MANCHESTER – Manchester United terus mematangkan strategi mereka di bursa transfer musim panas 2026. Setelah gagal mengamankan sejumlah target utama, manajemen Setan Merah kini mengalihkan fokus untuk membangun lini tengah yang lebih kuat, dinamis, dan mampu menjadi fondasi permainan tim asuhan Ruben Amorim menghadapi musim baru.
Perombakan sektor tengah menjadi agenda paling mendesak di Old Trafford. Evaluasi musim lalu menunjukkan United masih kesulitan mengontrol tempo permainan, kalah dalam duel lini tengah, serta minim kreativitas ketika menghadapi lawan yang bermain dengan pressing tinggi.
Karena itu, manajemen bersama tim rekrutmen bergerak mencari gelandang dengan karakter komplet, memiliki kemampuan bertahan, distribusi bola yang baik, sekaligus mobilitas tinggi.
Baca Juga: Usai Jual Tonali £100 Juta, Newcastle Gaspol Kejar Johan Manzambi dan James Trafford
Ederson Jadi Target Nomor Satu Manchester United
Nama yang berada di urutan teratas daftar belanja Manchester United adalah gelandang Atalanta, Ederson.
Negosiasi dengan klub Serie A tersebut dikabarkan sudah memasuki tahap akhir. Nilai transfer mencapai sekitar 40,5 juta euro, dan proses kepindahan hanya tinggal menunggu pemeriksaan medis sebelum resmi diumumkan.
Sempat terjadi penundaan karena Ederson mendapat panggilan memperkuat Timnas Brasil dalam Piala Dunia 2026. Setelah Brasil tersingkir pada babak 16 besar, proses transfer diperkirakan kembali berjalan sesuai rencana.
Gelandang berusia 27 tahun itu dinilai memiliki karakter yang selama ini dibutuhkan Manchester United, yakni:
-
agresif saat merebut bola,
-
kuat dalam duel,
-
memiliki daya jelajah tinggi,
-
mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box,
-
piawai menjaga keseimbangan permainan.
Kemampuan tersebut dianggap cocok dengan filosofi sepak bola Ruben Amorim yang mengutamakan intensitas tinggi, transisi cepat, dan organisasi permainan yang solid.
Gagal Dapat Mateus Fernandes, United Langsung Siapkan Alternatif
Sebelum memprioritaskan Ederson, Manchester United sebenarnya berusaha mendatangkan Mateus Fernandes.
Namun gelandang muda Portugal tersebut akhirnya memilih bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah klub London Utara itu menyelesaikan transfer senilai sekitar 85 juta poundsterling.
United sebenarnya bersedia memenuhi nilai transfer tersebut melalui skema bonus dan add-ons. Akan tetapi, manajemen menolak membayar seluruh nominal sebagai biaya tetap di awal.
Selain itu, permintaan gaji sang pemain juga dianggap melampaui struktur pengupahan baru yang sedang diterapkan klub.
Keputusan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Manchester United dalam kebijakan transfer.
Jika beberapa tahun terakhir United kerap membayar mahal demi memenangkan persaingan, kini manajemen lebih berhati-hati agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang berdampak pada kesehatan finansial klub.
Sandro Tonali Juga Lepas ke Tottenham
Tidak hanya gagal mendapatkan Mateus Fernandes, Manchester United juga harus merelakan target lain, Sandro Tonali, yang resmi bergabung dengan Tottenham dari Newcastle United.
Nilai transfer Tonali bahkan dapat mencapai 100 juta poundsterling, angka yang dinilai terlalu tinggi untuk dipenuhi Manchester United dalam kondisi saat ini.
Manajemen memilih mengalokasikan anggaran kepada beberapa posisi yang lebih mendesak dibanding menghabiskan sebagian besar dana transfer untuk satu pemain saja.
Andrey Santos hingga Tchouameni Masuk Radar
Meski Ederson menjadi prioritas utama, Manchester United tetap membuka beberapa opsi lain apabila negosiasi mengalami hambatan.
Beberapa nama yang terus dipantau antara lain:
-
Andrey Santos (Chelsea)
-
Aurélien Tchouaméni (Real Madrid)
-
Alex Scott (Bournemouth)
Ketiganya memiliki karakter permainan yang berbeda.
Andrey Santos dikenal sebagai gelandang muda dengan kemampuan menyerang yang baik serta visi permainan yang berkembang pesat.
Tchouaméni menawarkan pengalaman di level tertinggi Eropa dengan kemampuan bertahan yang sangat kuat.
Sementara Alex Scott merupakan salah satu gelandang muda Inggris yang memiliki kreativitas tinggi dan fleksibilitas bermain di beberapa posisi lini tengah.
Dengan banyaknya alternatif tersebut, Manchester United ingin memastikan setiap keputusan transfer dilakukan berdasarkan kebutuhan taktik, bukan sekadar nama besar.
Manchester United Mulai Terapkan Disiplin Finansial
Salah satu perubahan paling mencolok pada bursa transfer kali ini adalah disiplin finansial yang mulai diterapkan oleh manajemen baru.
United tidak lagi bersedia memenuhi seluruh permintaan harga maupun gaji pemain apabila dinilai melebihi nilai pasar.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya klub memperbaiki struktur keuangan setelah beberapa musim terakhir mengeluarkan investasi besar yang tidak selalu menghasilkan performa sesuai harapan.
Pendekatan tersebut juga dianggap penting untuk menjaga ruang belanja pada jendela transfer berikutnya.
Posisi Kiper Juga Akan Berubah
Selain lini tengah, Manchester United juga melakukan evaluasi terhadap posisi penjaga gawang.
Andre Onana resmi dipinjamkan ke Trabzonspor selama satu musim.
Klub Turki tersebut akan menanggung penuh gaji sang kiper serta membayar biaya peminjaman sekitar 1,5 juta euro.
Namun, tidak terdapat opsi pembelian permanen dalam kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, Altay Bayindir juga berpotensi meninggalkan Old Trafford apabila ada tawaran yang sesuai.
Sebagai antisipasi, Manchester United mulai memantau beberapa kandidat penjaga gawang baru, termasuk kiper senior Karl Darlow yang dinilai bisa menjadi pelapis berpengalaman.
Crysencio Summerville Jadi Target di Sektor Sayap
Perombakan skuad tidak berhenti di lini tengah.
Manchester United juga ingin meningkatkan kualitas sektor kiri penyerangan.
Nama yang saat ini berada di posisi terdepan adalah winger West Ham United Crysencio Summerville.
Pembicaraan awal antar kedua klub disebut telah berlangsung.
Pemain asal Belanda tersebut dinilai memiliki kemampuan menggiring bola, kecepatan, dan keberanian dalam duel satu lawan satu yang selama ini kurang dimiliki lini serang Manchester United.
Jika transfer ini terealisasi, Summerville diproyeksikan menambah variasi serangan sekaligus meningkatkan produktivitas dari sisi sayap.
Bursa Transfer Belum Berakhir
Manchester United diperkirakan masih akan sangat aktif hingga penutupan bursa transfer musim panas.
Prioritas utama tetap menyelesaikan transfer Ederson sebelum melanjutkan pencarian satu gelandang tambahan, winger kiri, serta penjaga gawang baru.
Strategi transfer kali ini menunjukkan perubahan signifikan dibanding beberapa musim sebelumnya.
Alih-alih mengejar pemain dengan harga berapa pun, Manchester United kini lebih selektif dalam menentukan target dan nilai investasi.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai harapan, skuad Ruben Amorim berpeluang tampil jauh lebih seimbang, kompetitif, dan siap kembali bersaing memperebutkan tiket Liga Champions maupun gelar domestik pada musim 2026/2027.
Editor : Mahendra Aditya