RADAR KUDUS – Lolosnya Timnas Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Mesir 3-2 pada laga 16 besar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat, justru memicu perdebatan luas.
Sorotan tidak hanya tertuju pada kebangkitan Argentina dan penampilan Lionel Messi, tetapi juga pada sejumlah keputusan kontroversial wasit asal Prancis, François Letexier.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Lionel Messi gagal membawa Argentina unggul setelah eksekusi penaltinya pada menit ke-21 mampu digagalkan kiper Mesir, Mustafa Shubair.
Mesir kemudian membuka keunggulan melalui Yasser Ibrahim sebelum Mostafa Zico menggandakan skor pada babak kedua usai memanfaatkan umpan Mohamed Salah.
Namun, gol kedua Mesir akhirnya dianulir setelah Letexier mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau proses terjadinya gol.
Wasit memutuskan membatalkan gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martínez sekitar 20 detik sebelum bola masuk ke gawang.
Keputusan itu langsung memicu protes keras dari kubu Mesir.
Argentina memanfaatkan momentum tersebut untuk bangkit. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, disusul gol penyama kedudukan dari Messi lima menit kemudian.
Saat laga memasuki masa tambahan waktu, Enzo Fernández mencetak gol kemenangan yang memastikan Albiceleste menang 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke babak delapan besar.
Meski demikian, jalannya pertandingan menuai banyak kritik. Sejumlah pihak menilai Letexier tidak menerapkan standar yang sama dalam mengambil keputusan.
Di satu sisi ia menganulir gol Mesir setelah meninjau insiden yang terjadi cukup lama sebelum gol tercipta.
Tetapi di sisi lain tidak melakukan pemeriksaan VAR terhadap dugaan pelanggaran Julian Álvarez terhadap Mohamed Salah di kotak penalti maupun insiden tarik-menarik terhadap Yasser Ibrahim.
Perdebatan pun meluas di media sosial. Banyak warganet dari berbagai negara mempertanyakan kepemimpinan wasit dan menuding adanya keberpihakan terhadap Argentina.
Berbagai komentar yang meragukan netralitas pertandingan ramai bermunculan setelah peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, turut melontarkan kritik seusai pertandingan.
Ia mengaku kecewa dengan sejumlah keputusan wasit dan mempertanyakan independensi kepemimpinan pertandingan.
Hassan bahkan menyindir bahwa ada pihak yang menginginkan Lionel Messi tetap bertahan di turnamen serta mengaku kehilangan minat untuk mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia karena menganggap kompetisi berjalan tidak adil.
Nama François Letexier sendiri bukan kali pertama menjadi sorotan publik Indonesia.
Wasit tersebut sebelumnya memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas U-23 Indonesia melawan Guinea.
Saat itu, sejumlah keputusan kontroversial, termasuk pemberian penalti, sempat memicu protes dan menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan.
Terlepas dari polemik tersebut, Lionel Messi tetap tampil impresif. Sang kapten Argentina kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol.
Namun, kontroversi yang mengiringi kemenangan Argentina atas Mesir diperkirakan masih akan menjadi perbincangan sepanjang perjalanan Albiceleste di turnamen. (wa)
Editor : Ali Mustofa