Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Komunikasi Kurang dan Faktor Mental Jadi PR Besar Scorpion FC Kudus di Pertandingan HydroPlus Super League Allstars

uinbroadcasting • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:18 WIB
Konferensi Pers pelatih dan salah satu pemain Scorpion FC. (KHALIMATUS SAKDIYAH)
Konferensi Pers pelatih dan salah satu pemain Scorpion FC. (KHALIMATUS SAKDIYAH)
 
RADAR KUDUS - Berstatus sebagai tim tuan rumah dalam ajang bergengsi Hydro Plus Super League Allstars 2025/2026 ternyata memberikan beban psikologis tersendiri bagi tim Scorpion FC Kudus.
Usai ditundukkan Goal Aksis Bandung dengan skor tipis 1-0 di pertandingan Super Soccer Arena (SSA) Kudus, tim kepelatihan langsung menunjuk faktor komunikasi dan mental bertanding sebagai pekerjaan rumah (PR) terbesar yang harus segera dibenahi.

Dalam laga sengit tersebut, gawang Scorpion FC Kudus harus mengalami kebobolan lewat gol tunggal dari pemain Goal Aksis, nomor punggung empat, Amanda Fitriani pada rabu (8/7).

Pelatih Scorpion FC Kudus, Islam Andhika, mengungkapkan bahwa skema permainan yang telah dilatih dan dipersiapkan sebelum laga tidak mampu diaplikasikan dengan baik oleh anak asuhnya di lapangan.

"Secara skema, tadi saya sudah antisipasi anak-anak untuk main dari bawah (build-up). Tapi di tengah pertandingan, skemanya tidak berjalan baik," ujar Coach Islam Andhika dalam sesi konferensi pers pascalaga.

Akibat tersendatnya aliran bola, para pemain Scorpion FC terpaksa melakukan antisipasi instan dengan memainkan bola-bola panjang (long ball).

Di babak kedua, tim pelatih sempat mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Raisa di menit-menit akhir untuk meningkatkan permainan.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.Lebih dari sekadar masalah taktik, Coach Islam Andhika menyoroti kendala mendasar pada karakter dan mentalitas para pemain mudanya yang dinilai masih belum siap menghadapi tekanan atmosfer kompetisi tingkat nasional.

"Dari hasil analisis kami, gap antara lini depan dan lini belakang terlalu jauh, itu jelas jadi bahan evaluasi. Tapi yang utama, mental untuk bermain ngotot itu belum ada pada anak-anak. Komunikasi mereka di lapangan sangat kurang, faktor umur yang membuat mereka masih malu-malu," ungkapnya jujur.

Baca Juga: Ratusan Anak Putri Ikuti Lomba Mewarnai dan Menggambar Bertema Sepak Bola Putri di SuperSoccer Arena Kudus

Beban mental bermain di tingkat nasional dan di hadapan pendukung sendiri pun diakui langsung oleh salah satu  pemain, Raisa.

Ia tidak menampik adanya rasa demam panggung yang membuat performa timnya berbanding terbalik dengan saat mereka berlaga di tingkat regional.

"Permainan sekarang dan kemarin beda banget karena saat ini tim yang dilawan kuat-kuat, tadi juga grogi di lapangan. Rasanya beda sekali level regional dengan level nasional yang memang sangat kuat," tutur Raisa blak-blakan.

Meski harus menelan pil pahit, Scorpion FC Kudus tidak  berlarut dalam kecewa.

Pada pertandingan penyisihan terakhir mendatang, tim pelatih berjanji akan memaksimalkan sisa waktu untuk menganalisis kelemahan serta kelebihan tim lawan.

" di pertandingan penyisihan kami akan menganalisa kelemahan dan kelebihan lawan serta memaksimalkan skema, tentunya menkankan kepada anak anak untuk bermain dengan maksimal" ujarnya. (Nuril Baiti Amiliah)

Editor : Ali Mustofa
#sepak bola #pertandingan #Kudus All Star