap positif.
Baginya, jika suatu saat kembali dipanggil membela Timnas Indonesia, itu merupakan bonus atas kerja keras yang dilakukan.
Sebaliknya, apabila belum mendapat kesempatan, ia mengaku tetap bersyukur dan akan terus meningkatkan performanya.
Sebagai bentuk pembuktian, Ernando menjadikan ajang Piala Presiden 2026 sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak bersaing memperebutkan posisi penjaga gawang Timnas Indonesia.
Ia berharap penampilan terbaiknya bersama Persebaya dapat membuka kembali peluang mengenakan seragam Merah Putih di masa mendatang.