Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Perempat Final Piala Dunia 2026: Mantan Juara Dunia Dikepung Tim Pemburu Sejarah

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:11 WIB
Messi, Mbappe, dan Haaland Sedang Memburu top skor piala dunia 2026
Messi, Mbappe, dan Haaland Sedang Memburu top skor piala dunia 2026

JAKARTA – Babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita yang menarik. Empat pertandingan yang tersaji mempertemukan negara-negara dengan sejarah panjang sebagai juara dunia melawan tim-tim yang belum pernah merasakan mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola.

Format tersebut membuat fase delapan besar kali ini dipenuhi pertarungan antara tradisi dan ambisi. Di satu sisi berdiri tim-tim yang sudah kenyang pengalaman menjuarai Piala Dunia, sementara di sisi lain hadir negara-negara yang tengah mengejar sejarah baru.

Seluruh pertandingan perempat final dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (10/7) hingga Minggu (12/7) WIB.

Empat Duel Sarat Gengsi

Empat pertandingan yang akan menentukan langkah menuju semifinal adalah:

Keempat laga diprediksi berlangsung ketat karena seluruh tim menunjukkan performa impresif sejak fase grup hingga babak 16 besar.

Babak 16 Besar Penuh Kejutan

Piala Dunia 2026 terus menghadirkan hasil-hasil di luar prediksi.

Argentina nyaris tersingkir sebelum akhirnya melakukan comeback dramatis untuk mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 melalui tiga gol dalam 11 menit terakhir pertandingan.

Norwegia menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen setelah menyingkirkan Brasil. Tim Skandinavia tampil disiplin dan efektif sehingga mampu menghentikan langkah lima kali juara dunia tersebut.

Inggris juga sukses mengakhiri perjalanan sensasional Meksiko yang sebelumnya tampil impresif sepanjang turnamen.

Sementara itu, Spanyol memastikan tiket ke perempat final lewat kemenangan dramatis atas Portugal setelah mencetak gol penentu di penghujung pertandingan dalam duel sesama raksasa Eropa.

Hasil-hasil tersebut membuat wajah babak delapan besar dipenuhi kombinasi favorit juara dan kuda hitam yang siap menciptakan sejarah.

Eropa Mendominasi Delapan Besar

Dari delapan negara yang tersisa, enam berasal dari zona Eropa.

Prancis, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, dan Swiss menjadi bukti dominasi UEFA di Piala Dunia edisi kali ini.

Afrika masih memiliki satu wakil melalui Maroko yang kembali menunjukkan konsistensi setelah menjadi semifinalis pada Piala Dunia 2022.

Sementara Amerika Selatan hanya menyisakan satu tim, yakni Argentina yang datang dengan status juara bertahan sekaligus bertekad mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

Tim Juara Dunia Hadapi Penantang Haus Sejarah

Keunikan babak perempat final kali ini terletak pada komposisi lawannya.

Empat negara yang belum pernah menjadi juara dunia akan menghadapi tim-tim yang pernah mengangkat trofi FIFA World Cup.

Maroko vs Prancis

Maroko belum pernah menjuarai Piala Dunia, tetapi mereka kembali membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika.

Di hadapan mereka berdiri Prancis, juara dunia dua kali (1998 dan 2018), yang masih diperkuat banyak pemain berpengalaman di level internasional.

Belgia vs Spanyol

Generasi emas Belgia kembali mendapatkan peluang menorehkan sejarah dengan meraih gelar dunia pertama.

Namun, lawan yang dihadapi adalah Spanyol, kampiun Piala Dunia 2010 yang terkenal dengan penguasaan bola dan kedalaman skuad.

Norwegia vs Inggris

Norwegia menjadi salah satu kisah terbesar turnamen. Dipimpin generasi emas yang dihuni sejumlah pemain kelas dunia, mereka kini memburu semifinal pertama dalam sejarah.

Inggris memang baru sekali menjadi juara dunia, tepatnya pada 1966. Namun pengalaman tampil di berbagai turnamen besar menjadikan The Three Lions tetap sebagai salah satu kandidat kuat.

Swiss vs Argentina

Swiss kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos ke delapan besar. Mereka kini menghadapi tantangan terbesar, yakni Argentina.

Tim Tango merupakan juara dunia tiga kali (1978, 1986, dan 2022) sekaligus juara bertahan yang masih diperkuat Lionel Messi. Pengalaman tampil di laga-laga besar menjadi modal utama Albiceleste menghadapi perlawanan disiplin dari Swiss.

Tradisi Melawan Ambisi

Perempat final kali ini menjadi panggung pertarungan dua kekuatan berbeda.

Tim-tim juara dunia membawa pengalaman, mental juara, dan tradisi panjang di turnamen terbesar sepak bola.

Sebaliknya, negara-negara yang belum pernah menjadi kampiun datang tanpa beban. Mereka memiliki motivasi besar untuk menciptakan sejarah baru sekaligus mematahkan dominasi negara-negara elite.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, babak gugur sering menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi. Itulah sebabnya empat pertandingan perempat final kali ini diperkirakan berlangsung sengit hingga menit terakhir.

Apakah pengalaman para mantan juara kembali berbicara, atau justru lahir sejarah baru dengan hadirnya calon juara pertama? Jawabannya akan mulai terungkap saat perempat final Piala Dunia 2026 bergulir akhir pekan ini.

Editor : Mahendra Aditya
#perempat final Piala Dunia #jadwal perempat final #piala dunia 2026 #inggris #Argentina