Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Mesir Tersingkir Secara Dramatis, Ally McCoist Soroti Kontroversi yang Mengiringinya

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:10 WIB
Ally McCoist
Ally McCoist

ATLANTA – Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir terus menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena comeback spektakuler Albiceleste yang berakhir dengan kemenangan 3-2, tetapi juga sederet keputusan wasit dan VAR yang memicu polemik.

Salah satu suara paling lantang datang dari mantan penyerang Timnas Skotlandia sekaligus komentator sepak bola, Ally McCoist. Ia menilai siapa pun yang menyaksikan pertandingan tersebut akan sulit mengabaikan rasa simpati kepada perjuangan para pemain Mesir.

Menurut McCoist, The Pharaohs tampil luar biasa sepanjang pertandingan dan nyaris menciptakan kejutan terbesar di fase gugur sebelum akhirnya harus tersingkir lewat gol dramatis di penghujung laga.

Mesir Tampil Berani Sejak Awal

Menghadapi juara bertahan dunia bukanlah tugas mudah. Namun Mesir justru tampil agresif sejak menit pertama dan mampu membuat lini belakang Argentina kesulitan.

Keunggulan pertama lahir pada menit ke-15 melalui Yasser Ibrahim yang memanfaatkan kelengahan pertahanan Albiceleste.

Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan enam menit kemudian setelah mendapatkan hadiah penalti. Namun eksekusi Lionel Messi gagal berbuah gol sehingga Mesir tetap mempertahankan keunggulan hingga turun minum.

Babak kedua berlangsung semakin menarik. Mesir kembali menggetarkan gawang Argentina lewat serangan balik cepat yang diselesaikan Mostafa Zico pada menit ke-58.

Namun kegembiraan kubu Mesir hanya berlangsung singkat.

Gol Dianulir VAR Jadi Awal Kontroversi

Wasit menghentikan pertandingan untuk melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan terdapat pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martínez, dalam proses terciptanya gol.

Keputusan itu membuat gol Zico dianulir dan skor tetap bertahan 1-0.

Momen tersebut langsung memancing protes keras dari para pemain, staf pelatih, hingga pendukung Mesir. Mereka menilai kontak yang terjadi tidak cukup kuat untuk membatalkan gol.

Perdebatan mengenai keputusan tersebut segera menyebar di media sosial. Sejumlah pengamat menilai keputusan wasit sesuai dengan interpretasi Laws of the Game, sementara pihak lain mempertanyakan konsistensi penerapan VAR terhadap insiden serupa di pertandingan lain.

Mesir akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67 ketika Mostafa Zico kembali mencetak gol melalui penyelesaian klinis yang kali ini tidak dapat dibatalkan.

Mental Juara Argentina Berbicara

Unggul dua gol ternyata belum cukup bagi Mesir untuk mengamankan kemenangan.

Argentina menunjukkan karakter sebagai juara bertahan dengan bangkit secara luar biasa dalam 11 menit terakhir pertandingan.

Cristian Romero membuka harapan melalui sundulan pada menit ke-79.

Empat menit kemudian Lionel Messi menebus kegagalannya dari titik penalti dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan keras yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Mesir.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Enzo Fernández muncul sebagai pahlawan. Sundulannya pada masa injury time memastikan kemenangan dramatis 3-2 sekaligus mengantarkan Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.

Ally McCoist: Sulit Tidak Bersimpati kepada Mesir

Meski memuji mental juara Argentina, Ally McCoist menilai perjuangan Mesir layak mendapatkan apresiasi tinggi.

Komentator ITV itu mengaku terkejut dengan jalannya pertandingan dan memahami rasa kecewa yang dirasakan kubu The Pharaohs.

"Saya benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja saya saksikan. Seseorang harus berhati batu jika tidak merasa simpati kepada para pemain muda Mesir," ujar McCoist.

Meski demikian, ia tetap memberikan penghormatan kepada Argentina yang mampu membuktikan kualitasnya sebagai juara bertahan.

"Juara dunia menunjukkan mengapa mereka layak menyandang status itu. Kebangkitan mereka sungguh luar biasa. Messi dan rekan-rekannya menunjukkan mereka belum habis. Ini adalah pertandingan yang fantastis," tambahnya.

Perdebatan Belum Berakhir

Kekalahan dari Argentina meninggalkan luka mendalam bagi Mesir. Seusai pertandingan, sejumlah pemain dan staf pelatih mengungkapkan kekecewaan terhadap beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan tim mereka.

Di sisi lain, kubu Argentina menegaskan seluruh keputusan telah melalui pemeriksaan VAR sesuai prosedur. Lionel Messi bahkan menyatakan tidak memahami mengapa kemenangan timnya disebut kontroversial dan menilai perangkat pertandingan telah menjalankan tugas secara profesional.

Terlepas dari polemik tersebut, pertandingan Argentina kontra Mesir dipastikan menjadi salah satu laga paling dramatis di Piala Dunia 2026. Duel ini menghadirkan kombinasi ketegangan, kontroversi, serta comeback luar biasa yang akan dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik di fase gugur turnamen.

Editor : Mahendra Aditya
#Argentina vs Mesir #VAR kontroversi #Ally McCoist #piala dunia 2026 #Lionel Messi