PRAIA – Status debutan ternyata tidak membuat Cape Verde tampil inferior di Piala Dunia 2026.
Tim berjuluk Blue Sharks itu justru mampu merepotkan lawan-lawan yang lebih diunggulkan, bahkan beberapa kali memaksa pertandingan berjalan ketat hingga akhir.
Nama Vozinha memang paling cepat mencuri perhatian.
Kiper veteran itu mencatat 18 penyelamatan dari 4 pertandingan, termasuk 7 save krusial saat menghadapi tim unggulan Spanyol, dan menjadi salah satu alasan Cape Verde bisa bertahan dalam laga-laga sulit.
Namun, di balik sosoknya, ada sejumlah pemain lain yang mungkin belum terlalu dikenal publik luas, tetapi performanya tak kalah menonjol.
Justru nama-nama inilah yang berpotensi menjadi incaran klub-klub Eropa setelah turnamen usai.
Dengan usia yang masih produktif dan pengalaman menghadapi tekanan di panggung dunia, mereka bisa saja naik kelas dalam waktu dekat.
1. Logan Costa
Bek tengah ini menjadi salah satu pilar utama Cape Verde sepanjang turnamen.
Dalam 4 laga, Logan Costa mencatat 360 menit bermain, 18 sapuan, 9 duel udara dimenangkan, 3 tekel sukses, dan akurasi umpan mencapai 85 persen.
Posturnya yang ideal, duel udara yang kuat, serta ketenangan saat menguasai bola membuatnya terlihat siap bermain di level yang lebih tinggi.
Dalam ajang sebesar Piala Dunia, Logan Costa menunjukkan bahwa ia bukan sekadar bek bertahan, tetapi juga pemain yang mampu memulai serangan dari belakang.
2. Dailon Livramento
Nama Dailon Livramento mungkin belum terlalu familiar bagi banyak penonton, tetapi kontribusinya sangat terasa.
Ia tampil dalam 4 pertandingan dengan catatan 290 menit bermain, 1 gol, 1 assist, 7 tembakan, dan 11 dribel sukses.
Ia menawarkan kecepatan, mobilitas, dan keberanian menusuk ke area berbahaya.
Profil seperti ini sangat dicari klub-klub Eropa modern, terutama tim yang membutuhkan penyerang fleksibel dan bisa bermain di beberapa posisi.
3. Kevin Pina
Di lini tengah, Kevin Pina tampil sebagai sosok yang menjaga keseimbangan permainan.
Dalam 4 laga, ia membukukan 350 menit bermain, 14 tekel sukses, 10 intersep, 88 persen akurasi umpan, serta 2 peluang tercipta.
Ia tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi perannya sangat penting dalam memutus serangan lawan dan menjaga ritme tim tetap stabil.
Pemain seperti ini biasanya menarik perhatian klub yang membutuhkan gelandang pekerja keras dengan disiplin taktik tinggi.
4. Telmo Arcanjo
Telmo Arcanjo menjadi salah satu pemain yang paling menarik untuk diamati.
Ia tampil dalam 4 pertandingan dengan kontribusi 1 gol, 1 assist, 8 peluang tercipta, dan 9 dribel sukses.
Ia punya kemampuan membawa bola, bergerak di antara lini, dan menciptakan ancaman dari area kedua.
Dalam tim yang sering bermain tanpa banyak ruang, pemain seperti Arcanjo sangat berharga karena mampu memberi variasi serangan.
5. Jovane Cabral
Meski namanya sempat lebih dulu dikenal di level klub, Jovane Cabral tetap layak masuk daftar ini karena kualitas individunya masih sangat menonjol.
Sepanjang turnamen, ia mencatat 4 penampilan, 240 menit bermain, 1 gol, 2 assist, 12 dribel sukses, dan 6 tembakan tepat sasaran.
Ia punya teknik, akselerasi, dan kemampuan duel satu lawan satu yang bisa membuat pertahanan lawan kerepotan.
Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia kembali dilirik klub yang membutuhkan winger eksplosif.
Keberhasilan Cape Verde bukanlah kebetulan. Banyak pemain mereka berkarier di Eropa dan terbiasa menghadapi intensitas tinggi di level klub.
Pengalaman itu membuat mereka tidak canggung saat tampil di panggung sebesar Piala Dunia.
Bagi para pemain yang belum terlalu dikenal publik, turnamen ini bisa menjadi titik balik penting.
Seperti yang sering terjadi di ajang besar, satu penampilan bagus saja sudah cukup untuk membuka pintu menuju klub yang lebih besar.
Cape Verde mungkin belum menjadi kekuatan tradisional sepak bola dunia, tetapi mereka sudah membuktikan diri sebagai tim yang sulit diremehkan.
Dan setelah turnamen ini, bukan hanya hasil mereka yang akan dibicarakan, melainkan juga nama-nama pemain yang siap naik kelas ke panggung yang lebih besar. (bay)
Editor : Ali Mustofa